Semalam di Ole Manuela Malasanya Madrid


Berhostel ria dengan backpacker

24 April 2007

Dari Barcelona kami terbang dengan pesawat Vueling VY1012 selama kurang lebih satu jam. Berangkat jam 16.50 sampai jam 18.05. Dari airport sengaja kami naik bus biar sekalian lihat-lihat kota Madrid. Kebetulan waktu spring begini diatas jam 10 malam baru mulai gelap, jadi kami masih bisa lihat-lihat kota dari atas bus. Kenapa kami ke Madrid? Karena Ayah sempat pesan; “gimana kalau lewat Madrid, walaupun cuma sebentar”. Wah gimana ngaturnya ya? Tapi kota ini sangat penting untuk penggemar bola macam dia yang rela begadang tengah malam sampai jam 2 pagi, dan jam 5 harus cabut kekantor lagi. Oke bisa diatur…tapi nyari hotel yang dekat dengan airport , stasiun bus kearah Cordoba dan sekaligus tidak jauh dari areal night sight seeing rupanya nggak gampang. Karena praktis kami Cuma malam hari dikota itu, jadi memang harus well managed. Akhirnya lewat internet nemu Ole Hostel international, yang terletak di Manuela Malasanya, 23 1A-Madrid, telp: 0034-91-446-5165, fax. 0034914465165. Jalan Manuela Malasanya ini cukup terkenal, ibaratnya seperti daerah jalan Sabang, banyak turis dengan cafĂ© dan restoran yang rame pada malam hari. Menurut cerita resepsionis hotel, jalan ini dulu slum area, banyak kejahatan disini dan disulap jadi area menarik. Konon sejarah berkembangnya Homo-Lesbi di Madrid juga terdukung oleh kafe-kafe di area ini.

Awalnya agak kaget juga harus stay di hostel yang resepsionisnya di lantai atas, sementara dilantai bawah lengang. Tapi itung-itung asik juga ngrasain gimana bermalam di hostel dengan backpackers. Untuk ukuran kami yang sudah capek, menginap dihostel itu agak merepotkan, karena kamar mandi dan toilet diluar, kamar juga terlalu kecil untuk kami berempat walaupun kami pesan kamar privat. Tapi asiknya ada internet gratis, Vikra sempat berasik ria main internet bikin web untuk group bandnya, dan kesel sendiri belum kelar sudah harus ditinggal. Di hotel ini juga ada dapur bisa masak sendiri, kami sempat masak nasi yang ayah beli dengan lucu, karena dia bilang rice, tapi penjualnya baru faham waktu bilang ruzzo. Rupanya rice, arruzzo dari satu akar arruzz bahasa Arab. Kami maem nasi dengan rendang paru oleh-oleh ayah dan ditemani sambal pedas. Wah asik juga. Kami sempat bersitegang karena i-pot baru Vikra hilang, masak barang 2 juta hilang sekelebat begitu dan menurut ingatannya tertinggal dikursi pesawat. Tapi setelah dilacak disemua tas, ketemu juga. Biasanya kalau kami dapat pengalaman nggak enak, untuk menghilangkan ketegangan cenderung bikin candaan-candaan. Vinda bikin lelucon dengan berperaga macam bintang iklan dengan minuman aneh merk Bisulon dari Madrid, dan ayahnya dijadiin contoh iklan gigi coolgate. Ampunn deh…Habis itu kami ngledekin ayah soal ngigo (mengigau). Katanya kalau ngigo kenceng banget, ceritanya aneh-aneh, nadanya kacau..pokoknya ayah jadi bahan ledekan terusss!!!

Karena nggak bisa-bisa bobo, kami searching lagi hotel di Florence. Gila banget, 2 minggu cari hotel di Florence nggak dapat! Kami ingin dapat hotel yang deket SM Novella stasiun dan dekat historical places. Karena kami cuma punya waktu sebentar sekali. Pas lagi searching internet, Vinda nyusul…ya udah, kami akhirnya jalan berdua jam 11 malam lihat-lihat kota Madrid sekitar hotel. Asik juga jalan sama anak gadis…

Pas pagi sarapan kami ketemu turis-turis lain didapur, persis suasana di rumah. Vinda sempet ngobrol sama ABG dari Argentina, Grand Canaria. Vinda ketemu lagi sama gadis bule yang menawarkan minum air putih tadi malam. Rupanya di Madrid, air putih nggak bisa langsung diminum dari kran kayak di Belanda. Karena dia baik, makanan-makanan belanjaan yang ayah beli tadi malam, kita kasih ke gadis ini. Buat Vikra hostel ini menarik, dia bilang, kapan-kapan kalau traveling sendiri dia akan memilih hostel macam ini..

Yunich1@yahoo.com

Tidak ada komentar: