Anak -anak sudah ABG..

Ini nostalgia masa kecil anak-anak. Pas ABG, mereka mandiri tapi juga masih suka manja-manjaan sama ayah ibu sih. Ini foto lagi manja sama ayah kalau mau sekolah....(6 thn, Ann Arbor 2002)
Begini kalau lagi manja sama ibu...lendotan sambil nglukis karya Monet di Metropolitan Museum New York.

Gaya manja kakak?? Surga dibawah telapak kaki ibu....enak ya kak kaki ibu sambil dielus-elus kepala?

Sekelumit Weekend antara Sawangan-Leiden, 27-28 Oct 07

Sawangan : Tadi ayah bangun-bangun jam 10. Vinda yang bangunin..Dia bilang ayah belum makan kan?? Rupanya dia udah nyiapin nasi goreng buatan dia..hemmm!! “Tapi udah dingin nih yah”..katanya. Dia ambilin piring..emang laper, ayah habisin..Sambil nonton Aisyah..dia lihatin ayahnya makan..Dia lihat piring bersih..wajahnya sumringah!! Hahaha

Kemarin hari Sabtu Vinda ditempat Risti, Vikra ngeband. Vinda sudah ayah tawari. Nonton bareng-bareng ayah aja hari Minggu. Dia bilang:" nggak! Vinda mau jalan-jalan sama Risti. Ayah nggak ikut nggak apa-apa, katanya". Nah lo! Susah punya anak ABG!

Tadi pagi kerja bakti bikin fondasi kuburan. Sore ini pada mau nonton get married, tapi diajak ipung (Saiful Mujani) main badminton. Setelah badminton maem ikan di Wates, ama Ipung dan kak Uci. Beberapa minggu nggak main badminton badan pegel semua. Vikra akhirnya diajak nginep ama Berli (anak om Ipung-Bude Ikun di Puri Laras), Vinda dirumah. Ini lagi nemenin Vinda belajar matematika. Pusing ayah, gak bisa bantuin..he..he..nunggu Vikra.

(Ini bbrp sms ibu pas wiken: Tadi barusan ama Fuad Jabali di Leiden CS, nitip teh buah juga buat Vinda, ini lagi cari hot wheel buat Vikra. Kayaknya libur prioritasi anak-anak yang...diatur aja jamnya biar bisa dua-duanya. Kalau sepi mau chatting hayuk! Bilang viva juga, pas ayah libur prioritasin sama ayah or family day. Kan ama teman sekolah udah ketemu tiap hari di sekolah. Perut udah enakan, tapi kenapa kalau malam kambuhnya ya? Ada pemutaran film dokumentasi Marina ttg Yaman, tapi aras-arasen).

Visiting tante Miss Sultan Agung Semarang

At the mosque of Sultan Agung Semarang Central Java. Peace Vinda? (26 June 07)
Yuni's hard friends tante Miss and tante Fatra since 1983 at boarding school of Pabelan Magelang Central Java.

At Miskasari bakery owned by tante Miss-om Logika and lovely kids Aang, Vq and Qila. Congrats with 7 shops! Tante Fatra with her sweet daughters Vidia and Opie.

Sudut-sudut mengesan Colombus-Ohio




Vikra Dapat Pasangan di Artist Zoo Amsterdam

Amsterdam, 15 April 07
Ini semua hasil photography Vikra di Artist zoo Amsterdam. Pas dapat moment sobat-sobat Vikra lagi bermesraan. Ada kambing gunung, monyet dan kura-kura..semua berpasangan!

Selama di artis zoo ini giliran Vikra yang pegang kendali kamera, sampai kamera sempat jatuh. Tapi nggak apa-apa, yang penting Vikra Vinda berkarya.
Di Kebun binatang ini, Viva ibu jalan-jalan sama keluarga MARS (om Martua, Ahimsa,Rugun, dan tante Sandra).

Hangatnya rumah keluarga Saiful Mujani (Om Ipung)

Kenapa kami bela-belain main ke Ohio? Ya jelas, bude Ikun itu dah lengket sama ibu sejak dari Pabelan. Om Saiful (kami biasa panggil om Ipung), ayah, ibu itu satu kelompok study Formaci (tapi beda jauh angkatan). Lalu mereka menikah, ayah satu-satunya kawan yang dicomot dibawa ke Solo untuk mendampingi, kami pernah tinggal bersebelahan beberapa tahun di kontrakan Sanggar ayu jaman susah (sekarang jaman apa ya?).Jadi, walaupun salju tebal, kami nekad lari mengunjungi mereka dari Ann Arbor.
3 pasang, om Ipung (Saiful Mujani dan bude Ikun), Om Eep dan tante Aci, Ayah dan ibu...asik banget, datang dimasakin macem-macem, ada sop buntut, kepiting...pokoknya semua ada.
Kakak Putri dan Vinda. Waktu kecil, kami punya kesayangan manggil dengan mbak Enti. Vinda menikmati banget nih main berdua, dipakein kutek, didandani...betah lah..
Ini para cowok-cwo, Berlian Katulistiwa (berli putra om Ipung), Alam (putra om Eep) dan Vikra.

Ohio, Februari 2003

Cheesnut

By Vinda

Sawangan, 24 Sept 07

Lanjutin aja masak chessnutnya. kok katanya banyak yg ngambilin di pinggir jalan emang pohonya ada dimana? kayaknya gak pernah liat. teerus udah tau di rumput banyak kotoran anjing. vinda kayaknya lupa dech waktu kita beli chessnut sampe mau berantem*). kok ibu belum tidur sich? kan udah malem. bu, nanti vinda lebaran gak mau pulang kampung.

*) Note ibu: Ceritanya waktu di Istanbul dekat grand bazar, penjualnya mau memeras dan maksa kita untuk membayar dengan harga yg nggak masuk akal dan tidak sesuai dengan yang ada dipapan.

Gaya Kakak Sakti

Pokoknya nggak bisa diam....gerak terus!! sakti..bisa mengangkat apa saja (9 th, 2002)

Kangen taekwondo ya kak? Umur 5 tahun setahun ikut taekwondo tapi jadi anak bawang sabam pelatihnya. Sekarang ikut Tapak suci..ayo kak Deni! suruh lari 10 KM!! (2002)

Gaya Keren Kakak

Di balkon rumah Belanda Witte Rozen Straat 44, Leiden,
datang disambut salju (3 Feb 07)
Euromast tower Rotterdam, melihat view kota metropolis
dengan jembatan cantik Erasmus.

Nyanyi bareng dengan Bob Marley di Madame tussoud Amsterdam (April 07)

Vikra Masuk Majalah

Gamma, 17 Januari 2001
Home News Archives

Shinchan Diprotes, Shinchan Digandrungi
Komik Crayon Shinchan mengundang banyak protes. Ada yang menilai isinya berbau pornografi dan kurang ajar.
SETIAP ke toko buku, Murti Bunanta kerap menyempatkan diri ke kelompok buku bacaan anak-anak. Maklumlah, ibarat hidangan, buku cerita anak adalah makanan kesukaan doktor sastra anak ini. Dan, waktu berkunjung beberapa bulan lalu, mata Ketua Kelompok Pencinta Bacaan Anak itu "tergoda" pada sebuah komik yang agak lain. Soalnya, komik yang berjudul Crayon Shinchan, karya Yoshita Usui dari Jepang, itu disegel dengan stiker hologram original. Dengan demikian, isi komik yang edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Indorestu Pacific itu tak bisa dibaca sama sekali oleh calon pembelinya.
Meski begitu, untuk diketahui, para pembeli dapat membaca sampul belakang. Di situ disebutkan bahwa Crayon Shinchan adalah seorang anak taman kanak-kanak berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak seusianya, sehingga sering menimbulkan masalah pada orang di sekitarnya: ayah, ibu, guru, dan temannya.
Ini agaknya yang menarik perhatian dan sekaligus "menyebalkan" dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu. Dengan rasa kurang puas, komik tersebut tetap dibelinya dan ditelitinya. Kesimpulannya: komik tersebut menipu para pembaca. Sebab, komik itu menggunakan tokoh anak untuk mengungkapkan sikap dan pikiran orang dewasa. Karena itu, sebagai ilmuwan, ia merasa terpanggil untuk melindungi anak-anak Indonesia dari pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan komik Jepang tersebut.
Langkah awal yang dilakukannya adalah mengirim surat pembaca ke berbagai media massa. Tujuannya adalah memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa komik tersebut "berbahaya" bagi anak-anak. Ternyata, Murti tidak sendirian. Beberapa bulan sebelum ia mengirim surat pembaca, sudah ada dua orang yang menulis surat pembaca di harian Kompas, misalnya. Mereka mengingatkan para orangtua agar berhati-hati membeli komik untuk anaknya. Jangan sampai membeli komik Crayon Shinchan, yang katanya berbau porno dan kurang ajar, perangai yang tak pantas untuk anak usia balita seperti Crayon Shinchan. "Kami prihatin. Bila buku itu beredar di masyarakat luas, tentu akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak-anak," tulis pembaca tersebut.
Begitu pula orangtua lain. Bahkan, ada seorang ayah yang tersentak mendengar pertanyaan anak perempuannya yang berusia delapan tahun. "Apa, sih, playboy itu, Yah?" tanya sang anak dengan polosnya. Sang ayah tak menjawab, tapi malah bertanya, "Dari mana kamu tahu itu?" Sang anak yang bernama Vikra Alizanovic itu menjawab, "Rahasia, deh." Setelah ditelusuri, tenyata yang ditanyakan anaknya itu ditemukan pada judul Crayon Shinchan volume kedelapan, "Hm...hm...hm...Aku si Playboy Kecil", milik teman anaknya. Sejak itu sang bapak melarang si anak membaca komik yang sulit dipahami anaknya tersebut.
Kekhawatiran ini, tampaknya, juga telah merambah ke beberapa sekolah. Sekolah Dasar Harapan Ibu, tempat penyanyi cilik Sherina Munaf belajar, sudah lama melarang muridnya membawa dan membaca Crayon Shinchan ke sekolah. Soalnya, ada sebagian wali murid yang protes dan meminta sekolah membuat peraturan supaya murid tidak membaca Crayon Shinchan. Larangan seperti ini juga diterapkan di sebuah madrasah di kawasan Ciputat. Itu terjadi sejak ada laporan dari seorang murid yang menyebutkan bahwa di Crayon Shinchan volume I ada adegan pornonya.
Terakhir, protes semacam ini juga telah disampaikan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Umumnya, para konsumen tidak ingin Crayon Shinchan dijual bebas. Protes ini semakin memasyarakat setelah dua harian Ibu Kota mengangkatnya secara berturut-turut.
Protes terhadap Crayon Shinchan memang bukan hal baru. Jauh sebelumnya sudah pernah melanda Taiwan dan Korea Selatan. Bahkan, di negeri asalnya, Jepang, sekitar tujuh tahun lalu, komik Shinchan pernah menyulut kemarahan kaum ibu dan para guru. Tapi, sekarang, kemarahan itu sudah mereda. "Mungkin mereka sudah terbiasa dengan gaya komik tersebut," kata Masashi Nakano, salah seorang manager di Futaba Sha Ltd., penerbit Crayon Shinchan, kepada Shizuko Ito dari GAMMA.
Benarkah demikian isi komik tersebut? Untuk menjawabnya, silakan buka lembaran-lembaran Crayon Shinchan dari jilid 1 hingga 8. Di halaman 56 Crayon Shinchan volume 1, misalnya. Di situ terlihat adegan kedua orangtua Shinchan yang sedang menyalurkan kebutuhan biologis mereka tanpa mengunci pintu kamar. Sikap ceroboh ini, ternyata, mendatangkan akibat. Tiba-tiba Sinchan terbangun karena mau buang air. Ia lalu masuk ke kamar orangtuanya yang sedang asyik masyuk itu. Ternyata, dalam pandangan anak nakal yang lucu ini, ayah dan ibunya sedang bermain gulat. "Main gulat diam-diam, saya juga mau," kata Shinchan mengomentari keadaan orangtuanya itu. " Iya, ini gulat," kata sang ibu dengan terpaksa membohongi anaknya untuk menghindarkan malu.
Suatu ketika (volume ketiga), Shinchan bertemu Riyo Jualaku, 27 tahun, single, sales lady dari perusahaan Mayutsuba, yang berdandan menor. Tanpa basa-basi, anak polos ini bertanya kepada gadis tersebut, "Punya burung tidak?" Di buku lain, tampak Shinchan sedang menunjuk bokong seorang pramuniaga sambil bertanya, "Papa liatin ini, ya?" Pertanyaan ini membuat sang ayah tersedak, sehingga minuman yang ada di mulutnya tersembur ke luar. Lalu, sang ibu menasehati anak tunggalnya, "Crayon, kamu jadi anak baik, kan?" Sikap lembut ibunya ini disambut baik Crayon.
Nukilan seperti ini tentu masih banyak lagi. Tapi, ketiga cuplikan cerita di atas cukup menggambarkan "kepornoan" komik Crayon Shinchan yang memang tidak pantas dibaca anak-anak. Selain berbau porno, oleh pengkritiknya, komik ini juga menjual adegan kurang ajar terhadap orang tuanya. Contohnya, ketika pipi Shinchan dicubit ibunya, spontan ia memaki ibunya sebagai "nenek kejam". Terkadang Crayon juga mencemooh ibunya seperti ini, "Mama cantik, kulitnya kasar seperti kulit ikan hiu." Masih banyak lagi contoh lain.
Komik ini, tentu, tak akan mengundang protes bila tidak diminati anak-anak. Masalahnya, komik yang ilustrasinya terkesan asal-asalan ini ternyata digemari anak-anak. Coba lihat di Gramedia Bandung. Meski tidak menjual Crayon Shinchan, di toko buku terbesar di Jawa Barat ini cukup banyak orangtua yang menanyakan Crayon Shinchan. "Dalam lima menit ada satu orang yang menanyakannya," kata Lunardi Harianja, staf Kepala Toko Gramedia Bandung. Jika toko buku itu buka 12 jam sehari, jumlah yang menanyakan Shinchan ada 144 orang. Jadi satu minggunya, menurut penghitungan Lunardi, lebih kurang seribu orang yang bertanya.
Di Gramedia, Jalan Basuki Rachmat, Surabaya, penjualan komik Crayon Shinchan mengungguli komik lainnya. "Ya, lebih kurang dua kali lipat komik biasa," kata Gusmarinda, manajer toko buku tersebut. Karena laris, toko buku ini mengubah pikiran dari tidak mau menjual menjadi ikut memperdagangkan Crayon Shinchan. Padahal, di mata Gusmarinda, isi Crayon Shinchan agak kotor untuk anak-anak.
Peminat Crayon Shinchan bisa dilihat juga pada jumlah penonton film animasi Crayon Shinchan yang cukup banyak. Film yang ditayangkan RCTI setiap Minggu pagi sejak Juli lalu itu (26 episode) memiliki rating 9 hingga 11. "Ini berarti film tersebut ditonton sembilan hingga sebelas persen dari setiap 100 penonton," kata Humas RCTI, Murdjadi Ichsan, seperti dikutip harian Republika. Bahkan, menurut Murdjadi, banyak masyarakat yang minta jam tayangnya ditambah menjadi satu jam.
Daya pesona Crayon Shinchan pada anak memang tak dapat dimungkiri. Daya tarik ini setidaknya menghinggapi diri Wulan. Pelajar kelas 6 SD Kaliasin VII, Surabaya, ini mengaku suka kepada Shinchan. Katanya, "Itu karena bandel, tapi lucu." Ira, pelajar kelas dua sebuah SMU swasta di Surabaya, termasuk yang keranjingan membaca Crayon Shinchan. "Ia itu lucu, tapi lucunya beda dengan Doraemon. Lucunya gimana, ya. Lucu-lucu konyol, gitu," kata Ira memberi alasan mengapa ia suka pada Crayon Shinchan kepada Nurul Amalia dari GAMMA.
Tampaknya tak hanya murid sekolah yang menyukai Crayon Shinchan. Orang dewasa pun sangat suka. Itu terlihat, misalnya, pada diri Andi Yudha Asfandiyar, 34 tahun, Manajer Division of Children & Young Adults Penerbit Mizan, Bandung. "Saya suka membacanya. Komik ini cocok untuk orang seusia saya," kata pengamat komik itu. Di mata Andi Yudha, Crayon Shinchan adalah anak TK yang polos, lugu, dan lucu. Bila mendapat perintah dari orang dewasa (ibu, ayah, dan gurunya), perintah itu ia kerjakan menurut pandangannya sendiri, sehingga sering terjadi benturan.
"Ini wajar saja dilakukan anak seusia Crayon Shinchan yang masih polos dan dunianya adalah bermain," kata Andi Yudha. "Tapi, komik ini memang konsumsi untuk orang dewasa, kira-kira SMA ke atas," tambahnya. Soalnya, isinya mengkritik orang dewasa yang memandang anak kecil secara salah, bahkan meremehkan anak kecil. Lihat saja pada adegan di bawah ini.
Suatu ketika ayah Crayon berpesan kepada anaknya, "Crayon, nanti kalau ada orang mencari Bapak, bilang saja Bapak sedang pergi. Bapak ingin istirahat." Nah, ketika tamu datang, Crayon mengatakan kepada sang tamu apa adanya. "Kata Ayah, kalau ada tamu datang, suruh bilang bahwa Ayah sedang pergi. Sekarang, sebenarnya, ayah sedang istirahat," ujar Crayon.
Lalu, di mana letak kesalahannya? Bagi Yudha, kesalahan selama ini terletak pada cara pandang orangtua terhadap komik ini. Banyak orangtua beranggapan bahwa komik itu lucu, bergambar kartun, dan tokoh utamanya anak kecil --tanpa membaca isi cerita dan nilai-nilai yang dikandung komik tersebut. Itu berarti komik bisa dikonsumsi anak kecil, padahal belum tentu bisa.
Arswendo Atmowiloto, pengarang dan pengamat buku cerita anak, juga berpandangan demikian. Baginya, komik Crayon Shinchan tidak porno. "Komik Crayon Shinchan ini dianggap porno karena yang membacanya merasa anak-anak," kata Arswendo. Komik itu, menurut Arswendo, memang tidak pas untuk anak-anak, tapi untuk anak SMU tidak ada masalah.
Di negeri asalnya komik ini pada awalnya memang untuk orang dewasa. Itu bisa dilihat, misalnya, pada media tempat Crayon Sinchan pertama kali dipublikasikan ke masyarakat Jepang, Agustus 1992: Shukan Manga Action. Majalah mingguan komik aksi ini khusus buat orang dewasa. Itu pun penggemarnya kaum pria yang sudah bekerja. Tapi, dalam perjalanan waktu, pengemar menjadi meluas, dari anak kecil hingga orang dewasa.
Hal ini, tampaknya, tak lepas dari pengaruh televisi. Seperti dikatakan Arswendo atau Andi Yudha, bila tayangan cerita itu sukses di televisi, biasanya buku dan lainnya ikut sukses. Itulah yang dialami komik Crayon Shinchan, yang film animasinya ternyata sangat digemari anak-anak. Meski tidak paham terhadap isinya, anak tetap saja gemar membali buku Crayon Shinchan.
Karena itu, membaca komik ini, saran Andi, harus didampingi orangtua. Soalnya, di komik itu juga terdapat nilai-nilai yang baik. Misalnya, ketika melihat orang sakit, Shinchan membawa buah tangan. Namun, saat itu terjadi kekeliruan, yakni ketika oleh-oleh itu diletakkan Shincan di kaki si sakit. Nah, kekeliruan ini perlu dijelaskan.
Persoalannya kini tinggal pada penerbit. Seharusnya penerbit mencantumkan batas usia pembacanya, sehingga orangtua tidak "tertipu" dengan sampulnya yang bergambar anak kecil. Rupanya, hal itu telah dilakukan penerbit sejak jilid kedelapan.
Julizar Kasiri, Gagak Lumayung, Rika Condessy, Julie Indahrini, dan Seiichi Okawa
©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com
if(window.OAS_AD) OAS_AD('Bottom');

Gaya rajin ciadek

Rajin..tapi masih melet juga, perpus kelas Ann Arbor, Feb 2003

Anne Frank (bukan Ana perang), rajin nulis diary kalau lagi marah....sampai ayah, ibu, kakak, takut nama kita masuk di diary (6 th, 2002)
Mau bobo baca ya dek....boleh cun? (6 th)

Gaya Melet Ciadek

Gaya melet mau flying fox di Little farmer Bandung (8 Juli 07). Gaya melet cobra imut di pangkuan Kanguru, Spring Lisse (3 Mei 07)
Gaya Comodo lagi nggak melet di Taman tulip Keukenhoff Belanda (3 Mei 07)

Gaya Kaki Ciadek

Capek jalan ditaman Al-Hamra Granada....kaki jadi begitu..

Capek nuntun Luciano Pavaroti Italy (6 bulan sebelum Pavarotti meninggal, Feb 07)

Our lovely Jewish and Israel friends

Einath Fishban(prominent journalist from Israel and dad's friend at Michigan Journalis Fellows), Eyal and family (our neighbor). We spent couple times to enjoy barbeque at our back yard, we shared food and experieces and helped each other to taking care our kids. ( 2002-2003)


Alon, Vikra's hard friend. He had no time to breath..going to school, back home for few minutes, taking guitar course, foot ball course, swimming, taking care his 3 younger brothers and never-never stop activity. Great Jewish friend. Vikra learned a lot how Jewish people become so great, since they never stop struggling. He liked "sate"a lot during Vinda's birthday paty. Where are you now Alon? 5-3-2003

Alon's parents. His mother is doing Phd at the US. Just notice that Jewish in US and Israel are completely different. We discussed a lot about politic...nice neighbor. Thank to bring us to the the airport and did not let us touching our huge luggages!! You handled those things!

Dufan Ancol dan Geng Poci Melawai

Foto dibawah ini keluarga om Paijo (Om Khoiri, silucu serupa tp tak sama akbar akhyar dan Tante Dewi yang sering ingat vikra vinda kalau ada free ticket ) mereka sobat kami yang tak terhitung berlibur bersama. Dari Ancol, Ocean park, Alam Sutera swimming pool. Mereka adalah salah satu member geng melawai, keluarga besar persahabatan yang sering menyatukan kami berasik ria bersama: bermalam en ngrumpi di villa om Amran Sawangan, gantian saling berkunjung , atau janjian makan bareng di restoran (Danau Situ Gintung, Islamic Resto Depok, dll). Gold member poci Melawai lain yang juga selalu lengket : keluarga om Awan (Gaby yang klop ama Vinda dan tante Titin yg terinya lengket di lidah, dan senasib waktu ditinggal ke Libanon), Om Latif dan tante Ary (yg nggak bisa berenang tapi mau bikin kolam renang, dan harus bikin ya om tante..!!!), Om Wendy (Alif yang cute and smart dan tante Irna yg imut juga), om Sabur (Sena Aji sobat ABG Vikra dan tante Yati), Om Roges en fam (yg jarang ikut nginep), om Hadi en fam (berdua datang tapi gadis-gadis cantiknya jarang ikut), siapa lagi ya..pokoknya gang Poci Melawai (Gang ayah waktu di Metro TV, buat share ide, kesah dan desah..he..he..dan lama-lama menjadi happy big family) ....sayang nih nggak ada foto mereka...


Istana Boneka Dunia Fantasi, Ancol 2004..Akbar Akhyar..horrreee!!!
Selain mereka diatas, temen-temen ayah waktu di Metro TV ada tante Najwa Shihab (makasih atas dinner pas ultah dan diundang makan kerumah), tante Vivi Aleyda Yahya (asik juga ngobrol dan sesekali sms), tante Meutia Hafid (yg pernah diculik di Iraq dan ayah hampir berangkat), tante Sandrina Malakiano (Makasih Vikra Vinda dikasih foto, dan sori Vikra ngritik kalau bacain berita kok melotot-melotot), tante Lala dan tante Rika (sobat lama sejak di Gamma), siapa lagi ya..bukan lupa..menyusul..

Always Creative! at Prof Linda Liem's house Michigan

Vikra Vinda were free to play barong show provided by prof Linda Liem's. She brought from her far away town Singapore. Nice way to know Chinese culture...Jan 03

Again during Easter, we should show our expertise to paint eggssss...After that, Vinda sitting and chatting with kakak Mia at the kitchen...We miss you all (April 03)

School in Ann Arbor: Serba free

Makan di sekolah....bergizi dan free...(penjaga kantin selalu mengingatkan makanan halal)

Main di sekolah....lucu dan free! pagi buta sudah main. Tunggu dulu! Ini winter jam 9 pagi tapi masih gelap..


Bus sekolah, sampai depan rumah..aman dan free!!

Negara Amerika sangat memberi fasilitas yang luar biasa untuk pendidikan anak-anak. Sekolah adalah surga..
Vikra Vinda akan tulis sendiri tentang sekolahnya (menyusul)

Pangandaran beach Before Tsunami

Pangandaran beach.. just prima!!! (picture by dad: Muchlis AR)

This is our last trip to Pangandaran Beach West Java in 2004 when we had "keliling Jawa/ along Java trip" (before tsunami happened in this area in 2006).

Tapi ibu kalau main ke pantai susah menikmati, cenderung khawatir dengan ombak, karena pernah trauma. Padahal viva menikmati banget, apalagi ayahnya orang pantai juga. Mereka asik berkuda, berenang dan sport dipantai. Ibunya menunggu dikejauhan sambil was-was..dan sesekali ribut mengingatkan jangan ke tengah.

Kita sempat beli kerang raksasa disini...moga-moga bukan termasuk jenis yang harusnya dilestarikan...

Natural bath at Sukabumi River West Java

View of padi land and river at Pancawati Sukabumi West Java, 2003

Natural bath at the river from mountain water, always nice for refreshing and relaxing

This is one of our way to enjoy our weekend. We drive 4 hours from Jakarta to get this mountain area at Sukabumi West Java. Many things to do here, at the river we always pealing our body with the stone and Vikra Vinda are happy to find small animal water or playing with the sand. We could enjoy the traditional cottage along the river, eating Sundanese food and before sleeping we could drink "bajigur or sekoteng"made of ginger and traditional spices.

Very nice and simple weekend...if we come to Sukabumi, dont miss to have lunch at ibu Bunut Sundanese restaurant...we could enjoy more than 6 types of sambal. Hmm..unforgetable..


Rebutan Kursi di Resto Boat Captain John's Harbour

Toronto, 14 Feb 2003

Pengalaman mengasikkan dinner di restoran mewah diatas boat di Toronto. Nama Restonya Captain John's Harbour Boat, 1 queens quae west, Captain John's piers, Toronto Ontario. Seluruh fellows dan family dimanjakan makan disitu, bahkan untuk anak-anak disediakan ruang luas untuk bebas bermain, padahal biasanya ini ruangan untuk restoran. Kami orang tua asik dengan dinner lezat-lezat dan obrolan macam-macam, salah satunya ngobrol tentang Nike Adidas yang menyengsarakan negara miskin, karena upah murah, polutif, dan proteksi thd keselamatn buruh rendah sekali. Sementara pemakai Adidas/Nike bangga sekali sebagai simbol prestise.

Setelah makan, anak-anak pada main diruangan khusus. Vikra dan hanya dengan Vinda yang berkulit sawo matang disitu. Tapi kalau nggak PD bukan Vikra, dialah yang kemudian punya inisiatif memimpin game rebutan kursi temen-temen internasionalnya. Cara mainnya, jumlah kursi lebih sedikit satu buah dibanding pemain-pemainnya. Sehingga setelah berputar bernyanyi, dulu-duluan ndudukin kursi, dan yang telat nggak kebagian kursi dan dialah yang kalah. Yang kalah ini dapat hukuman menyanyi atau apa terserah kesepakan mereka. Padahal saat itu Vikra baru 2 bulan disana..tapi bahas Inggrisnya yang sedang-sedang, nggak membuat dia terganggu. Pokoknya PD!!

Komentar Welkaming Gang Jambu

Azwar Hasan ( Direktur Logica Aus Aid-Aceh): “Keren. kalo ada photo yang mendukung cerita lebih seru. Terima kasih sudah menyempatkan diri bersilaturahmi. Salam” (24 Sept 07)

Yanri Soebronto (Dokter spesialis internist Jogja): “Very good!. tidak banyak orang yang mau nulis segitu detail dan ekspresif. Thanks for the idea...groetjes”. (24 Sept 07)

Erry Chairiyah (Lawyer, advisor ABN Amro Belanda): “Dah liat foto2nya, lucu. Komentarnya juga lucu2, penuh cinta, cieeee!..btw...”(5 Oct 07)

Sandra Moniaga (Direktur HUMA, PhD Leiden): “wah... congratulations!!! hebat betul.. gw bacanya sambil ngebayangin muka viva dan yuni.. kadang-kadang2 juga muchlis. sering juga kebayang raisa, lies, suryadi dan erry... kalau rugun ahimsa sih udah nyeplok dimataku...Selamat dengan ide ini. terusin yun.. vik, vin.. lis.. masih banyak tulisan atau pengalaman yang belum dimuat tuh..salam” (24 Sept 07)

Omacan (Om Endutnya Viva di Jogja): “Apik apik blogspote mbak, sing nggawe artikele sopo? Opo ora teol uteke nulis somono mbane (terjemahan: Bagus..bagus! Siapa yg bikin artikel? Apa nggak pegel otak nulis segitu banyak)” (01 Oct 07)

Saeid Golkar (Ahli politik, Univ Teheran):” I saw your blog, it is in Indonesia but your pictures say a lot! Now I am in Tehran. At the first, I like to thank you very much for your kindness about me. I hope you and your family be ok, send my regard to your husband and children”. (15 Oct 07)

Helmiaty Kahar (Peneliti Ulama Melayu dan Dosen UIN Riau): “Wow... Senang sekali bisa bersilaturrahmi ke gang Jambu. Rumahnya teduh dan asri. Ma kasih ya sdh diajak refreshing”. (18 Oct 07)

Ratna Karuna (PhD Farmacologi, Swiss): “Taelaa... punya blog rek sekarang ;-) hhehehehe ....makasih ya link-nya ... aku baru baca bbrp ... bagus :-) trus alamatnya itu lho, gangjambu.blogspot. hahahah. Udah tak baca2 lho dari kemarin, cuma komentarnya belum, nyusul yah? dan ga bakal direvisi to? boleh komentar apa aja to? hehehehe....”(25 Sept 07).

Suryadi (Peneliti sastra dan dosen Univ Leiden): “Wah...gang jambu pake 3 bahasa: sugeng rawuh (boso Jowo), welcome (boso Nggiris), dan marhaban (boso Arab).Rame kali. Gang jambu memang hijau. Banyak gambar yang lucu2”. (15 oct 2007).

Lies Maniar (Mami Raisa, Calon Pengusaha Restoran Padang) : “gang jambu penuh romansa…Ceritanya seru ya.....”( 5 Oct 07).

Sue Heersink (Alumsi sastra Inggris/Perancis Unhas, Menikah dg peneliti Belanda): "Lieve Yuni, Vi en Va, dan Mas Muchlis.I really enjoy your blog... lucu dan menarik sekali. Kalo membacanya rasanya saya juga part of it. Keep writing. I will keep reading and follow your experience at anywhere and around the world. Blog ini jadi bacaan di waktu senggangku pengganti novel. Belum baca semuanya but I will do it again later on and soon .Zoentjes allemaal, Sue, Chris, Daniëlle and Annabelle Heersink". (22 Oct 07)

Nurizah Johan (Karib Pabelan, Redpel Riau Post):Yun, aku baru buka gangjambumu, asyik banget. Ternyata jam terbang yuni dan keluarga wow....hampir seluruh dunia. Mimpi kali ye...kalau kami bisa sepertimu. Kami cukup bangga punya temen kayak yuni, pokoke top abiz, biz! Tapi sayang, kapan naik hajinya, ke vatikan udah, mosok ke mekkah dan madinah belum? Aku yakin pasti sudah jadi agendamu mau kesana rame-rame bareng keluarga. Nunggu waktu yang pas ya? Lagi-lagi aku hanya kirim doa, semoga Allah meluruskan dan mempermudah jalanmu. Makin sukses, makin luwes, makin gres, makin mak nyos! (yang mak nyos untuk vinda kali, ya, calon koki handal. (22 Feb 08)

Sekolah dan Puasa Vinda

By Vinda

Sawangan, 29 Sept 07

Ibu, hari gene masih bangun tidur????????? Vinda belonnn mandi. DNA ibu maksudnya..Keturunan!!!

Vinda ranking 6, ngalahin 1 orang yg waktu kls 5 di kls unggulan. Vinda ulangan b. Arab dpt 9,60 dongxx. Vinda minta hadiah buku novel 3 biji sama ayah. Rencananya nanti sore ke Gramedia. Mau bgt hadiah dari ibu............................ hadiahnya terserah tapi jgn mengecewakan......ciuman rasa coklat, vanilla??

Disini ada sinetron baru habis sahur, iya namanya PPT (Para Pencari Tuhan). Tentang itu sih panjang ceritanya..

Puasanya ada yang batal 1 X, saurnya jam 6.00. Ibu dapetnya udah selesai blm?????

Vinda

From Vinda about the food

Cute trader of Rujak bebek (mixed fruit) at Puncak


By Vinda

Bu, Vinda habis dari Gunung Sinder, makan sop enak banget….! Syuuuuurp bikin mata melek. Terus ini sekarang Vinda di mobil lagi makan TAPE ULI..Enak banget sama beli BIKA AMBON. Dua-duanya sama legit. Bau bika ambonnya khaas bau pandan. Cepet kesini mumpung Tape Ulinya Lagi Anget! 10.12.06/13.12

Bu, kemarin Vinda habis makan NASI JAGUNG + IKAN+SAMBEL TRASI. Wuih sedapnya.Makannya masih anget loh! 20.10.07.

Catatan Vikra Mudik Lebaran

By :Vikra Alizanovic

Ini tulisan Vikra selama berlebaran di Kampung yang diketik di HP dan dikirim ke ibu di Belanda.

Cerita dari Solo: Canggih nyetir!
Skrg Vikra lbh sering gantiin nyetir ayah. Waktu itu dr Boyolali-solo. Trus nganterin akung uti keliling Batutengah lebaran. Trus nyetir Bojonegoro Ngimbang. Keren kan? I’m more skilled than u. And I don’t even have a license yet. Wee, 18/10/07, jam 22.

Nengok Rumah Baru Om Ahsan di Jogja (baca catatan diakhir paragraf)
Kursi ama tikernya kurang nyaman. Kayak tidur di tengah hutan. Tempat tidurnya sih lumayan..masih agak gerah..norak! pake dupa segala! Terus didepan rumah masang patung mirip yang punya rumahnya lagi! Di toilet pake naruh ulekan segala, emang sambil eé mau ngulek? Disamping sofa dipasang gentong rotan kayak tempat sampah. Mejanya dari kayu yang udah lapuk! Pokoke ndeso. 17.10.07/ 23

Di Lamongan Kampung Ayah:
Kita udah nyampe di Drajad di rmh pakde Tafif. Semua pada ngumpul. Td sempat ke Ngimbang, Mantup, ke bulik Roh, Kalitengah, trus ke Drajad. Anak-anak kecil udah tidur semau. 18.10.07/22.05

Perjalanan Pulang ke Jakarta:
Ibu minta di sms tiap 3 jam sekali? "Ya elah mami…masa’ 3 jam sih..tega banget, korting dikitlah ya? Take it or leave it..(20.10.07). 07.24

Kita udah sampai Pati. HP ayah udah gede, Vikra tidur, Vinda tidur, ayah nyetir nyalain musik gede-gede biar gak ngantuk. 20.10.07/ 08.09

Iya kita udah terima sms tante Misri, gak usah ibu sms kita juga udah tahu duluan. Tadi sebelum ibu sms, tante Misri udah nelphon. Kita sih pengen banget mampir. Tapi kata ayah dikasih tahu sama Ibu kalo tante Misri ada acara. Tahunya diundur demi kita..kok ibu nggak ngasih tahu kita. Ayah kan sibuk nyetir, jadi gak kepikiran ngontak tante Misri. Jadi kesimpulannya “gelo aku! Wong aku kepingin banget nok! . 20.10.07/12.54

Sekarang kita lagi makan Garang Asem di Pekalongan , tadi habis nyari baju tidur Vinda di kawasan Batik Pekalongan. Vikra sama ayah beli sarung Baru. Ini Mau ke Tegal ketemu om Bambang”. 20.10.07/14.50

Ini lg di Rest Area tol Cikampek, Ayah tidur, Vikra tidur-riduran, Vinda lagi maen HP (20.10.07/22.43)

(Catatan sedikit dari ibu: Padahal ayah punya komentar lain soal rumah om Ahsan: "Omahe Apik..ahsan lagi bikin pager rendah..apik..ono patung Bali loro apik..teras teko kayu yo apik..he..he. Dominan krem..coklat..kamar mandi kayak dapur luar kita. Kombinasi batu alam, kayu, krem..apik.) (17.10.07). 22.23

Vikra_gelap@yahoo.com

Nabi Daud di Florence Nggak Berbusana

Florence, 28 April 2007

Michellangelo square Florence with Daud/David statue by Michellangelo. We discussed a lot here, why Michellangelo's work mostly nude? Vikra stated;" to express natural aspect of human body, or might he was gay., and he repeated again that Michellangelo was expert on human body since he learned about the muscle and even by surgery from the died body. Dad and Mum thought about the eternity of the religious mission and purity values, and other possibility that might be at Michellangelo era, the nudity was not pornography.

Nice trip..learn about art and theology history in Italy.

Vinda bought funny Michellangelo pant for "kakak"and said: masak nabi kok telanjang? She planed to show it to Akung about how Westerner artist perceive the prophet of Daud/David with the freedom expression.

Woro-woro Blog Baru GG Jambu ke temen-temen

Tuesday, September 25, 2007

Hai..kami sekeluarga punya blogspot baru, buka ya: http://www.gangjambu.blogspot.com/. Awalnya surat-surat personalku untuk mas Muchlis selama anak-anak di Belanda (jadi maklum kalau kadang agak personal, agak GR as a parent, karena emang tujuannya biar mas Muchlis tahu detail keseharian anak-anak). Ada juga sekedar cerita traveling kami berempat di Eropa or Amrik, biar sodara or temen-temen yang belum bisa berkesempatan mengunjungi tempat itu bisa asik juga dioleh-olehin pengalaman. Tapi selebihnya untuk buka ruang buat Vikra Vinda biar latihan nulis. Tentu tulisan mereka belum banyak, karena ngrayu untuk nulis aja nunggu mood, kadang kecapekan sekolah dan mereka pilih tema yang bener-bener mereka suka. Tapi lucu-lucu tulisan mereka.

Karena ayahnya juga hobi nulis dan editor, ya udah deh..dia juga sering nulis dan njudulin surat-surat jadi provokatif. Lalu dia bikin blog ini....jadi deh....

ini belum tuntas..masih banyak yang belum dimasukin. Moga suka..ditunggu ya komentarnya. Love: Yuni, Muchlis, Vikra,Vinda.

Colloseum Roma

Colloseum ini dulunya gelanggang tempat orah raga dan adu manusia dengan binatang, terutama kalau ada orang terpidana, dia harus siap diadu dengan singa disini. Sudah ratusan abad..tapi tetap indah terawat (Roma, 28 April 07)

Venezia: Romantic Heaven

Enjoy Piazza Marco for hours, waiting light transition from the sun to stars, hearing live romantic piano. This city vibrates happiness...


Kita bikin foto-foto romantis sekali disini, foto ayah ibu berdua bagus-bagus tp mereka berdua marah kalau terlalu mesra, Vikra ngeluyur sambil bilang: you make me sick!"Vinda gak mau kalah:"Ingat umur". Jelang tengah malam kami berpijit ria sambil melihat gondola lalu lalang. Vikra Vinda dapat souvenir lucu-lucu, termasuk pinokio yang aslinya dari negeri ini. Ciao Venezia!

Ciao Bella Venezia

Panorama elegan, peace sunset dan gondola romantis...that stimulate Vikra to make this sweet pictures. Bella! Cantik!!
(Venezia, 27 April 07)

Menegakkan Menara Pisa


Samson of East Java, has been trained for years, expert to errect everythings. (Pisa, Italy, 28 April 07)
She has magical power..well! magical smile!! wish it works.










Frustrated, not able to errect Pissa! Akhirnya kok ikut doyong... Ok. Better back to Holland! Today!