Tampilkan postingan dengan label Trip/Tips Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip/Tips Kuliner. Tampilkan semua postingan

Aneka Minuman Buka Puasa



Sekedar hadiah kecil bagi pengunjung gangjambu, agar saat berbuka puasa tambah mantap dan cepat memulihkan energi, ini ada ide aneka hidangan pembuka, list aneka minuman yang bisa langsung di print dan ditempel di dapur, biar puasa tetap merona. Moga-moga bermanfaat.

  1. Kolak Pisang
  2. Es Kelapa muda(pakai gula merah atau syrop cocopandan)
  3. Es cendol/dawet
  4. Es blewah/timur suri
  5. Bubur mutiara
  6. Es Melon (melon dikerok atau diiris bagus, masukkan dalam syrop melon)
  7. Bubur candil/biji salak
  8. Setup nanas (gula pasir , kayu manis, cengkeh, direbus, pas mendidih masukkan nanas. Ini kesukaan almarhumah uti)
  9. Kolak ubi/singkong + cempedak
  10. Es sarang burung (agar putih saat sudah matang, dituang diatas es batu/ atau disaring seperti mie, lalu beri syrop atau gula)
  11. Es doger (spt kolak dg gula putih, buat agak kental, isian tape, roti,ketan hitam,dan ice cream)
  12. Es nata de coco + biji kemangi/selasih
  13. Es teller (santan manis, alpukat, nangka,kelapa muda)
  14. Ice coffee jelly (coffee mixed di beri es lalu isian memakai jelly/agar coklat dicacah)
  15. Bubur pacar cina (kata Vikra bubur Chinese girl friend)
  16. Es cincau
  17. Sop buah (es buah, melon, nanas, blewah, klengkeng, strwaberry)
  18. Bubur kacang hijau-ketan hitam (yang encer biar tidak terlalu mengenyangkan)
  19. Setup nangka (spt nmr 8)
  20. Es kolang-kaling (bagus ditambah isian lain spt nangka, natadecoco, dll)
  21. Bubur sumsum
  22. Es lidah buaya
  23. Sarikaya (kolak yang dikukus dalam bungkus daun pisang, tp pakai roti tawar)
  24. Es kristal (agar warna-warni di cacah dan diberi syrop, kata vinda kebagusan nama)
  25. Wedang ronde (air jahe gula, pakai isian kacang sangrai, mutiara, ronde, roti tawar)
  26. Es serai (rebus daun serai, rempah dan gula)
  27. Es palu butung Makasar (spt es campur tambah pisang)
  28. Es rumput laut segar
  29. Es cappuccino pakai kelapa bakar diiris (sekilas spt bandrek sukabumi)
  30. Hari raya idul fitri……dilarang buat es..takbiran lebih menyejukkan :)
Ucapan tulus kepada sobat-sobat khususnya pengunjung setia blog gangjambu.
Selamat memunaikan ibada puasa.

Sambal Goang



By: Vandana Mernisi

Biasanya kalau wiken kta makan di rmh makan, salah satu favorit kita di rmh makan Gandi* yang ada pecaknya. Tapi kalau disitu ibu mesen sambel goang terus. Vinda blm prnah nyobain. Br blm lama ini Vinda nyobain, rasanya enak ternyata. kata ibuku, dulu waktu hamil Vinda, ibu suka mual, bisanya makan pake sambel goang itu. Trus ibu manggil pelayannya (empok waiter Betawi),nanyain resep sambel goang. Katanya pake cabe rawit, asem muda, garam doang.


Kalo malam minggu kmren, Vinda ama keluarga keluar mkn di Pondok cabe tmpat nasi uduk enak **, disana banyak yang jualan buah-buahan. Trus habis makan kta beli jeruk Bali. Harganya beragam-ragam, ada yang 10 ribu 3, tapi kcl-kcl. Ada yang 5 rb satu, yang paling mahal 8 rb satu. Yang 8000an itu gede-gede. kta beli yang 8 rb satu. Trus kita pulang mampir beli martabak. Martabaknya enak, dulu sih rame, skr sepi. Nggak tau kenapa. Sebenernya toppingnya enak, tapi lapisan adonannya krng lembut. Trus kita pulang, tapi bannya kempes, mampir ke tambal ban. Nyampe rumah buka pintu ada Melon (kucing) nungguin depan pintu. Ini kebiasaan Melon, kalo nggak ada orang, dya nungguin kta-kta didepan pintu terusss.


Ket tempat (note ibu)
* RM gandi di pintu masuk Sawangan Golf (200 meter dri perempatan Bj Sari ke arah Depok).
** Nasi uduk Betawi di pintu masuk geria Muliatama Jl Raya Gaplek -Pdk Cabe, sisi luar airport Pelita Air service Pondok Cabe

List Sarapan Pagi

Ini list biar gak pusing nyiapin sarapan anak, dan mungkin bermanfaat buat pembaca, biar sarapan anak variatif. Tempel di kulkas biar kita atau PRT (bagi yang perlu asisten) juga gak kebingungan nyiapin sarapan. Yang penting siapkan bahan dalam kulkas dan ajari cara membuatnya. Idealnya anak buat sendiri sih yang gampang-gampang (tapi Viva untuk sarapan tinggal siap santap:)

 Roti bakar/toast pakai selai-keju.
 Nasi lauk (udang saus tiram/bandeng presto/daging/tempe goreng sambal kecap dll)
 Roti cedar (celup dadar) : celup di telur susu dan dadar dg mentega oles.
 Schotel mie /makaroni (Mie/makaroni mateng dikasih telur, tambah daging cincang, daun bawang, bumbuin lada, bwg bombai dan bwg putih ) lalu oven atau dadar kering. Kalau kepepet bisa indomi berikut bumbunya..tapi mie idealnya sebulan sekali aja masuk rumah. Tapi prakteknya, bocah-bocah di sekolah ngaku beberapa kali maem mie..allaaaahh!!!
 Bubur kacang ijo
 Sandwich (2 roti diisi sosis/burger atau daging tipis, diberi saus pedas/mayonise). Burger/daging asap or kaleng tidak disarankan sering-sering.
 Bubur ayam (suwiran ayam dan kuah bumbu yg terbuat dari kaldu, lada, bwg putih)
 Burger (mayonise-saus dan salada-tomat)
 Nasi Chicken nugget/ayam goreng (biasanya ayam diungkep bumbu sudah siap distock di kulkas, tinggal goreng)
 Kentang panggang keju (kentang utuh diiris salib atasnya dan diberi keju, ikut iklan TV)
 Nasi uduk dengan sambal, lauk (bakwan, empal, bandeng dll), semur dll. nasi uduk simple kami: waktu rebus nasi di magic jar, tambahkan santan dan/atau kaldu, garam, daun salam. Lalu sambalnya pakai sambal pecel yang udah jadi, tapi ditambahkan air dan cabe sedikit lagi.
 Spagetti (bawang bombai, bwang putih, saus dan sambal tomat, tambahkan tomat blender), Bisa juga pakai spagetty, makaroni atau pasta lainnya).
 Ketan Betawi (ketan dimasak di magicjar dengan santan dan daun salam) lalu pakai sambal kacang and lauk atau parutan kelapa atau bubuk kedelai/srundeng/abon ikan.
 Lasagna (ini buatnya susah,kami juga malas bikin), sebetulnya persis bikin spagetti, tapi pakai lembar lasagna, dan sausnya tambah cream keju)
 Nasi goreng (seafood, baso, ayam, dadar)
 Tahu tek (Lontong, tahu goreng, toge, pakai sambal kacang dan petis)
 French fries (kentang goreng)
 Somai (Kentang, tahu, telur, baso dikukus), kasih sambal kacang dan saus-kecap.
 Panekoek (dadar tipis terigu,susu,telur) sajikan dengan madu, selai, dll.
 Ketoprak ( lontong, bihun, tahu goring, toge) dikasih sambal kacang dan kecap.
 Cereal susu dan telur setengah matang.
 Omelet telur campur jamur/wortel/buncis
 Bubur ketan hitam
 Sushi (nasi jepang buatnya nasi campur ketan, cuka gula lalu dibuat seperti lontong isi ikan or telur dibungkus Nori/kertas rumput laut dan diiris, pake saus kokimen or wasabi lbh ok)
 Orak arik (buncis dan wortel iris tipis, campur dengan bumbu sup, tumis dan masukkan telur)
 Nasi tim (kasih hati ayam berbumbu).
 Bihun/mie goreng (pakai baso, daging, sayuran, dll)

Apa lagi ya...??? tambahin dong idenya...

# Sajikan dengan susu-jus/buah-teh manis. Viva susah minum jus pagi hari, padahal bagus banget harusnya.

# Saat anak olah raga, pilih yang padat dan bersumber tenaga.

Warung Sayur Besan


"Parfum, Dua.."
"Aspal, Tiga.."
"Sekring, Empat.."
"Lebaran, Satu.."

"Enam Puluh Delapan Ribu!"

Cari di manapun, gak bakal ada orang jual parfum digabung aspal, sekring, apalagi "lebaran"!!??

Warung makan langganan Gg Jambu yang satu ini memang beda. Tepatnya, warung makan masakan Betawi. Lokasinya di sebuah pojok, becek bila hujan, macet kalo siang, di bibir area macet pertigaan Pasar Parung.

Keluarga Gg Jambu nemu warung yang nyelip karena tidak terlihat langsung dari pinggir jalan (tertutup kios-kios kecil pedagang buah, es, dll, dari seorang kawan).

Tapi warung ini setiap hari, terutama jam makan siang, selalu penuh. Menu andalannya, sayur besan. Namanya aneh memang. Bagi Gg Jambu juga begitu. Konon sayur besan ini bagi warga Betawi dimasak spesial menyambut besan (acara kawinan). Semacam lodeh (orang jawa timuran), tapi ada bahan khususnya, telor tebu, su'un,kentang plus pete!

Menu andalan lain, sop dan semur daging. Semua menu ini, disajikan dengan tambahan sambel spesial warung ini: sambel kacang, dipadu kecap, dan jeruk nipis.

Dengan lokasi di pinggir jalan yang selalu macet, di area mojok yang agak semrawut, dengan semua menu disajikan dengan sambel hot, membuat suasana makan siang di warung ini khas. Meski kerap kepanasan, pengunjung yang dari berbagai kelas, dari yang bermobil mewah, hingga tukang ojek pinggir jalan, semua makan "khusyuk". Minjam istilah seorang pengujung setia Gg Jambu, "Kalau sudah begini..Mau tenggelam, tenggelam Deh!"

Selain menu yang nikmat, suasana panas yang khas, yang membuat warung ini lebih terasa "lain" ya soal "parfum, aspal, sekring, lebaran," tadi..

Karena nama-nama menu yang khas ini, ritual akhir menghitung apa yang kita makan, menjadi sentuhan lain sendiri. Kalau kita sudah mau bayar, salah satu pelayan akan menghampiri meja kita. Dan mulai menghitung. "Aspal, satu. Parfum, dua. Sekring, 4. Dan seterusnya"

Dengan suara keras. Karena sang pelayan menghitung menu-menu yang kita makan, agar didengar oleh pelayan lain di belakang. Pelayan di belakang ini yang menjumlah sambil melayani. "Enam Puluh Delapan Ribu"..hehe ..tak perlu kalkulator pokoknya!!

Penamaan menu yang "keblablasan" ini bukan untuk rahasia-rahasiaan. Bukan untuk mengelabui kita. Yang ada, malah kita dan orang-orang yang makan di situ, ikut sibuk menghapal..:)

Sekedar mbantu pengunjung blog Gang Jambu yang tertarik nyoba warung ini, berikut sedikit "kamus menu" warung ini: yang disebut aspal adalah daging empal. Sekring : nasi kering. Parfum? Pete!. Lebaran? Semur daging!.

Masih banyak istilah lain. Ada menu "dua lapan", "Rame", "Batu Manis", "gulung", pokoknya banyak yang aneh-aneh..

Gak percaya? Coba aja..:) -- ayah--

Burger dan Koes-koes Jawa

Burger Jawa? He..he.. ini adalah jadah dan bacem yang disusun dan akan jadi makanan legit gurih manis yang ngundang mau dan mau.. Kalau di Jogja yang paling enak versi Omacan adalah jadah bacem mbah Carik yang kita bela-belain ke Kaliurang.

Nasi Thiwul adalah makanan proletar dari pedalaman Solo Jogja wilayah selatan yang gersang. Tapi kini menjadi trend baru dan masuk hotel segala. Sekilas mirip Koeskoes tapi dari Cassava alias singkong. Dimakan dengan apa aja masuk, mau sambal bawang atau jangan lombok alias lodeh super pedas atau krengseng (parutan kelapa dengan tumis petai China atau dengan cabuk (essense minyak wije) yang dipepes pedas..atau dengan ikan goreng dll..sedaaapppp pokoknya!!

Kuliner Pantura: Nasi Jamblang & Garang Asem

Bingung cari makan di Pantura? Kalau kami selalu rela menahan lapar biar bisa mampir di Palimanan Cirebon dan tuju desa Jamblang tempat asal nasi Jamblang. Apa sih nasi jamblangitu? Yang membuat khas adalah sambalnya, terbuat dari irisan cabe merah besar, lalu pilihan lauknya beragam ada cumi, bistik, semur, gorengan dan tempat makannya dari daun jati dengan porsi nasi kecil-kecil. Penjualnya ada yang keliling ada yang menetap. Terakhir makan disana, iseng nanya cara ngasih harganya, rupanya nasi sekepal-kepal dalam bungkus daun jati itu 750,-, sambal jamblang persendok 1000,. kalau lauk lain mirip harga-harga ditempatlain. Waktu berangkat kami sarapan jamblang dan pulangnya juga makan malam yang sama cuma beda tempat. Yang lucu pas sarapan Vinda tidak mau keluar dari mobil karena pakai celana tidur batik, takut disapa orang, "wis ngepel nduk?".

" Udahlah, cari maem yang pasti-pasti aja". Begitu anak-anak nggak mau pusing memilih tempat makan di Pekalongan. Karena garang asemnya, nasi Megono, sayur tomatnya sudah melekat di lidah banget. Ini generasi kedua. Warung makannya sederhana disekitar alun-alun Pekalongan, tapi sangat terkenal, bukan hanya masuk TV atau media lain, tetapi memang unik, seperti yang sudah dijelaskan dulu, garang asem ini dari urat kerbau yang empuk dan tidak berlemak. Warnanya mirip rawon dengn kluwek, tetapi bening mirip sup iga dengan cabe utuh dan bumbu serba dibakar. Disruput sedappp...

Resep Donat Empuk

By Vandana Mernisi

Cara bikin donat, bahannya kentang 3, trigu stengah kilo telornya 3. Caranya kentang direbus ampe empuk, trus diulek ampe alus..trus kasih terigu, diaduk ampe rata trus masukin gula ama telor trus kasih pengembang..Dibentuk tunggu ampe ngembang... trus digoreng deh. Topingnya terserah..Kalo Vinda sih meses.

Note ayah (sms ke ibu): Gipain yang? Barusan pesta donat Vinda. Kali ini empuk. Ini ayah bawa bekal buat badminton segala. Jangan minta yak! Segala !! he.he..

Coes-Coes

Sore-sore, bosen maem ini itu, nyoba bikin coes-coes ahh.... Ini adalah makanan timur tengah, sejenis nasi tiwul yang dicampur nasi jagung. Jadi berbutir-butir kecil, bertekstur lembut kayak tiwul tapi agak mapyur mirip nasi jagung. Warnanya sekilas mirip tiwul tapi butirannya lebih kecil. Coes-coes ini terbuat dari semacam biji-bijian, dikonsumsi masyarakat Timur tengah. Pohonnya mirip daun bawang/bakung (kayaknya sih... belum nemu gambar yang sophisticated)
Cara membuatnya agak complicated kalau mau sesuai resep ideal. Ibu nanya serius dengan kawan sekantor pas makan malam bareng, Loubna Al Morabet dari Marokko dan Firdaus Oueslaty dari Tunisia. Cara idealnya kus-kus ditaburi air sampai lembab tapi tetap mapyur, dikukus, 1/4 matang ditaburi air lagi, setelah 1/2 matang dikasih butter/blueband, 3/4 matang dikasih semacam kunyit khas timur tengah/ spices, telur dikocok, sehingga betul-betul lembut. Biasanya perlu 4 jam untuk memasak ini, kata Loubna. Orang-orang Marocco terutama di pedesaaan masih melakukan ini. Biasanya air rebusan dibawahnya dimanfaatkan untuk merebus umbi atau daging atau sayuran yang perlu lama merebus.

Karena orang Belanda ini agak "miskin" kuliner, jadi lidahnya kaya rasa, mereka curious untuk mencoba aneka makanan dari berbagai dunia. Pertama coba coes-coes ini, diundang kawan Gustaaf orang Belanda di Lamenschan. Dia juga buat cuci mulut dari pear yang dioven dengan manis. Kembali ke migrant and food exchange, jadi datangnya migrant Marocco juga mengundang orang Belanda untuk mengkonsumsi makanan mereka. Toko Marocco beterbaran dimana-mana, termasuk slagerij/pedagang daging terkenal adalah Marocco. Coes-coes juga sangat populer di Belanda, tetapi dimasak dengan cara lebih simple, cuma direbus dengan air mendidih 7 menit, dikasih butter dan jadi!

Lauk untuk makan coes-coes ini dengan sayur yang ada kacang-kacang (peaschick), dibuat semacam curry atau lodeh, lalu ada meat ball butiran daging yang dibikin semacam rendang lembab (berkuah sedikit agak pedas manis), dan pakai salad mint atau bit merah. Kalau tadi malam ibu makan pake kebab buatan sendiri (ayam panggang diiris ditambah bumbu sukaan lidah sendiri, cukup dengan bawang goreng, kecap manis dan cabe kering, sedikit lada).

Sekawan Serasa

Indonesian=International food. Ini dengan kawan-kawan kantor. Imel ibu ke ayah: "Tadi malam diajak keluar ama temen kantor, tadinya semacam undangan balasan dari Fateme Sadeghi temen Iran yang mau balik, tapi ada temen lain juga Sarah dari Berlin dan pacarnya Philip. Pas makan, tiba-tiba males ama menu belanda, pada ngajak makan di resto Indonesia, akhirnya ke resto Surakarta leiden, pada suka banget! Tapi ya bener-bener tak jelasin sejarah dan cerita makanan, sampai geografinya segala. jadi depan pintu itu kan ada peta, jadi cerita deh asal /letak-letaknya, lalu pesan makanan sengaja tak pilihin yang mewakili pulau dan kulturnya, rendang (dari Sumatra, cerita sejarah makanan ini dulu untuk haji dll), semur (Betawi Jawa), Lodeh rebung(jateng/solo), Ikan bumbu bali. Jadi detail cerita setiap pulau. Saking canggihnya jadi guide, gak boleh bayar, ditraktirrr.....ini foto yang pertama di kafe minum teh, trus pindah maem di Surakarta...Btw, Sarah ini baik, kalau kita ke Berlin,disuruh nginep dirumahnya...Fateme ini tokoh perempuan Iran yang ngetop.






Sambal Manado "termahal" dari Jogja sampai Leiden. Ceritanya Lily Ahmad sobat Pabelan (hakim, tinggal di Jogja asli Manado), nanya pingin dikirimin apa ke leiden via Abi yang mau ke Belanda. Nah, seperti dapat angin segar kan? Karena tante Lily ini dulu di Pabelan selalu rutin dapat kiriman sambal ikan roa manado. padahal tante lily sibuk banget, tapi sambal langsung dari tangannya bisa menemani suapan demi suapan ibu di leiden. makasih banyaaakkkk...

"Soal nanya aku mau dibawain apa??he..he..makasih banyak say.... sejujurnya satu yang aku kangenin, sambal kering manadomu itu lho..tapi nggak tahu Abi mau gak dititipin sambal segede indomie.... santai aja say....tawaranmu itu dah bikin aku senang, barang bisa nomor 2, bisa kapan-kapan.....tapi kalau abi mau bawa, ya suka bangetttt!!

Lily: "Soal sambel,,,,,sekarang lagi "fuso cabe", cabe rawit langka,itu juga kalau ada, padahal untuk sambel Manadoku (ceile...) harus pake cabe rawit, dan so pasti susah ada di pasaran, kecuali cabe yang agak besar (tapi bukan cabe keriting). Nanti kalau aku ke kantor Mungkid, aku coba nyari di pasar Borobudur, kadang ada yang bawa dari gunung. Ini juga untung-untungan.Oke jeng....berdoa aja, moga-moga cabenya ada dan adi mau bawa, walau tidak segede dus indomie, tapi segede dus obat nyamuk, hehe...."

"Yun, sudah ketemu Abi? Hehe.....nyuwun ngapunten, aku kemarin buat sambelnya mendadak, pulang kantor baru bisa buat, itupun harus nyari tutup blender yang ketlingsut dimana. Biasa.....pembantuku kalau nyimpan apa-apa, tutupnya di utara, wadahnya di selatan. Mboh!! pake filosofi apa doiku itu. Akibatnya aku habiskan waktu sejam untuk nyari plus bersihkan dapur". (email 18-28 Agt 08)


Sambalnya sudah sampai, langsung aku undang Abi dan satu temenku untuk nyobain rame-rame..enak banget, sampe menggeh-menggeh!! Abi juga suka, waluapun dia menyerah katanya "pedes banget mbak...aku nggak kuat"sambil beberapa kali minum. AKu ama temenku mah nambah terus, sampai kancing celana dilonggarin.


Tinutuan, bubur Manado. Awalnya, ngrengek bilang kangen bubur manado sama tante Sandra, eh... ditengah sibuknya nulis, nyempetin nyelipin janjian masak bareng di castil cantiknya Zoeterwoudse Singel 78. Sedap.... jadi bubur manado ini sehat banget, persis bubur biasa, tapi bumbunya serai dan garam, lalu sayuran macam bayam kangkung kemangi dan konon aslinya pakai daun pepaya,selain itu karbohidratnya juga nano-nano, bukan hanya nasi, tapi ditambahin jagung, singkong dan labu kuning...yang bikin seru, harus pakai sambal segar (biasanya sambal terasi) dan ikan asin. Huhhh...nikmat. Inspirasi menikmati minggu pagi sekeluarga di gang jambu... Ini foto rame-rame tante sandra, tante Lies om Sur, Raisa (lagi asik main sendiri).


Empek-empek & Haring : "mbak, aku mau kesitu, aku beliin empek-empek dari 17-an di den Haag kemarin". Udah berusaha nawar mau ambil kerumahnya, tapi nggak mempan. Jadi udah dioleh-olehin, diantarin.... manja banget nggak sih? empek-empeknya enak, lekker. Bedank tante... Ama tante Lies ini sering juga meluangkan sabtu bareng, dari menikmati haring sampai berlarut duduk di Delifrance...

Shrimp dumpling di New King (NK) Zeedijk Amsterdam. Ini makanan favorit ibu di Belanda, kalau lagi habis ada kelas atau diskusi ama profesor, langsung janjian dadakan (seringnya) ama tante Deasy atau tante Erry dan menjadi tambah asik ngobrol ngalor ngidul. Shrimp dumpling ini juga trick untuk menghadiahi diri sendiri kalau habis lelah nulis. Happy from small thing.. /yc

Makanan Solo-Baturetno (Kampung Ibu)

all pictures taken from google images
Serabi atau srabi adalah makanan khas Surakarta, jadi bisa kita dapati di sudut-sudut kota Solo atau wilayah kota-kota kecil Surakarta lain, termasuk kampung ibu di Baturetno. Dipojok perempatan Baturetno, pagi-pagi nikmat sekali menunggu antrian mengililing tungku srabi, melihat kecekatan dan konsentrasi pedagangnya memastikan puluhan wajan serabi tidak gosong. Serabi ini terbuat dari tepung beras, gula, pandan , santan dan toppingnya ditambah inti santan. Kalau di Solo kota, yang paling terkenal adalah Serabi Notosuman, Vikra suka sekali, dan dia menyebutnya Serabi Noyorono. Di Pasar modern BSD juga sudah ada sekarang. Serabi ini bisa tahan 24 jam asal dikemas tidak saat panas, jadi kalau naik pesawat kami berani bawa oleh-oleh ini ke Jakarta. Teksturnya lembut, padat dan mengakhiri sisi tengah dengan santan kental dan rasa manis ringan... cantik rasanya.



Nasi liwet adalah cara khas orang Jawa (non pisisir kayaknya) untuk menanak nasi, dengan menggunakan kendil. Kendil panci diatas dari baja tebal untuk menstabilkan suhu panasnya. Seni bikin liwet ini adalah memastikan kalori karbohidratnya tidak menguap karena sejak awal tidak ada sedikitpun air yang dibuang, kecuali mau bikin Tajin (air beras untuk susu tipu-tipu keluarga proletar pada masa dulu). Sehingga kecermatan estimasi air dan berasnya musti pas, dan disini kunci nikmatnya, kenapa nasi liwet menjadi harum, karena terkungkung panas dan aromanya sejak awal. Nasi liwet menghasilkan dua produk makanan, selain nasinya yang bisa lezat dicampur dengan side dish/lauk pauk lodeh labu, bacem, telur pindang, krecek kulit pedas, liwet ini juga menghasilkan Intip atau kerak nasi yang menempel didasar kendil. Cara memisahkannya, segera letakkan sisi luar kendil panas kedalam air , dan pasti mudah terkelupas. Lalu kerak ini dijemur dan digoreng menjadi snack lezat. Uyut uti Nduwet (ibunya akung) rajin bikin intip ini dan buat oleh-oleh ke cucu-cucunya. Intip ini sekarang sudah dibuat lebih massive dan jadi oleh-oleh khas Solo, Vinda menyebutnya "helm".

Ampyang, gula kacang yang bisa kita dapati di banyak tempat. Tapi ampyang kampung ibu bisa juga dari irisan kelapa sebagai pengganti kacang, dibentuk lempeng atau bulat dan bisa dari gula Jawa dan gula pasir/putih yang diberi pewarna merah jambu yang ranum. Gula Jawa? lucu juga ya...ini penakhlukan dan labelling Jawa terhadap gula merah/palm sugar.

Tengkleng, ini makanan favorit ayah. Bisa mudah didapati dari pedagang keliling (pakai sepeda atau digendong, lengkap dengan tungku penghangatnya), kalau di Solo kota yang terkenal dekat pasar klewer katanya. Kalau di terminal Wonogiri di pojokan bis Jakartanan (arah Jakarta). Gulai ini dari kikil, tapi kalau Solo agak manis dikit dan tidak pakai rempah....jadi lebih ringan dan tidak mahteh (tidak neg).

Jamu gendong, ini adalah icon kampung ibu. Sehat dan menyegarkan. Tinggal nunggu di teras, tukang jamu lewat hilir mudik, mau pagi atau siang juga ada. Bahkan tetangga sebelah rumah akung (lik Sumini-Sidal), juga penjual jamu, sampai dulu jam 4 pagi, bunyi mereka ndeplok/menumbuk jamu seperti weker pembangun pagi para tetangga.

Makanan lain kalau lewat atau pulang ke Gedawung Baturetno yang nggak boleh ketinggalan:


1. Jangan lombok , ini makanan rumahan, sejenis lodeh, tapi 50 % cabe. Cara mengiris cabenya juga butuh skill tinggi, karena tidak pakai alas, cukup dipegang tangkai kecil cabenya dan diiris menyerong dengan cekatan. Serem kalau tidak terbiasa. Jangan (sayur) lombok ini bisa dicampur dengan tempe, kacang panjang-terong, atau ati dll. Yang bikin sedep adalah tambahan bumbu tempe bosok (busuk), tempe yang difermentasi berlebih dan jamburnya justeru postif mengandung antibiotik kata sebuah artikel. Bude Kaptin adalah pemasak jangan lombok yang top, selalu mengantar semangkok kalau ibu pulang...Sedap habis!! Masakan rumahan lain, oseng-oseng tempe (uti yang sekarang, enak banget kalau bikin oseng-oseng), botok mlanding (petai China), bongko gode (sejenis botok dari kacang ungu khas kampung ibu), ayam bumbu rujak (uti almarhumah selalu bikin spesial ayam ini terutama kalau bulan puasa, semacam balado, tapi banyak daun jeruk dan serainya), trancam (urap mentahan), bobor (lodeh dengan tempe busuk, yang canggih masak ini mbah Niti, pembantunya uyut), oseng buah pepaya mentah, dll... Daun kenikir, beluntas dan kembang Turi atau bunga pisang juga bisa jadi sayuran lezat dan sehat di kampung ibu.

2. Pecel mbah Tumiyem (utara MIM TanjungAnom gedawung), masih pakai bungkus daun Jati dan ini sudah generasi kedua. Omacan hobi ngiras (makan ditempat) didapur mbah Tumiyem ini.

3. Sate masak : Baturetno adalah kota kecil penghubung jalan nadi Solo Pacitan, jadi kotanya hidup 24 jam, dan penunggu malam ini adalah pedagang sate bakar atau sate masak yang sangat terkenal. Nyaris semua rasanya standard antara satu penjual dengan penjual lain. Sate masak, apa itu? Mirip tongseng, tapi lebih pekat hitam dan tanpa sayuran. Ladanya extra sehingga merasuk nikmat ke daging. Dulu uti almarhumah sering menambah lauk makan malam dengan sate masak ini, dan ibu yang sering disuruh beli dan harus bilang : "meniko utusanipun bu Bardus"(bahasa Kromo artinya: ini orderan uti ...halah-halah.... emang kalau dibilang utusan uti dapat apa ya? Kayaknya juga tidak lebih banyak, atau mungkin dipilihin daging yang lebih bagus atau sekedar untuk menyenangkan penjualnya saja).

4. Sego kuning (nasi) dengan gudeg kuning Giriwoyo atau mbok Dayat tengah pasar Baturetno. Dulu nasinya dikepal gulung sebesar bola pingpong dan dibungkus/pincuk dengan daun Jati. Gudeng Mbatu (cara menyebut Baturetno) ini pakai kluwih (sejenis nangka muda tapi lain), pepaya muda dan jerohan ayam yang dibungkus daun pisang dan ikut dimasak didalamnya. tentu ayam kampung, telur, tahu, tempe ikut masuk dalam kuali raksasanya ini. Huhhhh mantavvvv rasanya..

5. Warung Kimpling dan bu dayat (nasi ramesan), timur jalan sebelum dan sesudah perempatan Baturetno kalau dari arah Solo. Juga ada tahu kupat (ketupat) disepanjang jalan itu. Ayah, omacan habi malam-malam cari makanan ini...selain juga ada hek (warung gerobak dorong dengan lampu senthir remang tapi makannya enak-enak)

6. Sego thiwul sambel bawang: nasi thiwul ini dari ubi semacam kus-kus makanan Maroko, cara biknnya rumit, ketela singkong ( casava) dikelupas, dijemur dan jadi gaplek. Dari gaplek ini juga bisa dibuat snack Gathot kalau diiris dan dikuku, atau kalau ditumbuk, diguyeng (camur air sedikit untuk membuat putiran pasir, lalu dikukus. Gaplek adalah makanan tradisional yang dulu untuk masyarakat minus, tapi sekarang terjadi transisi eksotisme of Thiwul, yang bisa kita dapati di hotel sekalipun. Thiwul ini yang khas disantap dengan sambal bawang. sambal bawang ini terbuat dari cabe rawit merah 10, bawang sesiung, garam, jelantah/minyak goreng bekas yang masih panas. Lalu pilih lauk suka-suka, mau gorengan atau ikan, dll, dan pakai lalapan timun atau kol....Yang paling enak warung menu ini di desa berat Giriwoyo (forgot the precise name, will let you know soon).

6. Jajanan pasar/oleh-oleh khas lain: tempe kripik yang besarnya bisa seperti tegel (20 x 20 cm), brem (sari tape) berbentuk lempengan coin besar, jenang sumsum, jenang grendul (bubur biji salak), dan jenang pati garut (sari umbi Garut), dan godril (kwaci mini dari pohon trembesi). Bravo Baturetno... Viva Gedawung....

Makanan khas Lamongan (kampung ayah)

All pictures taken from google images.
Buah Siwalan, pohonnya seperti kelapa atau palem, buahnya dari luar juga mirip kelapa, tapi isinya seperti kolang-kaling yang lembut tapi getas. Sari buah siwalan atau ental ini juga bisa untuk minuman tradisional semacam tuak atau sake yang dijual didalam tabung bambu. Tapi buah entalnya juga lezat dibuat dawet dengan gula aren murni. Kalau jalan disepanjang pantura Lamongan, akan kita dapati warung dawet ental ini yang rasanya khas dan membayang.

Jumbreg, namanya memang aneh. Terbuat dari tepung beras/ketan yang diberi santan dan gula merah. Rasanya seperti kue talam atau apem, tapi ini lebih kreatif, karena mengemasnya didalam contong/terompet yang dibuat dari lilitan helai daun kelapa/Siwalan. Model contong ini kalau di Jawa tengah biasa dipakai untuk terompet tradisional anak-anak. Jumbreg...humberg (hamburg)..mirip-mirip, biar mudah ngingatnya... :)

Soto Lamongan. Nyaris mirip dengan soto di tempat lain, tetapi soto Lamongan ada dua jenis, yang bening putih dan yang kuning. Yang kuning ini lebih populer dan menasional. Rasanya lebih unik karena ada irisan telur dan kadang dicampur dengan remah-remah tumbuk krupuk udang, dan yang bikin khas seharusnya soto Lamongan hanya menggunakan ayam kampung. Kalau soto bening, biasanya menggunakan lontong/ketupat. Di daerah Karanggeneng Lamongan ada soto ketupat yang enak sekali. Yang unik, Lamongan terkenal dengan pecel lelenya, tetapi, kontradiktif kalau di Lamongan sendiri, tidak semenjamur di kota lain. Anehnya ada satu kampung yang bahkan mentabukan makan lele, karena ada mitos bahwa pernah ada perampok sakti yang baik hati suka menolong rakyat, saat dikejar musuhnya dia menyamar menjadi lele dan minta warga melindunginya...

Rawon? Semua pasti tahu, ini masakan Jatim, bukan hanya Lamongan. Tetapi tidak afdol kalau sampai melewatkan rawon ini kedalam list makanan khas kampung ayah. Rawon adalah sejenis sop daging dengan bumbu kluwek hitam yang bikin harum aroma dan rasanya. Mbah bu almarhumah selalu masak rawon yang nikmat disamping deretan masakan rumahan lain seperti kare cumi, tumis cumi hitam, botok lele, asem-asem kikil, iwak pe sambel korek, dll. Sedaaappppp...


Makanan lain yang perlu dicicipi kalau lewat Drajad/Lamongan:

1. Sego boranan (depan stasiun Lamongan) : nasi dengan sejenis balado ikan pakai santan kental. Tetapi yang membdakan adalah ikannya yang khas yaitu ikan/iwak sili (bukan silly), kecil panjang kayak anak belut tapi pendek. Gurih dan bumbunya meresap ke tulang. Penjualnya berderet duduk pakai gendongan bambu dan tampah (nampan bambu).

2. Sego jagung (nasi jagung) , lengkap dengan ornamel sambal terasi, ikan asin, gorengan dan sayur asem/lodeh. Langganan kami didepan WBL (Wisata Bahari Lamongan), rumah bambu tradisional, tapi rame, bersih dan masaknya tajam ndeso.

3. Warung wak bola : Ini semacam hek (warung makanan serba-serbi), enak buat sarapan dan susu kedelainya wangi. Wak bola mangkal dekat perempatan Drajad.

Cobain Kuliner Swiss

Inilah makanan khas Swiss, yang paling terkenal adalah cheese fondue, keju leleh. Idenya "ÿang tua (keju) dimudakan lagi". Fondue aslinya dari bahasa Perancis fondre (melting/leleh) yang populer untuk pesta th 50-70an khususnya di Swiss. Yang paling tradisional keju leleh ini dipakai untuk dip/cocolan roti. Tetapi belakangan ada juga chinois fondue (chinese fondue) yang sudah dimodifikasi dengan aneka sayuran, buah, seafood, daging yang dicocol ke keju.Resep aslinya menggunakan alkohol, agar kadar protein dalam keju tidak larut karena terbakar. Fondue sendiri konsepnya memang melelehkan keju dalam massif pot (pot bersama) atau kerennya dicocol rame-rame. Th 1964, bukan hanya keju saja untuk fondue tapi juga bisa coklat. Viva dan keluarga Mars pernah berfondue ria di leiden buat ngilangin penasaran Vinda :).Oh ya, makan fondue ada etiketnya: garpu panjang nggak boleh kena lidah/bibir kita, idenya biar higenis karena akan nyelup ke pot/kuali lagi. Kalau makan daging, dipindah ke garpu dulu. Jangan mencocolkan lagi makanan yang sudah digigit. Bahkan kerap kali ada rule/game kalau sampai menjatuhkan roti kedalam pot keju itu, kalau cowok harus membeli 2 botol wine, kalau cewek harus mencium cowok sebelahnya (kok beda ya?). Lalu sering juga dibuat iseng anak-anak muda, kalau sampai menjatuhkan potongan roti kedalam keju, yang bersangkutan harus terjun kedanau bersalju saat winter hanya dan hanya dengan celana dalam. Wow..owww...seru ya!!

Yang juga khas adalah Rosti, kentang serut yang dibikin dadar. Nyaris mirip tortilla patata masakan Spanyol, tetapi tidak pakai telur. Dan rosti ini dimakan dengan side dish lain, ayam,sosis atau apapun. Ini pesanan tante Ratna, kami saling coba....


Raclette (bacanya raklet), masih tentang keju yang dilelehkan. Tetapi cara melelehkannya dengan diapit pemanas besi (panggangan segitiga itu lho..) lalu lelehan yang jatuh ke piring tersebut dipakai untuk dressing/siraman makanan kita; mau kentang, sayur, buah atau roti... Kami coba pesan raclette ini di Luzern, berdua harganya sekitar 35 FR, nyebelin kalau di rupiahin, tapi wajar untuk harga di Eropa.


Ini makanan siap santap yang dijual di supermarket. Kami cuma memfoto tapi tidak beli. Makanannya lucu-lucu, ada belut asap, burger potong yang ditumis, cabe acar keju, cumi mentah dalam olive oil, keju biru dengan paprika, pokoknya macam-macam.

Kangen pedas! Percaya nggak, waktu minta chilli rupanya pelayannya bilang "sambal"? lalu menyodorkan toples bertuliskan "sambal oelek"(sambai ulek), wow, internasionalisasi makanan Indonesia nih!Moga-moga mereka tahu ini dari Indonesia.


Ini pesanan teman-teman lain, sosis yang ditemani semacam kacang raksasa. Teman sosis bisa roti, kentang salad, kacang-kacangan, dll. Kalau udah gini, baru terasa..masakan Indonesi memang kuaya raya dan rasa....

Sebelum pulang, kami makan siang di resto khas Swiss yang inti menunya adalah sosis. Untung ada sosis dari daging kambing dan dengan salad kentang yang super asem. Tapi penting untuk mencoba apa saja... Ini lunch terimakasih dan perpisahan buat nyenengin tante Ratna yang udah jadi nyonya rumah, guide yang super zupper dan sudah masakin ini itu...Makasih banget..rasanya ingin kukirim se-kwintal pete untukmu...:) Juga makasih untuk kawan-kawan Zurich yang baru kenal beberapa jam serasa sudah beberapa bulan: Ccl D-ry Manda yang membuat renang menjadi mungkin dan asik, U-din-Rachel yang berbagi sore dengan cerita dan traktirannya, Josq Ccl dengan sajian Sushi sins dan cerita sins-sins yang mencerdaskan, Nadt Tany walaupun sekilas ketemu tapi kalian enak jadi teman dan juga nama-nama lain yang pasti baik-baik. Zurich circle moga-moga tambah erat.
* foto pot fondue dari browsing

Menyeruput Kopi Kampoeng Banaran




Salatiga Central Java, 27 Juni 08.
Ngopi langsung dari perkebunannya? Hemm..kenapa nggak. Coba mampir ke Banaran Cafe. Cafe ini lokasinya di tengah perkebunan kopi, di lereng gunung merbabu, persis di bibir jalur Semarang-Salatiga.

Ngeteh di perkebunan teh, kami sering. Tapi, ngopi langsung dari perkebunan, baru kami coba di Cafe Banaran ini, akhir Juni lalu.

Kopinya, jelas nikmat. Nyeruput kopi --plus pisang goreng-- juga bisa di playing-ground yang konturnya berbukit dan cukup luas. Mau metik kopi sendiri, sekalian keliling perkebunan, dan menikmati view lereng merbabu dan telaga rawa pening, tersedia field-transportnya.

Buat nglepas penat, habis nyetir di siang bolong..
Pas lah..

muchlis_ar@yahoo.com

(ini sms dari ibu waktu ayah habis posting ini: "he..he.. lagi online ya..postingnya dah baca,cerita juga liburan yang diganggu ulat, dan jujur siapa pelaku kejahatannya?". Penulis posting diatas tidak jujur, bahwa disela-sela minum kopi itu ada ulet ijo guede buanget..lalu ayah vinda kakak, terutama ayah seperti dapat anugerah! langsung cari sasaran, siapa lagi kalau bukan ci-ibu. Huh, dikejar-kejar buat ditakutin! mereka ketawa-ketawa tidak manusiawi!. Pas habis terima sms diatas, oknum disebrang sana menjawab dengan enteng: "yang soal ulet nggak mau nyinggung ah, takut ada yang nangis".

Makan di Yogya: Sambal mbak Sasha

By : Vandana Mernisi
Waktu itu panas terik banget..waktu sudah menunjukkan jam makan siang…Tapi karna g tau makan kemana jadi, kita ikut aja kemana om Ohsan pergi...Maksutnya mobil kita berada dibelakang mobil om Ahsan. G tau kemana…,tiba2 kita masuk ke suatu gang sempit..di gang sempit itu terpampanG tulisan “RUMAH MAKAN MBAK SASHA”. Vinda tebak pasti kita kerumah makan itu, satu2nya rumah makan di gang itu..Tapi jangan salah tempatnya rame lho…Khasnya disitu ada berbagai macam sambel..Pokoknya apa aja ada dech!... Vinda bingung mo mesen apa..jadi biar g mesen yg aneh2 vinda mesen sambel +ayam bakar+nasi bakar..Poqoqé MAKNYUSS…


(note from Ibu: Semua tulisan anak-anak tidak ada sedikitpun yang kami edit biar subjeknya muncul. Ini bahasa gaul Vinda, "g" adalah gak. Tulisan ini diketik di HP dan diupload kemudian. Karena menulis dengan membuka komputer terkadang bikin anak merasa ribet. Jadi teknologi HP bisa dipakai, karena anak bisa menulis kapan saja dan dimana saja. Btw,sambal mbak Sasha berlokasi di sekitar Karang Malang Jogja kalau tidak salah jalan Flamboyan).

Sambal Cibiuk: Icon of Garut

By: Vikra Alizanovic

"Panas di mulut, adem di perut" (Hot in the mouth and cold in stomach)

After a nice night sleep in oom Jannur’s and Tante Mimien’s house, we’re planning to spend our full day exploring Garut. First, we’re going to find a nice breakfast spot. We decided to go to Bubur Ayam Pak Sofyan. Tante Min is going to go with us as a guide, while oom Jannur must go to work. But we have planned to meet each other to have lunch together at Cibiuk Restaurant.

Cibiuk restaurant is known for its Sambal or Chilli. Sambal Cibiuk is known for its extraordinary and extreme spice, but it doesn’t cause stomach-ache. "Panas di mulut, adem di perut" said Om Janur.

That’s weird, because this Sambal is very hot, and the hotter a food is, the worse stomach-ache you get.