Warung Sayur Besan


"Parfum, Dua.."
"Aspal, Tiga.."
"Sekring, Empat.."
"Lebaran, Satu.."

"Enam Puluh Delapan Ribu!"

Cari di manapun, gak bakal ada orang jual parfum digabung aspal, sekring, apalagi "lebaran"!!??

Warung makan langganan Gg Jambu yang satu ini memang beda. Tepatnya, warung makan masakan Betawi. Lokasinya di sebuah pojok, becek bila hujan, macet kalo siang, di bibir area macet pertigaan Pasar Parung.

Keluarga Gg Jambu nemu warung yang nyelip karena tidak terlihat langsung dari pinggir jalan (tertutup kios-kios kecil pedagang buah, es, dll, dari seorang kawan).

Tapi warung ini setiap hari, terutama jam makan siang, selalu penuh. Menu andalannya, sayur besan. Namanya aneh memang. Bagi Gg Jambu juga begitu. Konon sayur besan ini bagi warga Betawi dimasak spesial menyambut besan (acara kawinan). Semacam lodeh (orang jawa timuran), tapi ada bahan khususnya, telor tebu, su'un,kentang plus pete!

Menu andalan lain, sop dan semur daging. Semua menu ini, disajikan dengan tambahan sambel spesial warung ini: sambel kacang, dipadu kecap, dan jeruk nipis.

Dengan lokasi di pinggir jalan yang selalu macet, di area mojok yang agak semrawut, dengan semua menu disajikan dengan sambel hot, membuat suasana makan siang di warung ini khas. Meski kerap kepanasan, pengunjung yang dari berbagai kelas, dari yang bermobil mewah, hingga tukang ojek pinggir jalan, semua makan "khusyuk". Minjam istilah seorang pengujung setia Gg Jambu, "Kalau sudah begini..Mau tenggelam, tenggelam Deh!"

Selain menu yang nikmat, suasana panas yang khas, yang membuat warung ini lebih terasa "lain" ya soal "parfum, aspal, sekring, lebaran," tadi..

Karena nama-nama menu yang khas ini, ritual akhir menghitung apa yang kita makan, menjadi sentuhan lain sendiri. Kalau kita sudah mau bayar, salah satu pelayan akan menghampiri meja kita. Dan mulai menghitung. "Aspal, satu. Parfum, dua. Sekring, 4. Dan seterusnya"

Dengan suara keras. Karena sang pelayan menghitung menu-menu yang kita makan, agar didengar oleh pelayan lain di belakang. Pelayan di belakang ini yang menjumlah sambil melayani. "Enam Puluh Delapan Ribu"..hehe ..tak perlu kalkulator pokoknya!!

Penamaan menu yang "keblablasan" ini bukan untuk rahasia-rahasiaan. Bukan untuk mengelabui kita. Yang ada, malah kita dan orang-orang yang makan di situ, ikut sibuk menghapal..:)

Sekedar mbantu pengunjung blog Gang Jambu yang tertarik nyoba warung ini, berikut sedikit "kamus menu" warung ini: yang disebut aspal adalah daging empal. Sekring : nasi kering. Parfum? Pete!. Lebaran? Semur daging!.

Masih banyak istilah lain. Ada menu "dua lapan", "Rame", "Batu Manis", "gulung", pokoknya banyak yang aneh-aneh..

Gak percaya? Coba aja..:) -- ayah--

Tidak ada komentar: