Tentang TV


Pada dasarnya kami penganut kaum yang berfikir bahwa TV jangan masuk kamar anak. Karena beberapa hal, pertama TV dikamar hanya akan "mengamarkan" anak, anak akan keasikan sendiri dengan dunianya di kamar, dan ada kecenderungan kalau bermasalah akan lari kekamar dibanding menyelesaikannya. Kedua, kohesi antar keluarga menjadi terganggu karena anak akan memilih acaranya sendiri di kamar. Ketiga anak tidak terbiasa share untuk saling debat atau mengalah menentukan acara atau saling komentar yang ditontontonnya. Rule/aturan itu berjalan mulus hingga suatu kali TV Tuti PRT kami tak terpakai (karena dia pulang kawin) dan karena anak-anak mulai bobo sendiri, jadi merasa perlu ada bunyi-bunyian pengantar tidur. Kami awalnya bersikukuh, tetapi anak-anak mulai merengek dan protes " We wanna have our own room that we can bring our friends and enjoy our talk or even watch TV there. Please...!!". Akhirnya perjanjian temporer TV boleh masuk kamar kami perpanjang sekalian ngetest disiplin mereka kapan hidup dan kapan mati.

Vikra menyalakan TV rata-rata pas mau tidur, kecuali pas dia mau main PS dengan adiknya atau temen-temennya. "NGapain sih pada suka banget ama kamar Vikra"? Keluh dia kesal-kesal senang kalau kami ngerumun di kamar dia, jadi living room pindah ke kamarnya. Kalau Vinda yang masih perlu diajak negosiasi, karena durasi nonton dia kok lama ya? " Bu, Vinda tuh kalau belajar dimatiin, nonton juga sebentar aja pas pulang sekolah buat istirahat nunggu kursus". Pokoknya banyak alasan. Tontonan kesukaan dia rata-rata ttg jelajah, explorasi, acara anak, music dan kuliner.
Tapi yang menarik, pas sambil nonton kami diskusi..dan celetukan dia kadang menarik. 2 hari lalu pas nonton bedah rumah RCTI dimana orang miskin tiba-tiba dapat rumah bagus,dia bilang :" kenapa sih nggak dibantu cari pekerjaan yang lebih baik, kalau dia kerja kan anaknya bisa sekolah, hidupnya lebih baik, bisa bikin rumah! Kalau dikasih rumah tetep kerja susah jadi pemulung, percuma aja rumah bagus". Kemarin pas nonton acara "Kalau aku menjadi" dimana orang kota berperan dan ikut jadi orang susah, ibu tanya ke dia, " ciadek, kalau kamu jadi produser acaranya, apa yang kamu mau bantu ke mereka?". Vinda nyeletuk " daripada dikasih sembako, kompor gas, listrik gitu, mestinya kasih aja tempat tidur dulu, kan anaknya sakit paru-paru, karena lembab tidur dibawah terus". Hmm..gitu???

Tidak ada komentar: