Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ke Italy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ke Italy. Tampilkan semua postingan

Nabi Daud di Florence Nggak Berbusana

Florence, 28 April 2007

Michellangelo square Florence with Daud/David statue by Michellangelo. We discussed a lot here, why Michellangelo's work mostly nude? Vikra stated;" to express natural aspect of human body, or might he was gay., and he repeated again that Michellangelo was expert on human body since he learned about the muscle and even by surgery from the died body. Dad and Mum thought about the eternity of the religious mission and purity values, and other possibility that might be at Michellangelo era, the nudity was not pornography.

Nice trip..learn about art and theology history in Italy.

Vinda bought funny Michellangelo pant for "kakak"and said: masak nabi kok telanjang? She planed to show it to Akung about how Westerner artist perceive the prophet of Daud/David with the freedom expression.

Colloseum Roma

Colloseum ini dulunya gelanggang tempat orah raga dan adu manusia dengan binatang, terutama kalau ada orang terpidana, dia harus siap diadu dengan singa disini. Sudah ratusan abad..tapi tetap indah terawat (Roma, 28 April 07)

Venezia: Romantic Heaven

Enjoy Piazza Marco for hours, waiting light transition from the sun to stars, hearing live romantic piano. This city vibrates happiness...


Kita bikin foto-foto romantis sekali disini, foto ayah ibu berdua bagus-bagus tp mereka berdua marah kalau terlalu mesra, Vikra ngeluyur sambil bilang: you make me sick!"Vinda gak mau kalah:"Ingat umur". Jelang tengah malam kami berpijit ria sambil melihat gondola lalu lalang. Vikra Vinda dapat souvenir lucu-lucu, termasuk pinokio yang aslinya dari negeri ini. Ciao Venezia!

Ciao Bella Venezia

Panorama elegan, peace sunset dan gondola romantis...that stimulate Vikra to make this sweet pictures. Bella! Cantik!!
(Venezia, 27 April 07)

Menegakkan Menara Pisa


Samson of East Java, has been trained for years, expert to errect everythings. (Pisa, Italy, 28 April 07)
She has magical power..well! magical smile!! wish it works.










Frustrated, not able to errect Pissa! Akhirnya kok ikut doyong... Ok. Better back to Holland! Today!


Basilica, St Piedro Vatikan

Foto: Vikra dg bantuan tripot


Sambil melepas lelah di St Piedro Basilica, kami berbincang tentang buku Davinci code dengan gereja Roman ini. Ayah sibuk menjelaskan karya Dan Brown dan kata ayah serasa riil banget pas datang langsung di pusat dunia Roman katolik ini atau Mekahnya orang katolik sak dunia. Disinilah Paus tinggal dan meninggal. Biasnya mereka dimakamkan didlam gereja juga.


Didalam st Piedro ada karya Pieta Michelangelo, yang sejarah pembuatannya penuh perjuangan, mengambil batu besar dan bagus dari gunung, dipahat dengan sangat cermat. Untuk menghasilkan patung yang bagus, Michelangelo sampai ikut bedah mayat untuk memahami anatomi manusia. Makanya patung-patung karya dia sungguh hidup, berotot, urat dan sempal-sempal daging manusianya nyata betul.

Yunich1@yahoo.com

Menyambangi karya Michellangelo di Vatikan



Sistine Chappel Vatikan, Pemotret nekad!
28 April 07



Setelah semalam suntuk bermalam di kereta malam dari Venezia ke Roma, jam 7 pagi sampai di Roma. Langsung drop barang di locker dan langsung menuju Vatikan yang jeraknya hanya 30 menit dari kota Roma. Kami fikir antrian untuk masuk Sistine Chappel tempat diadakannya pemilihan Paus, hanya ratusan meter. Rupanya 1 kilo lebih, dan deretan antrianny 4 jajar. Tapi untuk tidak masuk sayang, karena kami terutama Vikra penasaran dengan karya Michellangelo dengan fresko (lukisan dinding) Last judgment dan patung pieta di St.Piedro. Setelah hampir 4 jam mengantri dengan tenaga yang hampir habis, kami akhirnya masuk juga ke Museum dan Sistine Chappel yang sangat magis. Semua pengunjung diajak muter-muter lihat aneka koleksi museum, dan jarak 3 KM jarak tempuh kami baru sampai ditempat inti Sistine Chappel tersebut. Semua orang diam...tidak boleh ada suara,tidak boleh ada kamera. Kami ternganga keatas menyaksikan fresko dikubah gereja tentang last jugdement (pengadilan terakhir) digelincirkannya Adam dan Hawa/Eva ke dunia. Kami tidak membayangkan bagaimana karya lukis seluas itu bisa dibuat dengan melukis dipucuk ketinggian dan telentang bertahun-tahun. Vikra menjadi guide kami, dia tahu detail sejarah Michelangelo karya apa saja, sejarah awal dia menjadi pematung dan pelukis, kenapa lukisan banyak yang tak berbusana, hubungannya dengan gereja, kehidupan pribadinya, dll.

(kakak Vikra yang akan tulis ttg Sistine Chappel ini)



Tapi rupanya, secara diam-diam ayah memfoto..itu diatas jepretannya, kabur...tapi lumayan.....



Yunich1@yahoo.com