Tampilkan postingan dengan label Moment Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moment Penting. Tampilkan semua postingan

Akung yang mengkhawatirkan

Berita mengagetkan
"mbak, bapak koma, masuk UGD Yarsis, Usahakan pulang secepatnya". Sms dari Om Ahsan sekitar jam 8 pagi (Selasa, 25 Mei 2010) ketika ibu baru mau masuk airport Swarnabhumi Thailand untuk melanjutkan penerbangan ke Nepal-Kathmandu untuk sebuah acara dan ibu kebagian presentasi mewakili Komnas Perempuan. Aneka rasa muncul, untung ada kawan Jane McGrory yang dengan cekatan mencaikan tiket pulang ke Indonesia dengan Singapore Airlines, setelah mencoba cari beberapa maskapai lain yang tidak memungkinkan terbang dalam waktu dekat ke Jakarta. Yang unik, tas sudah terlanjur masuk bagasi dan ikut terbang ke Nepal.
Sms lain dari Noli sekretaris ibu yang memforward sms dari mas Muchlis menyusul: "Noli, ini suami Yuni. Aku coba kontak simpati Yuni gak bisa, kasih tahu bapak masuk rumah sakit lagi, koma". Lalu ibu balas update bahwa akhirnya dapat pesawat jam 12.20."Ati-ati yo mbak tetep tegar" sms dari om ahsan, disusul dari om Daris, terbaca dari Singapore saat transit: "kasihan bapak mbak, gak bisa ngungkapin maunya, dan sekarang sering nangis dan kayaknya tadi kesakitan waktu dimasukin selang lewat hidung buat masukin nutrisi, karena gak bisa nelan, airpun gak bisa, kasihan mbak, aku nggak tega". Sempat panik juga waktu di Thailand mau balas tidak ada pulsa, jadi akhirnya minta ayah dan Noli untuk transfer pulsa, jalan jauh cari wifi, dan dengan email akhirnya bisa kirim minta pulsa untuk membalas sms ke Om Daris: "bilangin bapak aku dalam perjalanan pulang, jam 12an pesawat brkt. Aku dari jauh berdoa terus, moga-moga tangan gusti Allah ngeman bapak, diringankan sakitnya dan aku dikasih kesempatan untuk merawat bapak". Sepanjang diatas pesawat ibu cuma bisa melantun lirih doa sambil membiarkan sepuas mungkin airmata menderai. Yang penting nanti didepan bapak tidak menangis, harus kelihatan kuat biar bapak juga kuat. karena bapak paling tidak suka lihat anaknya menangis.
Bertemu Orang baik saat-saat sulit
Di Jakarta ayah siapin cari tiket pesawat ibu dari Jakarta ke Solo tp kelihatannya tak terkejar dengan pesawat terakhir kecuali ke Jogja ada Garuda jam 7. Persis jam 6.5 pesawat ibu mendarat dan di imigrasi ibu langsung bypass lewat krn emergensi tanpa ngantri. SAmpai counter Garuda sudah habis, kecuali mau antri di standby tiket mengandalkan mereka yang gagal terbang karena telat atau mencancel. Ibu antri di standby tiket, Ibu ceritakan ke petugasnya bahwa ibu dalam situasi emergensi, kelihatannya ada penumpang lain yang mendengar percakapan ibu, lalu ada 2 penumpang yang langssung mengalah untuk mendahulukan ibu. Luar biasa, jalan hidup ibu selalu dimudahkan, terutama saat-saat genting begini selalu dikasih kemudahan. Akhirnya bisa terbang dan ayah dengan Vikra Vinda yg sudah nunggu di Bekasi (yg berjaga incase ibu nggak dapat tiket pulang bareng), akhirnya jalan bawa mobil.

Di Pesawat ketemu dg Buya SyafiĆ­ Maarif mantan ketua PP Muhammadiyah. Ibu ajak senyum dan waktu turun ibu kejar. "Buya, saya Yuni, alhamdulillah saya dapat amanat terpilih sebagai ketua Komnas Perempuan sejak 3 bulan lalu (Maret 2010)". Buya langsung menyalami, selamat ya, berarti anda melanjutkan bu Saparinah dan Na..Kama (Maksudnya Kamala)."Iya buya. Tetapi saya mengejar buya kapasitas saya sebagai individu, saya putri pak Bardus Syafaat dari Baturetno. Bapak pernah cerita buya dulu pernah mengajar di ST Baturetno, kebetulan waktu muda ayah saya juga pernah mengajar disitu dan ingat buya. Beliau juga berjuang nelateni Muhammadiyah di situ. Jadi beliau kirim salam untuk buya, dan mohon doa, karena bapak sekarang sedang kritis di Yarsis Solo". Buya termenung dan jelas gurat duka diwajah beliau."duh, saya berdoa, moga-moga kesehatannya membaik. Sabar ya. Sampaikan salam untuk bapak. Saya bangga ketua Komnas Perempuan dari Baturetno". Anda kuliah dimana? "Sedang menuntaskan PhD di Univ Amsterdam buya, mohon doanya juga". Kata buya, "luarr biasa orang Baturetno ini, ayah anda pasti bangga. Dimana beliau dirawat?". Di Yarsis Buya... Akhirnya kami berpisah dalam hening.

Ayah-Akung yang berhati nabi

Sesampai di rumah sakit, senyum bapak yang 4 hari lalu ibu temua saat menjengung sesudah dari Semarang (menginap 2 malam), sudah tidak ada lagi. Yang ada adalah wajah sakit yang luar biasa, tergolek tidak bisa apa-apa. Bapak seperti tidak percaya melihat anaknya sudah tiba. Dengan menahan dalam ibu berusaha kuat dan mengusap-usap bapak, berdoa usapan sayang ini bekerja mengurangi sakit beliau.
Padahal waktu pulang kampung menengok, bapak sudah mulai membaik, jalan sudah tanpa tongkat, dan berkali-kali mengingatkan untuk siap-siap biar tak tertinggal pesawat "Cobaa ihitung waktu dari sini sampai terminal, dari terminal sampai Solo, bandara".

Bapak kini sudah melemah secara fisik, tapi selama kami merawatnya kami ajak untuk ceria. Komunikasi sangat terbatas, tetapi kecerdasan bapak sangat membantu komunikasi bekerja dengan menulis huruf yang sulit dibaca, dengangerakan jari seakan menulis juga sulit, berlanjut dengan menyebut dari A-Z lalu kalau huruf yg dimaksud bapak menganggung, hingga membuat poster huruf. Tetapi menunjuk sangat sulit..jadi paling mudah mengeja satu persatu, seperti "sakit, luka lidah, gerakkan kaki, beli pipet, perawatan apa, dll".

Hari ibu tulis surat ke kawan-kawan komisioner di kanto: "Doa kawan-kawan bekerja, bapak mulai sedikit bs gerakkan jarinya untuk membuat isyarat-isyarat yang beliau inginkan (terkadang berbentuk huruf). Tp kesadaran EQ-nya masih sempurna, dg isyarat minimalisnya (disela nafas tersengal) masih menyempatkan untuk mengingatkan kami-kami untuk memberi tip kepada perawat (padahal etik dirumah sakit tidak bisa), masih sempat kasih code huruf untuk membeli "pipet" untuk membuang cairan ludah dimulutnya (krn motorik menelannya belum berfungsi), selalu melirik jam untuk dituntun tayamum untuk sholat, bahkan mengingatkan saya untuk kembali ke jakarta (dg isyarat tulisan "pesawat", yang kami tebak seperti quizz hingga berkeringat karena sering salah). Saya bilang, kawan-kawan baik-baik ikut mendoakan beliau, dan memahami situasi ini, saya bilang, selasa ada rapat paripurna saya harus kembali, beliau mengangguk lega karena isyarat yang ingin beliau sampaikan bisa kami fahami.

Beginilah jadi anak pertama dan perempuan sendiri yang punya kedekatan emosional luar biasa sejak kecil dengan beliau. Jadi kata ibu almarhumah dulu: "kalau bapak sakit, kalau saya datang langsung ceria dan semangat makan, jadi cepat sembuh". Beliau tinggal satu-satunya orang tua saya, bahkan kedua mertua juga sudah tidak ada. Jadi memang "ketir-ketir"(was-was) sekali kalau beliau sakit. Merasa punya orang tua sangat berharga, punya tempat untuk kembali.

Jadi intinya, senin saya sudah kembali ngantor.... Salam, Yuni".

Cepat sembuh bapak, akung tercinta. You are the only parent we have, lentera hidup dan bapak yang berhati nabi".



17 Agustus 17 tahun

Ayah : 17 tahun mencinta, berkeluarga. Hanya satu kata: perjuangan! Dan perjuangan itu sungguh penuh warna. ada tawa, ada tangis. ada marah, ada rindu. ada sepi, ada galau. ada bangga, ada haru..
Bangga dan haru.. karena selama 17 tahun, semua bisa tumbuh segar, sehat, aktif..
Tuhan... Terima kasih!


Vinda : Hanya satu kata, keluarga ini unik. Yg Vinda jg suka banyak kucing. Vinda bersukur krn sekeluarga pernah keluar negeri. Hahahahaha.. lebay. Mudah2an ayah ibu langgeng terus. Pokoknya gak bisa diungkapin pake kata2 deh. Jiah hahahaha…. Pokoknya yang penting bahagia terus aja..




Ibu : “17 thn sudah mengaitkan cinta, kausalitasnya jelas, dapat hadiah 2 nyawa unik yang bikin ibu merasa punya nyawa banyak”. Yang jelas, setitik air mata berbalas dengan secawan tawaria. Walaupun banyak keusilan, kecuekan, kekonyolan, kejorokan, peledekan…tapi justeru itu yg bikin seru dan ngangenin. Tambah gede anak-anak, serasa ada geng berempat di rumah… Terimasih Robby..sehatkan kami dan mereka-mereka yang kami cintai. Pintarkan pikir dan hati kami semua.



Vikra : 16 years I have been going on with this family dan gw gak pernah menyesali sedetik pun. Well, maybe that’s too deep. Right now I’m picturing my mom dropping tears as she read my writings. Haha, sorry mom. Just wanna say, happy anniversary for you and dad. Me being tampered by your love and mild teachings, and dad’s rather firm way, both of you have made me the son and the man that I am. Keep loving each other, we love you.


Dibalik sebuah baju: sekilas Ultah ibu

Ultah kali ini nggak pingin macam-macam, pingin sepi minim kalimat biar agak lain dari biasanya. Jadi terlintas ide, kalau pada mau ucapin selamat buat ibu, expresikan lewat gambar ya, dan gambar itu mau ibu bikin sesuatu. Nah ini dia gambar dan penjelasan dari Vinda, ayah dan Vikra untuk kado ultah ibu:

Vinda : ini gambar Matahari bwt ibu. pasti taulah apa artinya... terus ini vinda sendiri lohh yang jahit.. ini ilmu dari Bu S (<-- nama disamarkan) hehehe.. bu S itu guru tata busana vinda diSekolah. nah, jadi matahari ini pake tusuk hias "melekatkan benang". pasti pada gak tau kan?!

Ayah: karena tiba-tiba diminta gambar apa aja ttg ibu, yang terlintas pertama: bulan tersenyum. Waktu digambar, bentuk bibirnya susah pasnya. itu gamber senyum, ato apa. Lagian, gambarnya kan mau disulam. jadi harus gampang. Nah, gambar lain yang terlintas ya rumah ama pohon ini. Rumah, pohon, hijau. Tahu kan menggambarkan apa.. Terus tumbuh, tenang, damai, dan tentu..sehat!

Vikra: (nanti biar Vikra sendiri yang tulis), sementara ini pake kalimat ibunya. Awalnya Vikra gambar kamera..lho kok? iya..habis ibu kemana-mana bawa kamera. Lalu ibu bilang...kurang pas dg yang ibu mau buat kak..coba gambar yg rada asik untuk aksesoris baju. Akhirnya dia gambar kembang..udah GR nih ibunya, pasti anakku mau gambarin bunga mawar sbg simbol ttg ibu. Ternyata apa sodara-sodara? " Nih bu, ini kembang raflesia Arnoldi". Si ibu langsung ngernyit..lho kak, bunga raflesia kan bunga bangkai, apa maksud kakak?". " Emang..sambil ngakak kambuh usilnya. Maksudnyaaaa??? sambil bersungut bin gemes bin gondok. Lalu Vikra bilang dg muka serius...mom! bunga raflesia Arnoldi itu bunga langka..thats you mom!


Ibu: Lalu ketiga gambar itu kerjabakti dikerjakan berdua ama Vinda, dijahit, disulam..dan jadilah baju cantik ibu. Ini hasil dari rangkaian 4 tangan. Vinda menggambar dan menyulam sendiri gambar matahari, ayah simbol rumah dan kehijauan, Vikra bunga reflesia arnoldi. Baju ini dibuat sekedar mengabadikan kebersamaan disaat 40 tahun ini. Sebuah syukur hingga saat ini kami banyak senyum dan selalu bersoa moga-moga terus berusaha membuat orang lain tersenyum juga.

Tak ada pesta dan pita, sekedar menikmati rasa (yg juga tertuang di FB): "Saat ultah gini ingin bunda almarhumah yang selalu puasa saat "wetonku" (ultah Jawa), selalu buatkan nasi kepal, urap dan empal dimakan merubung diatas cobek dg tmn2 kecilku. Saat ultah gini, serius bersyukur punya keluarga yang membuat bangun tidurku tersenyum dan merasa "hidup", tambah lg punya sahabat 2 yang jg membuatku merasa dicinta. Thank and love from deep heart. Yg mau nasi kepal main kerumah hari ini". (nasi kepal ini dibagi ke tetangga, cerita ttg nasi kepal dan masa kecil kapan-kapan ibu tulis deh)

Sehari kemudian, status FB ibu berubah:
"Nyoba hadiah dr misoa biar bs ngef-be dan ngeblog sambil naik angkot atau ngojek atau chat ama dia pas lg ngopi berdua kaya org". Cihui...ibu dapat kado yang bikin Vikra Vinda iri..."ayah mah diskriminatif, ibu nggak minta malah dibeliin, pas kita-kita minta berkali-kali susah banget".

Asiknya lebih dari 140-an teman mengucapkan selamat via FB (di wall dan message), belum yang via sms dan telp. Wah, seumur-umur baru sekali dapat ucapan ultah hingar bingar ala begini gara-gara FB...dunia sudah berbeda. Dunia sudah ganti rupa...tetapi ibu tetap sama...full of love!

Ultah Vinda



By Vandana Mernisi

5 maret kemaren adalah ultah vinda. Dihari itu kta sekuluarga sama tmn2 vinda mo rencana ke the jungle. Tmn2 vnda yang diajak tuh si putri, stevie ma icha. Tapi icha g bsa ikut karana lg campak.
Kta berangkat kira2 jam 8an trus sampe sana jam10an. Wktu itu kan lagi weekend jd jgn tanya ramenya kayak gimana. Huaaahh.. rame bgt. Kta masuk sana dpt diskon karna ga tau knp. Ktanya sih ada kenalan yag krja disitu.. ah pokoknya ga tau..
Sampe sana kta langsung ganti baju trus pgn ke tempt penyewaan ban tapi smpe sana ban-nya kosong. Alias g ada ban sama sekali.. kta mas2nya klo mau, ninggu ampe jam 1. pdhl wkt itu msh jam stengah 11an gitu.. trus akhirnya vinda ma tmn2 nyebur ke kolem arus gitu.. airnya dingin dan kyk cendol… butek bgt…
Akhirnya ud jam 1 trus kta dtg ketmpt penyewaan ban.. akhirnya bannya ada jg.. eh tpi ga disangka ternyata tempat yang kta datengin itu cma tempat pengambilan ban yang sebelumnya harus bayar dikasir yang gak jauh dari situ dulu. Ya ud akhirnya kta ke kasir bwt byr ban. Pas nyampe sana ya ampuun antrianya puanjaannngg bgt.. ada kali ampe 500 meter… y ud akhirnya kta nyerah aja.
Gak lama kemudian kta ngeliat ban nganggur, tp ban-nya itu didkt lifeguard. trus kita akhirnya nanya ke lifeguardnya blh dipinjem apa enggak. Akhirnya boleh tapi, dgn cara bayar ke dya.. ya udah lah gak papa yang ptg dpt ban. Akhirnya kta bayar ke dya 10000. hehehe…
Ud puas renang akhirnyak kta smua pda mandi. Karena abis ini mau makan. Karena siangnya blm sempet makan siang. Abis dri the jungle kta ke resto tahu yunyi dibogor. Abis itu pulang deh… karena sampenya ud malem si putri ma stevie akhirnya pda nginep dirumah. Kta smua pda g bsa tidur.. trus akhirnya kta sempetin maen kartu dri Afrika dulu. Trus kta bru bsa tidur kira2 jam stengah 1an… hehehe…

Words for My Sister's Bday

By : Vikra Alizanovic

Happy birtday my sister...
We are all so happy for you.
Let the nature sings.
All the small steps on this house will now be forever gone.
Our little girl has grown into one.
One lady of kindness, of matureness.

And may the stars look upon you
For today is the day that you set your first sight on them.
They will lead you
Oh yes, they will lead you..

But now that you are a lady
We must set things straight, my dear
You must lose all the ego, selfishness
and all the bad things we took you for
So, once again happy birthday
My little angel..

From your brother
5 of March 09

Untuk Gadis Balig

Berbisik tersipu ragu kau panggil bundamu
" Ada warna tak kusuka bu.."
Kami biarkan hari memperjelas
Samar jelas samar jelas..

Kakak, bisakah kau hadiahi adikmu lantunan bait-bait surat Annisa?
Ayah, bawakan ayam panggang dan pimpin do'a syukur nanti usai senja
Pelan tak kentara dapur sibuk menyiapkan piring merah dan nasi kepal
Ritual bersahaja terlingkar terdoa untuk gadis Balig..


" Ini ada benda bersejarah hadiah dari uti almarhumah,
yang bundamu terima saat bundamu berbalig"
Simpan dan rawat pusaka cantik ini untukmu..
Sekedar perantai sejarah 3 generasi.


Kudekap, kuusap dan kutanya saat berdua...
" Apa maknanya nak?"
" Sholat sudah tanggung jawab sendiri"
" Apa lagi maknanya nak?"
" Disini bukan benda lagi, tapi kehidupan"
" Apa lagi maknanya nak?"
" Tahu..tahu..sudah tahu..."
" Oke, nanti kita baca "buku pintar remaja pintar" lagi.

Yang penting, tak perlu kami banyak kalimat untuk menakuti tubuhmu
Syukuri yang kau punya....
Cukup hayati bahwa usia adalah makna...

Puisi untuk putri kami, tgl 24 Feb 09 (2 minggu jelang 13-nya)


Sedapnya Hari Ibu

"Pokoknya pulang sore!!" suara merajuk sepihak si gadis kecil dari kejauhan. Nggak biasanya nih anak pulang agak telat tanpa kasih alasan jelas, kayak ada yang ditutupi...mengernyit sejenak,pasti!! Jam 5 sore dengan wajah capek tapi berbinar dia mengulurkan sesuatu: Nih, buat Ibu... inikan hari ibu, tadi bikinnya ditempat Risti, patah-patah melulu". Ci-ibu jelas kayak kesedak, Vinda yang luarnya nggak romantis, pragmatis... tapi sebetulnya dia sangat perhatian dan mau susah untuk menyenangkan hari-hari spesial orang-orang yang dicintanya dengan caranya sendiri. Rupanya dia sudah buat buah karya dari sabun yang diukir dengan tulisan " I love you Mommy ".

Itu beberapa tahun lalu, Desember kemarin dia membuat surprise rangkaian bunga yang dipetik dari pekarangan rumah, dirangkai dengan manis dan tanpa espresi berlebih dia ulurkan ke ibunya: "bu, ini udah jadi" sambil tersipu mahal nggak mau wajahnya terlihat. Lalu ada kartu putih dari kartun seadanya bertuliskan 3 ungkapan.

Vikra:"Selamat hari emak...I lop yu, emak..your existence in this world bring happiness to my heart. When u'are close, I feel warm. Once again, happy emak's day.. -Vikra-

Vinda: Happy mother's day... Love u mom !!! :) -Vinda-

Ayah: Ibu adalah cinta! Selamat hari Ibu! Cintaku! -ayah-

Hmmm....jadi pingin hari ibu tiap hari...

(Sori telat upload.... Sekilas info ttg sejarah hari ibu/perempuan. Pasti sudah pada tahu bahwa hari ibu dimulai sejak tahun 1959, tetapi tanggal 22 Des adalah hari kongres I Perempuan Indonesia 1912 di Jogjakarta, saat nasionalism bertumbuh beriring dengan sumpah pemuda. Komitmen perjuangan perempuan disamping sinergi dengan nasionalism-anti kolonialisme, juga mengangkat isu-isu progresif seperti anti perdagangan perempuan, anti poligami (menjadi debat serius) dan terlibat dalam gerakan perempuan internasional. Hari ibu menjadi menyempit dengan icon kebaya dan ibu tradisional terkristal pada zaman Orde Baru, karena politik depolitisasi gerakan perempuan menjadi gerakan sosial keagamaan saja. Kalau hari ibu di Amrik biasanya jatuh bulan Mei hari pas minggu kedua...Lain kali dilanjut ya...)

New Year Trip: 1 week Itinary

24-25 Dec : 2 nights in Bandung

  • Exploring Ciwidei White Volcano and Strawberry garden
  • Cihampelas and Ciwalk Outlet shopping
  • Reunion with 3 close hard friends and Pabelan Alumni of West Java at Cileunyi
  • Exploring west Javanese Culinary

27 Dec : Trip To Solo and Enjoying Traditional North Coastal Culinary

  • Nasi Jamblang Cirebon, Garang Asem Masduki Pekalongan, Tegal Resto Ambarawa
  • Pick up Om Daris family in Solo and go together to Baturetno (akung/grand pa’s house)

28 Dec : Enjoy Akung’s House and garden

  • Hunting Nasi Kuning Giriwoyo
  • Visiting big family in Kampung
  • Harvesting fresh Corn and barbeque
  • Catching gurame fish from Akung’s pool and barbeque for dinner

29 Dec : Big Family gathering to Pacitan East Java

  • Breakfirst wit Soto Kwali Pagersari
  • Kiddy Board surfing at Teleng Beach
  • Sight seeing at pacitan city (place of birth of SBY,current Indonesian president)
  • Lunch with Nasi Tiwul (Cassava rice) buffet
  • Adventure at Gong Cave (the greatest Cave of Asia)

30 Dec : Exploring Southern Coastal Beach of Jogja

  • Hunting Shell at Kukup Beach
  • Lunch with fresh shrimp and coconut water at the beach
  • Swimming at Drini white sand beach
  • Visiting adik Pinaris Sekarbumi (Omacan’s baby)



31 Dec: Learning Javanese Cultural Heritage in Jogja (courtesy of Omacan family)

  • Visiting Old Javanese Kingdom Museum of Ulen Sentalu (in the middle of the jungle)
  • Brunch with Javanese burger (Jadah Bacem) mbah Carik Kaliurang
  • Canoe with gethek, feeding giant carnivora Koi fish and singing with live music at Boyong Kalegan resto
  • Mirota "ritual" (batik and souvenir shop)
  • Learning old Javanese kids game and learn to do batik at Sogan Village Tourism
  • Struggling to reach Alun-alun Square to celeb new eve (traffick and give up)
  • Celebrate new eve with the neighbourhood of Purilaras

1 Jan: Relaxing

  • Individual program (dad with Siatsu massage, Mom hanging around with tante Fatra and tante Yanri, Vikra with laptop, Vinda with friends)
  • Enjoying Great Indonesian Pianist concert “Ananda Sukarlan Pianississimo”at Cultural centrel Hall Taman Budaya Jogja
  • Dinner with nasi Kucing at Alun-alun Square

2 Jan : Trip back to Jakarta

  • Visiting dad's friends (Ungaran Semarang, tegal, Pekalongan)
  • Pekalongan batik Shop and lunch with PPIP Soto tauto (Aired at bondan Winarno Culinary TV program)
  • Hunting favorite oleh-oleh at Magelang (getuk trio, wajik nyonya week, geplak, selondok, nopia, etc

Nice holiday...


Ultah Ayah di Kantor & di Kampung

Cerita via chatting, 8 Oct 08
Ibu: Tadi jatuh dari tangga, habis nganterin Stenni (temen Sandra yang tinggal serumah) ke halte, pulangnya bawa minyak goreng (buat ngloncerin kunci sepeda yang ditaruh diluar) trus ama bawa kunci..eh..kuncinya jatuh ditangga karena tangan belepotan minyak, jadi licin. Jadi pas mau balik ambil, kegreol..jatuh...tapi untung gak apa-apa....heran juga, padahal 6 tangga ke bawah, tapi gak sakit apa-apa tuh... Gimana masuk hari pertama? masih teler?

Ayah: Bener gak apa-apa?
Ibu: gak pa-pa..posisi duduknya pas kena "busa belakang" trus mrosot dan ampe paling bawah pas lantai..juga nggak memelanting, rapi..makanya aman aja..kali ini berkah "banyak busa" empuk...he..he...

Ayah: itu poto-poto culun dan kisah-kisahnya, seru juga..:)
Photo culun apaan? ow yang di gang jambu (ttg Much-list story)....seru kan??? bersukur punya istri penyimak yang baik...kalau suaminya cerita didengerin....ini ada orang yang kalau istrinya cerita, baca koran..cuma ngrespon mhhh..heehhh... nggak beda ama suara (sensor)... makanya nggak ada yang nyantol kan cerita istrinya..

hhehehe..iye..iye. Tapi..nasib " busa empuk" itu gimane?
Gak ada rasa apa-apa...biasanya besoknya mungkin pegel-pegel dikit. Tapi simphtomnya kan musti dari sekarang kalau emang sakit..ini kagakkkk...jatuhnya rapi..he..he..dan nggak menghentak, kepleset trus mrosot..sante aje boss!
Semalem mengkurep keseellll banget yang.... dah 2 minggu kerjaan belum didiskusiin ama Annelies, eh kemarin ketemu, belum juga dibaca (karena dia habis trip, juga ngurus ISIM yang lagi SOS), katanya ngajak ketemu lagi sambil dinner dirumahnya atau di Ams... padahal dah semangat biar bisa maju lagi, kalau udah dikoreksi kan bisa direvisi cepet... aihh sebel banget. Ya udah jadi 2 minggu ini revisi yang lalu-lalu, trus kalo sore bosen, nerima aja diundang makan sana-sini kayak selebritis, pan pada tahu kite mau pulang..jadi begilir tuh ditraktir di kafe, atau diundang makan malam, atau makan siang...jadi pulang gendut deh

hehe..makin gendut..makin (sensor). Vikra vinda pada dibujuk temen2nya ikut tour.. Vinda pengen ikut..tapi ayah bilang, tutik mesti ikut..biar ada yang jagain..vikra bilang males. masih capek katanya..capek ngapain coba..lha wong di mobil cuma tidur mulu..!

Tour kemana emang ? tour gang jambu?
Iya tour gang jambu..tournya vinda ke daerah anyer-carita sono..

CERITA ULTAH


Ket gambar: kawan-kawan kantor ayah AN-TV.

Gimana acara ultahnya?

Ya gimana lagi..jadi lah order pizza..photonya ada di mukabuku tuh..facebook

Mmmaaauuuu!!! disini banyak pizza padahal..tapi maem pizza paling enak kalau ayah bawain pas pulang kantor trus liat wajah sumringah bocah-bocah..si centil ceriwis milih duluan..kakaknya sibuk nunggu orang belas kasihan ngasih doble dia..

Tadi siang ayah minta tolong sekred untuk beli secukupnya..ayah tinggal ganti...bayangan ayah sih enam ato delapan box..eh dia beli cuma 3-4....untung kantor masih agak sepi..jadi cukup lah

Anak-anak kemarin ngapain pas ayah ultah... kan dari sini sms sesuatu buat ngingetin mereka, eh Vinda ketus banget jawab. " Vinda dah ingat bu!!"

Emang..dari vinda ayah dapet sih... Ciuman !. itu juga ayah yang minta..hehe

he..he..Ahsan ngapain?

Mampir ke ahsan di Jogja..dia ngajak makan di restoran apa gitu..kalo gak salah timbul roso..suasananya enak. kayak di tengah hutan..tapi karena kita yang makan banyakan..ayah yang traktir.

Dari sini sms minta anak-anak bikin surprise, juga ke Ahsan, biar beli nasi gudangan (urap)khas jaman ciibu kecil kalau pas ultah/ weton. Jaman itu uti (ibunya ciibu) selalu beliin gitu..tapi nasinya digulung, pake urap, empal, srundeng..trus taruh dicobek..uenak..dimaem rame-rame ama temen-temen, kembulan namanya..Urapnya dibikin pedes untuk ukuran anak-anak. Kalau yang tahan pedes tandanya cepet bisa ngomong RRR..alias teteh (fasih). Kali karena ayah dah bisa ngoming RRR jadi ama Ahsan gak dibeliin itu :)..atau yang jual dah gak ada, karena nasinya dikepel-kepel bulet, orang sekarang males repot kali...

Lagian di batu juga lagi pada sibuk..Ahsan juga harus ngurus mertua, bude, ama omnya..yang hadir untuk acara mitoni (7 bulan kehamilan anak pertama tante Laras-Om Ahsan, yang diadain di rumah akung tgl 4 kemarin. Pagi-pagi dia udah berangkat..nganter mereka ke solo, cari bis ke jombang..

Gofar ikut juga? (Gofar adik ayah, kakak bungsu, yang sedang kurang sehat, tadinya sempat beberapa saat di Lamongan, sekarang diajak ke Jakarta lagi)
Ikut kemana?
Ikut ke mbatu ... (kampung ibu)

Ke batu dan yogya..sampek jakarta, gofar ya ikut..
Di Mbatu dia gimana? mau ngobrol apa anteng diem..kan dia kenal dik Endang juga..

Iya..dicandain ama dik endang..dia senyum2 aja..selebihnya..tiduran..

He..he... 5-10 menit ada kelas ttg Migrasi di Malaysia yang...di LAK situ..formalnya ampe jam 5 doang...ampe jam berapa bisa chatting?

2 jam dari sekarang...

Ow.. ya udah,..kalau masih mungkin bisa lanjut lagi habis diskusi nanti. Tapi kalau mau lanjut besok aja, berarti mau langsung ke Hoogvliet belanja roti, rinso, dah pada abis..

ya udha.. udah..ati-ati.... (sensor).... yakkk

Kita lanjut besok lagi yakkk..eh, gimana cara ngopi foto di buku muka biar bisa diupload di blog..

diklik..terus disave-as aja..maksudnya..didownload dulu, masukin hardisk..terus diupload lagi ke blog

Tenang masih minal-minul.he..he.. kalau bisa dikirim ke imel ya, besok biar bisa di upload.. atau entar coba diotak atik deh... cun ahhhh Cunnn juga...ahhhhh. Di save as malah single file bukan fotonya..gak bisa kok...yo wisss..berangkat yakkk..cuunnnnn



Puding cabe untuk Ultah Ayah


Ini cara gadis kami menyayang ayahnya saat ultah ke 37 dan Vinda usia 8 tahun. Dia bersusah payah bikin puding, dihiasnya juga lucu..pake cabe...

Kado 41: Ayah Much-List Life Story

Ini list cerita lucu, mengesan dan barangkali juga penting yang diceritakan oleh kakek-nenek Viva (mbah Kung, mbah Bu-almarhum keduanya), dan juga diceritakan ayah ke ibu sejak ketemu dulu atau juga ke keluarga saat kami berempat sedang berempat; di mobil, lagi melingkar di meja makan, jalan pagi dan macem-macem. Di keluarga Lamongan, ayah dipanggil Rofi', adik-adiknya memanggil ma'rofi' (mas Rofik), kakaknya manggil de' Rofi'. Cerita ini untuk kado ultah ayah ke 41, kemarin 3 October, tapi di ijasah 5 oct.


Bayi - Anak-anak- SD

Pitik Blirik (ayam belirik): Vinda selalu terkekeh-kekeh kalau ayahnya cerita waktu kecil hobinya nyanyi lagu pitik blirik, wulunya brintik (bulunya keriting).

Pipi bolong: Ayah buadung waktu kecil, jarang tidur dirumah, selalu sama temen main diluar, main bola, main kelereng, renang di kali, main hujan-hujanan, main layangan.. .pernah main enjot-enjotan panjat dahan pohon jambu, patah jatuh dan kena ranting tajam, tembus pipi...(ibu ama Vinda pernah nyensus bekas luka ayah, dan tak terhitung.... saking bandelnya).


Gede kepala dan bodong: Dulu ayah sering diledek temen-temennya katanya kepala gede, udel/puser bodong. Tapi Uyut (mbahbunya ayah) selalu bela, katanya kepala gede, otaknya gede, tandanya pinterr!!


Guru takut: Kata mbah bu, pernah ayah lari hampir nabrak mbah bu yang berdiri didekat pintu, karena ayah terburu-buru ambil buku dirumah untuk ditunjukkan ke guru yang salah menjelaskan. "rofi itu kritis bu.. sampai saya keder takut kalau mau ngajar" begitu kata mbah Bu menirukan gurunya.


Semut mampir ke kuping: "ayah dulu waktu kecil pernah kemasukan semut rang-rang ke kuping, suakit..dok.grodokk...horookkkk godookkk" gitu bunyinya. Ayah teriak-teriak. Ama orang-orang dibawa ke mantri desa ... eh, mantrinya pake senter malah bilang;' iyo..ada semutnya, ketok (kelihatan) ...tapi pie ngambilnya? '. Ayah langsung lari nyebur kolam samping masjid, ayah masukin air, matii...hehhh" (sumber ayah).


Jiwit : "Waktu SD di Mbluluk Bojonegoro, ayah sering digoda-goda ama temen-temennya, diledek naksir temen SD, namanya Jiwit" (sumber ayah).


Kesurupan: Ayah ingat cuma sakit biasa panas, tapi kata mbah Kung, gara-gara mereka pindah nempati rumah baru di Mbluluk, Bojonegoro, penghuni tak kentara marah, jadi ayah menceracau panas tinggi. Mbah Kung yang pemberani dan jagoan, bernegosiasi dan mengusir mereka, dan hilang dibalik tembok. Mbah Bu bilang ketakutan sekali. Padahal mbah Kung super pemberani, pernah menghadapi perampok sendiri ditengah hutan, pernah menginjak ular raksasa dihutan. (sumber mbah Kung, mbah Bu, ayah).


Ngetapel Mangga Tetangga: Ayah jago ngetapel..jadi ayah yang mbidik nglempar pake ketapel, temen-temen lain ayah suruh yang ambil mangganya di pagar tetangga pemilik mangga. Pernah ketahuan, yang punya ngasih tahu mbah kung, jadi ayah dipukul-pukul pakai tongkat sama mbahkung dari balik kolong tempat tidur pas ayah sembunyi.


Nggendong Gofar: "Jaman dulu ayah yang ditugasi njemput adik-adik, Gofar yang suka meler maunya digendong terus dan nangisan waktu sekolah TK. Aam juga nangisan". Pernah kata mbahbu, dua nyawa Aam dan Gofar hampir tidak bisa diselamatkan gara-gara mereka berdua main-mainan didalam koper rias pengantin dan terkunci dari dalam, kekurangan oksigen sudah warna biru..untuk terselamatkan.


Dadi Modin: Waktu tetangga pada tahu ayah mau dikirim nyantri ke Gontor, beberapa berkomentar, emang mau jadi modin (pemimpin ritual ngurus orang mati, kawin, jabatan rendah tingkat desa). Mbah kung sebel banget dengernya, dan bangga sekali akhirnya omongan mereka tidak terbukti.


Remaja - Gontor

Endang Kudawati: "Di Gontor kan cowok semua..kebetulan ada anak tukang kusir kuda yang cantik sekali, namanya Endang. Semua santri merasa bahwa Endang adalah pacarnya".


Belanjaan mbrojol didepan rumah cewek: Karena ayah pendowo limo, jadi waktu di Gontor ayah pernah disuruh mbah bu belanja kepasar, ada bawang merah, cabe, dll. Pas didepan rumah cewek..eh..belanjaan itu jatuh beterbaran..aduh, ayah malu bangett".

Setia kawan & Telp Kebalik: Sahabat-sahabat ayah Gontor yang sering disebut adalah Haidir B Mualim (direktur Centrel for Cultural Studies UIN), Husnan beik (keponakan kyai Gontor, pernah jadi asisten Hamzah Haz), Abduh Hisyam (direktur /pengusaha Mas Soka genteng dan tokoh masyarakat Kebumen), Sirojul (bisnis media, peraih penghargaan produser kuis). Menurut cerita Haidir, ayah pernah nganter haidir sakit keras ke sodaranya di Jogja, dan ayah nelp keluarga di NTT, tapi makai telp kebalik.., kuping buat mulut, mulut buat kuping... maklum jaman telp belum populer.

Dihukum-dibotak: "Ayah kan bagian koperasi, jadi kalau lagi belanja ke Madiun atau Ponorogo, kadang mampir cari dawet enak, terus pernah sekali nonton. Bagian koperasi enak bisa keluar-keluar. Dan kalau mbawa uang berkresek-kresek. Pernah menjelang kelulusan akhir, ayah ama teman nonton. Ketahuan, jadi ayah dihukum dibotak dan disinggung dalam khutbah pak Zarkasy.


Bola dan lemari urap: Ayah hobi sport, dari dulu suka main bola, badminton... kadang bolapun ayah simpan dilemari nyampur sama baju-baju. (ini diungkapin ayah waktu membela diri diceriwisin ibu karena suka mberantakin baju di lemari, katanya ini udah mending dibanding dulu di Gontor :)


Jurnalist muka Lebam: Waktu di Gontor ayah juga aktif di Bagian Bahasa dan juga di Majalah dinding. Pernah nulis artikel mengkritik kebijakan pengurus OPP (OSIS). Ayah disidang, dipukul hingga lebam.


Dewasa- Kuliah

Om Yieess: Ayah adalah pencinta anak kecil. Tiap ada anak kecil selalu nempel manja sama ayah. Salah satunya Riska, selalu mapag (menjemput) dengan panggilan om Yies kalau ayah pulang kuliah, minta gendong. Anak-anak kecil lain juga pada akrab, pernah waktu di Michigan, ada orang tua baru punya bay yang rewel terus, ama ayah langsung diam kesirep waktu digendongnya. Ini salah satu daya tarik ayah buat ibu, being fatherhood is sexy dan meneduhkan.

Pantang keluh dan multi skill: Ayah kuliah biaya sendiri, kecewa karena kakaknya lebih dimenangkan, lari ke Jakarta, beberapa saat ditampung kawan-kawan. Survive dengan mengetikkan/membuatkan skripsi teman, mendistribusi buku (karena bisa sambil dibaca), mencetak (fast learner, belajar sendiri mencetak dan lumayan), jadi chaligrapher membuat caligraphy di beberapa masjid, billboard restoran/warung makan. Mengajar mengaji juga pernah dilakoni. Tapi, skill leadership and enterpreneurship ayah juga bagus, jadi belum jelang usia 25 ayah sudah diminta jadi manager Mizan Jakarta.


Buku dan paper setebal bantal: Pas kuliah, jaman semester awal mahasiwa lain bacanya masih buku tipis-tipis dan bikin paper tipis, ayah selalu bawa dan baca buku tebal-tebal. Yang lucu saat di Leiden ibu baru baca Methodology Islamic History, Humpyres..dengan gaya ayah bilang, ayah udah baca itu sejak semester satu..tuh kita punya copynya. he..he.. malu!! Dosen-dosen dipanggil nama saja sama dia, lalu disuruh baca ini itu buat dosen muda. Pernah dosen Tauhid kasih dia nilai C, lalu dia datangi..ajak diskusi, tunjukin buku-buku tebal pusakanya, nanya mana yang salah..lalu dosen yang asal-asalan kasih nilai ini, bilang : "maaf, ya udah kamu mestinya dapat nilai A, tapi jangan bilang-bilang yang lain ya..".


Imam Formaci dan Pacaran Nyebrang: Ayah pernah jadi ketua Formaci (forum mahasiswa Ciputat) yang bergengsi itu ..suitt...suiittt... Yang lucunya, dia pertama kali orang IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang bisa nembus dominasi HMI walaupun itu ditubuh Formaci. Konflik antar organisasi mahasiswa ini sedang mengkeras saat itu. Kebetulan ayah salah satu ketua IMM, dan pacaran sama ibu yang diasosiasi HMI (Padahal gak tuntas). Orang IMM ngledek ayah "Lis, anak Immawati (IMM putri) nggak ada yang menarik apa?". Di HMI dan orang-orang Pabelan yang extremis HMI juga bilang "Yun, cowok HMI kan banyak yang Ok, kenapa sih nyebrang"? .

Suka Mabag tersesat ke kuburan: Mabag (lma babag) atau Misbar (gerimis Bubar)..itulah hobi ayah, dari dulu suka fil, sampai pernah malem-malem denger suara mabag dilacak..eh..malah masuk ke kuburan. Pernah juga ketiduran, tahu-tahu dah pagi tertidur di halaman rumah yang punya hajat...duh, malu-maluin!

Banyak fans tak berpacar: Karena ayah "sok" pinter, over PD, jadi lumayan juga penggemarnya, ada Intan, dian, Ida, Emmy, Eva dll. Entah siapa yang ngefans siapa... yang jelas, banyak cewek manja-manja, minta dicariin buku, dibuatin paper, minta dianter ini itu..dan ayah kayak pahlawan, mmmauuu dan seneng. Apalagi dari Gontor, tambah terkatrol.... tapi yang heran, tak ada pacar satupun, atau seneng mereka seumur jagung dan tak berlanjut..entah kenapa. Dan entah kenapa kok jadinya sama perempuan kecil ini..

Menulis-Jurnalis, Cita-cita: Ayah merintis dan terobsesi jadi jurnalist sejak kecil, di gontor juga rajin ngelola mading, pernah di Jurnal Ulumul QurƔn, Studia Islamika, Gamma, Paron, dll. Waktu ibu bersitegang minta ayah melanjutkan study formal karena peluang memungkinkan, ayah bilang: kalau ibu masih relevan sekolah lagi, tapi buat dunia jurnalistik, jenjang-jenjang formal begitu tidak penting, yang penting rajin baca, tajam analisis ..disitu tombak menulis dan jurnalisme. Ini mending, dulu pernah males menuntaskan sarjananya, karena itu cuma kertas katanya. Ha..ha... Tapi dia suka model sekolah gaya MJF waktu dia sekolah di Amrik, tetap pintar, tapi tak pusing gelar... Iya, ayah jurnalis yang akademis, rajin baca buku-buku teori media, diminta jadi narasumber untuk jurnalism, dari Amrik 2 koper isinya buku semua, travelling luar negeri juga menyempatkan beli buku dan menghadiahi buku ibu, bahkan ada temen-temen dia yang minta dia jadi invisible co-supervisor untuk thesis mereka. Kadang juga ngedit tulisan ibu, doi aliran bahasa benar dan lugas typical jurnalist, sementara istrinya suka bahasa genit sok nyastra.. jadi sering ngeyel-ngeyelan.. ini beda aliran..he..he...
Selamat ulang tahun sayang.... we love you, always (dari kami bertiga Vikra, Vinda, ibu..yang selalu merasa ayah sayangi).


Lebaran jauh Tapi dekat


Kepada seluruh pengunjung gang jambu, kami menghaturkan maaf kalau posting-posting kami ada yang tidak mengena, mengenan dan mengenakkan... Cinta tulus kami untuk semuanya di hari Fitri ini. Salam kami Vikra,Vinda, Ayah, Ibu.

Berlebaran Jauh tapi Dekat

Sms Vikra ke Ibu: Sedalam-dalamnya hati daku terbungkuk mohon maaf padamu ya ibu... Vikra tahu banyak salah. Di Hari yang suci ini, Vikra memohon maaf. Vikra harap beberapa kata ini bisa menggantikan Vikra untuk menemani dan memeluk ibu disana. Minal Aidin wal fa idzin...Selamat hari lebaran. Sincerely wth love, from dearest son... Vikra

Ibu ke Vikra: Aduh sayangku, Ur words make my tears drop. Ibu juga minta maaf sambil memeluk. U made your mother's life so meaningfull. I love you sayang. Btw, tadi sholat ama Raisa, pas lagi solat, dia sibuk mindahin boneka pikatchu :).

Sms Vinda ke Ibu: Minal aidzin wal faizin..Maafin smua kesalahan Vinda sama ibu. I love you. Barbeque (malam malam takbiran) sukses, tapi ayamnya isinya blm mateng

Ibu ke Vinda: Makasih sayang, ibu juga minta maaf ya nak.. Pingin meluk dan sun kening anak gadis ibu yang perhatian, pengasih dan pintar. I love you juga.

Sms ayah ke ibu (cerita malam takbiran) : Semalem ketiduran. Capek juga cari gas ampe Kaliandong, gotong jagung, beli 4 ayam, nyiapain ini itu. Didepan kayak pasar. Ada 20 anak kali... Blok Vikra deket gerbang. Blok Vinda dibawah rambutan...berisik. Tapi anak-anak exited kayaknya.

(catatan: biasanya kalau di kampung terutama kampung Ibu, malam takbiran seru, Viva ikut takbir keliling pakai obor dan ada festifal lomba/karnafal malam takbir seperti buat oncor, lentera dan ornamen lain. Orang-orang juga bertakbir lama di masjid. Tetapi di kampung gang jambu, malam takbiran cuma sebentar dan sunyi. Jadi walaupun barbequ ini bukan acara ideal untuk malam takbiran, ya bolehlah pengecualian untuk tahun ini..kasihan, ibunya lagi gak ada, takut mereka sepi dirumah...akhirnya kami menyepakati mereka bikin barbeque setelah ikut takbiran. Via chatting kami berdiskusi, Viva rencana kami berikan sejumlah uang untuk dibagi ke siapapun fakir miskin yang menurut mereka perlu dibantu, bisa pengemis yang ketemu di jalan, tetanga atau tetangga di kampung).

Ibu ke ayah (ibu jelang tidur di Belanda, tapi Jakarta sudah pagi): Allohu Akbar waliilahilhamd. KebesaranMu terasa dengan kebesaran suamiku. Pujiku untukMu selalu karena kubersanding bertebar puji hati. Dalam cinta kata maaf tak perlu. Iya yang... We love each other, we forgive each other. Sun kening

Ayah ke ibu: Pengen meluk, nyium kening, mata, hidung (sensor)... hemmm.. Selamat lebaran ya yang. Ayah banyak banget salah. Jadi tetep minta dimaafin ya. Cunn... Ini harus berangkat pagi, jagain kantor. Anak-anak masih bobo...

Ibu: Kita berdua pasti punya salah, bentuknya aja yang beda sayang... ati-ati dijalan. Moga-moga anak-anak gak telat sholat Ied... I love you yah.. bobo dulu yakk
align="justify">
Hujan deres..gipain yang? Gpp kan? Apa acara lebaran?

Ibu ke ayah:
Ibu ke ayah: Baru kelar sholat Ied di Al-Hikmah Den Haag yang... Smalem mewek inget ayah anak-anak. Tambah Lies bawain rendang ama gule tauco rambak.

.Jadi berangkat ke kampung kapan? Istirahat dulu ..jangan nekad.



Ayah ke ibu: Ya..pinginnya sih besok pagi aja berangkatnya. Tapi kita udah sampai cirebon. Gimana doong.. (beberapa jam kemudian) Ini di kendal. Vikra lagi baca komik. Vinda tidur. Semalem habis makan sate kambing muda di Tegal. Vikra yang minta. Siang ini mau ayah ajak cari mangut di Pati (2 oct-08)

Record International Trip Gang Jambu Family

Benua Amerika

Family trip ini dilakukan karena dibawa ayah waktu sekolah di USA datang th 2002, dan programnya mewah banget, keluarga menjadi bagian yang difasilitasi untuk trip kemana-mana



1. Michigan-Detroit (Kami tinggal di Ann-Arbor).
2. Chicago (Trip family 2003, kalo ayah trip kantor 2002
dengan MJF fellow en family, tapi kami ber-3 masih di Indonesia. Jadi trip ini pas kami libur. Kota kota yang kami lalui Battle Creek, Jackson, Kalamazoo)
3. New York (2003, kota yang kami lalui Toledo, Cleveland, Pensylvania, menginap di New Jersey. Ayah pernah kesini sebelumnya untuk journalism program th 2002)

4. Ohio Colombus (Kami lalui kota Canton, Toledo, Sandusky, Delaware, Dublin, Colombus, menengok karib keluarga Saiful Mujani)
5. Canada, Amerika Utara (2003, ini sebenernya trip official ayah tapi keluarga difasilitasi untuk diajak. Kami stay di Toronto, kota yang kami lalui Sterling Height, Sarnia, London city, Bradfort, Hamilton. Pulangnya lewat Air terjun Niagara. Th 2007 ibu ke Montreal MESA conference)
**. Argentina Amerika Selatan (Semua MJF fellow program ayah berangkat ,difasilitasi bawa keluarga, tapi sayang ayah tidak dapat visa dan Viva sama ibu masih di Indonesia nunggu uti yang sedang sakit).

Benua Eropa


Family trip 2007 ini sambil nemenin ibu waktu sekolah di Belanda.
6. Belanda ( Rotterdam, Den Haag, Amsterdam, Lisse Keukenhof, Delf, Haarlem, Volendam,dll )
7. Italy (Milano, Venezia, Roma, Vatican, Florence, Pisa)
8. Spanyol (Barcelona, Madrid, Cordoba, Granada, Malaga. Th 2000 ibu juga sudah pernah ketempat yang sama dengan tante Eka).
9. Perancis (Paris, Disney area, lewat Belgia. Kota Belgia yang kami nikmati dari atas kereta: Gent, Brussel,Antwerpen, Lille).
10. Jerman (Tujuan utama Koln, Bonn. Kota di Jerman yang kami lewati/dilihat dari atas kereta Oberhuisen,Duisburg, Dusseldorf)
11. Turki Eropa (Istanbul)

Trip ibu pas wiken ama sobat-sobat selama ibu sekolah di Belanda (lewat jalan darat)
12. Inggris (london lewat tunnel, terowongan bawah air laut)
13. Cekoslovakia (Praha, lewat Jerman melalui kota Hannover dan Leipzig)
14. Swiss (Zurich. Luzern lewat Jerman via Frankfurt)
15. Luxemburg

Official trip
16. Belgia-Brussel (ibu konferensi peace building Common Ground 2003), Paris (diundang KBRI Perancis 2000)


Benua Asia
17. Singapore (Trip family 2001 dan ayah official trip undangan dari Singapore airlines 2004)
18. Jepang (Family trip, tapi cuma transit beberapa jam th 2003, istilahnya cuma ngintip, nggak explorasi, sayang!!)
19. Thailand (ayah konferensi AMAN Bangkok 1996, ibu konferensi Human's righ education 1995 di wilayah Selatan Thailand)
20. Philippines (ibu AAFLI exposure 1996 di Manila, 2002 British embassy for conflict transformation Mindanau).
21. Malaysia (Kuala Lumpur, konferensi ttg media and migration 1997)
22. Korea (ibu Hapchong 1992 dan Seoul 2005 ttg migration network, AMC)

Timur Tengah (Asia)

23. Iran (Ayah, antara lain bertemu Presiden Khatami, di istana kepresidenan di Teheran, official trip metro-tv dengan delegasi perdagangan RI dan menteri perdagangan, 2005)
24. Saudi Arabia (Ibu Jeddah, Mekah, Medinah, Riset dan umroh)
25. Turki asia(Ayah, Angkara 2006, official trip Metrotv, 2005)
26. Lebanon (ayah meliput perang 2007 di Beirut, Baalbek,Tyre,dll)
27. Syria (ayah, zona untuk start tim liputan perang Lebanon, 2007)

Benua Australia
28. Melbourne (ibu conferensi AAWL 1993, transit Sydney. pertama kali ibu keluar negeri)

Benua Afrika
29. Mesir (Ayah, Cairo, official trip Metro-tv, 2005). Sms ayah waktu ditepi sungai Nil kurang lebih begini: "sungai Nil indah, bening banget, suatu kali kita akan kesini sama-sama". Moga-moga doĆ” ini terkabul.....

30. South Africa, ibu diundang menteri intelegent bicara ttg migration, di Palace, Johannesburg (sekalian nengok jejak Nelson Mandela di Regina Mundi)

Detik-detik "proklamasi" 16 tahun lalu

Imel ke ayah: Yang, sms-an kita tadi tak edit (yang privat untuk kita berdua dah didrop), boleh nggak dimunculin?Atau ayah edit aja di gang jambu yak.....Dibawah ini yang dah diedit.
Ayah: gpp . Aman..lanjut aja. emang lg kangenn, jatuh cinta lg ama bini sendiri..mau bilang apa! hehe.. (pakek gprs comunicator)
.


Dibawah ini sms-an kami bernostalgia mengingat masa bersejarah kami 16 tahun lalu..

Sms ayah : ngapain yang? dll (ceritanya seharian ibu agak sentimentil gara-gara gk ada sms dari anak-anak dah bbrp hari)
Ibu: lagi ngetik... 16 tahun lalu, ngapain kita ya yang jam segini?
Ayah: Pake jas pinjaman, baju pinjaman juga, tapi ngebak (nggak pake sepatu). Dapat istri sempurna, pinter, cukup cantik....pake kabaya putih plus jarik, seksi banget!! Hmmm...


Ibu: Kenapa kita nekad buru-buru waktu itu ya? pas ayah bilang: "kita nikah yuk", terus tiba-tiba ada cincin...oh my god! kayak kena petir. Yess! we started everything from zero. Tidur diatas satu kasur...



Ayah: he...he..iya heran juga kok nekad. Pede banget!! (lanjutannya rahasia). Kenapa bisa? Kok bisa suka?
Ibu: Ha..ha.. pokoknya pertama ketemu waktu ayah sama Siroj , bergetar-getar..cihui !! Kalo deketan nyaman, dan yakin banget dengan ayah akan tumbuh bareng dan cerah aja lihat kedepan...Terbukti kan?




Ayah : he..he.. its been 16 years. And I LOVE YOU MORE. Kangen bangetttt!! syuyu' ente !!
Ibu : Kita unik, berdua emang nggak selurus rel, tapi selalu yakin..(rahasia .....)

(ini prosesi pernikahan kami 17 Agt 1992, setelah 3 tahun pacaran. Resepsi di Solo dan Lamongan baru diadakan 6 bulan setelahnya. Kami menikah dengan persiapan 2 hari, mengurus segalanya! Untung bapak lamongan (alm) kepala KUA, jadi semua menjadi bisa! Kacau tapi mengesan! )

4 Tahun sudah mbah Bu-mbah Kung tiada...

Ini foto Vikra dengan mbah Kung, Om Gofar dan Om Yazid (dua adik ayah dari pendowo limo 5 jagoan). Vikra cucu pertama "Mbah Kung", begitu Vikra Vinda memanggil khas ke kakek tercinta Abdussalim di Lamongan (kakek Viva dari ayah). Persis bulan Juli ini beliau genap 4 tahun meninggalkan kami untuk tenang di haribaan-Nya. Beliau mengajarkan kami untuk senang dikala apapun, senantiasa siap dipuncak maupun di gurun, kekayaan adalah kaya hati dan silaturahmi, tidur berselimut angin dan beralas lantai bisa berpulas hingga pagi. Sampai-sampai ibu membelikan balai-balai untuk mbahkung yang anti tidur di tempat enak yang lazim (sayang beliau belum sempat mencoba balai ini sudah keburu pergi). Masih menggelitik jenaka di memori kami, selalu setiap kami pulang kampung, pagi-pagi beliau rapi sudah pakai baju batik, seperti mau njemput bupati. Lalu kami tanya: mbah kung mau kemana?" Dengan cerahnya mbah kung bilang: "yo nggolekno kikil Slirane nang Piyaman"(ya mencarikan kikil untuk kalian di pasar Payaman). Masih juga ingat, bagaimana mbah Kung selalu berkeringat dan semangat saat menikmati makanan (dan itu nurun ke ayah). Vikra, Vinda, Om-om semua...peganglah pusaka mbah Kung, bahwa "hidup selalu berkayuh dan tak kenal keluh". Berpulangnya mbah Kung pukulan berat bagi kami, tapi cara mbah Kung wafat sangat manis, persis saat mengisi ceramah di sebuah masjid....Ya Allah, semoga segalanya khusnul khotimah.. ..(catatan ibu: ibu merasa mbah kung sangat sayang sama ibu, mungkin karena menantu pertama, tidak pernah punya anak perempuan, dan mungkin ibu yang paling kolokan dan ceriwis diantara menantu lain yang anteng-anteng. Mbah Kung banyak terbuka cerita sama Ibu. Dan ibu merasakan beliau percaya dan selalu membela ibu).

Mbah Bu, Ning MasƔdah nama kecilnya, selalu ingin menggendong cucu-cucunya (termasuk Vikra dalam foto diatas) walaupun sendi-sendi kaki beliau sudah mulai merapuh. Mbah Bu, sosok perempuan yang mempersepsi bahwa cinta dan sayang ada di ujung lidah. Selelah apapun, ketika kami pulang kampung, hidangan diatas meja selalu penuh, dapur selalu mengepul. Mau kepiting kare? cumi oseng? Rawon? Asem-asem kikil? botok lele? iwak pe penyet? Tak akan mbah bu bilang "tidak" ketika anak-anak cucunya minta ini itu, bahkan wedang jahe bakarpun siap hidang walaupun harus setengah jam umak-umek menyiapkannya. Kurang kerupuk udang untuk pelengkap rawon bagi mbah bu seperti aib yang akan merusak selera sajian beliau. Bahkan ketika sakit harus melekat diatas tempat tidur, suara mbahbu masih sibuk mengkomando orang dapur untuk tidak salah sedikitpun. Harus persis seperti mau beliau! Mbah bu ingin meja adalah representasinya. Mbah Bu tidak akan pernah terdua di ujung lidah kami, warisan rasa beliau susah tergeser. Mbah Bu mengajari kita bersabar dan mencinta serba semua! Mbah Bu saat ini pasti juga ingin, kita bisa membedakan antara memanjakan dan mendidik, bercermin dari pengalaman beliau. Ya, mbah Bu, nenek tercinta kami juga sudah tiada 6 bulan sebelum mbah kung almarhum menyusul menyandingnya. Mereka berdua berbaring damai di seberang makam sang wali Sunan Drajad, yang konon mbah Bu masih urutan cucu-cucu keseribunya...Allahummagfir lahuma...warhamhuma...
(Dari hasil cinta belia-beliau lahir pendowo limo: pakde Tafif Abdurrahman yang menikah dengan bude Chairiyah dan melahirkan 4 momongan: mbak Renda,mas Dwiki,mbak Citra, mas Widan. Lalu anak kedua ayah Viva, Muchlis Ainurrafik. Putra ke 3 om Muh Amri Muchtarifin dengan bulik Tien yang semua anaknya dikasih nama sama ayah/sedikit dari ibu: Fariz Maulana, Nadia Arifia, Vira (bukan dari kami), dan Salma Ebadi. Putra keempat om Gofar Ismail dan tante Ugi punya dik Gina dan putra kelima Om Yazidizzaini Auliyannuha masih singgle).

Surprise saat Bangun Tidur: Kejutan B'day Kakak 15

Tumpeng sederhana yang disiapkan ibu dan mbak Yah...ucapan-ucapan jenaka dari ayah, ibu dan Adik. Bangun tidur,dishooting ayah dan dituntun melihat tumpeng.

Untuk Kakak, puding kristal dari tangan lincah koki imut kita yang dimasak super kilat saat bangun tidur.Pudingnya ditaruh depan kipas angin biar cepet beku!jangan kenceng-kenceng entar kakak bangun! Pudingnya enak kata kakak... Ucapan ciadek juga lucu dengan gambar muka kakak hitam semua. Tapi mana ciuman buat kakak? Manna? manna?

Menikmati tumpeng bersama, ayah kok cuma dibagi 2 suap dan tomat buanyak....2 jam habis kakak ultah, ayah langsung ngeluh kelaparan...

"mbak yah...ini nyobain tumpengnya, dan ini ada sedikit dari tabungan Vikra untuk mbak Yah yang sudah masakin telur kecap Vikra, bikinin es teh manis, nyariin kaos kaki sebelah....".

Mother: Lyric Song from Vikra


Mother
(By Vikra Alizanovic)

Oh Mother
You bring me love
You make me warm

Oh Mother
Don’t leave me no more
Because I need you Mother

You’re the place for me to go
When Daddy’s not around
You’re the only place for me to go
When I’m sad and breaking down

It’s sad when we’re apart
When I needed your hug
When I needed to cry
And nobody to hold

I love everything you do
Even when sometimes you embarrass me
When you dance in the crowd
When your singing has gone too far

I don’t know why mother, but I love you….

(selamat ulang ulang tahun ibu..love you. This song is a tribute to my mother’s 39th birthday).

B'Day Tart from Vinda




Vinda is so sweet daughter, doing the best to express her love, but she never admits her feeling with words. She was so busy to make a surprise cake for her mom (39 b'day).At the beginning the cake was over cooked, but she solved it. She hided everything with sweet,creative and unpredicted design for her age. Thank sayang....This is unforgetable gift..I love you.

Vikra's poem at grade 6 :Puisi untuk Ibu

By Vikra Alizanovic

(Ditulis 4 Juni 2004, saat Vikra kelas VI SD, untuk ultah ibu ke 35)

“IBU” (English translation is below)

Wahai Ibu, langkahmu di Dunia ini Sangatlah Berarti
Tanpamu Ibu, Duniaku Gelap Bagai Tanpa lampu
Begitu Sulitnya Aku Menemukan Kata-Kata yang Pas Untuk Dirimu
Lembut Bagai Salju, Hangat Bagai Bagian Belakang Kulkas

Jika Diibaratkan kau Anjing, maka Aku Kutunya
Jika Engkau Monyet, Maka aku Pisangnya
Jika Engkau Ibu Maka Aku anaknya
Jika Engkau Bumi, Maka Aku Makhluk Hidupnya

Kita Selalu Saling Melindungi
Saling Menyayangi, Saling Menjaga.
Banyak Anak Di Dunia, Sedikit Dari Mereka Yang Bahagia
Tak Banyak Yang Bisa beta Katakan, Hanya Vikra Vinda bahagia Punya Ibu Seperti
Ibunda, Yuni Yanti Chuzaifah

Dengan ini beta ucakan Selamat Ulang Tahun
Beta ingin puya Bunda yang Sempurna
Beta tak Punya Uang untu beli apapun buat Bunda
Beta Harap Bunda tidak kecewa, Sekedar puisi yang bisa beta tempel di pintu Kamar

Bunda

Sekali Lagi, Selama Ulang Tahun, semoga sehat selalu
Dari anakmu yang tersayang, Vikra Alizanovic


“MOTHER” (translated by Vikra on June, 2008)

Oh Mother, your Steps in this World are so Meaningful
Without you, Mother, My World would be Dark as if there was no Lamp
It’s so Hard to find a Word that Suits you, oh Mother
You are as Gentle as a Snow, and as Warm as the back of a Refrigerator

If You were a Dog, then I’m the Flea
If You were a Monkey, then I‘m the Banana
Now You are a Mother, and I’m your Son
If You were the Earth, then I’m the creature living in it

We will Always Protect each Other
We will Care and Love each Other
Many children in this World, Few of Them are even Happy
There’s not Much for me to Say, only that Vikra and Vinda are Happy to Have a Mother
As One like Mother Yuni Yanti Chuzaifah

With this, I’m saying Happy Birthday
I Dreamed of a perfect Mother
I don’t Have any money to buy You anything right Now
I Hope you’re Not disappointed, Only a couple of Words I can Glue on Your Bedroom’s Door

Once Again, Happy Birthday,

Vikra_gelap@yahoo.com


(Note from ibu: waktu Vikra mengibaratkan ibu dengan kedua binatang ini, sempat bikin ibu mengernyit...antara bicara moral standard dan freedom expression. Tapi dulu dia kasih argumen kedua binatang ini piaraan yang mengasikkan. Kami juga pernah pusing waktu umur 3 tahunan, kami pernah ngasih tahu Vikra nggak boleh ikut-ikutan temennya yang pernah kedengaran ngatain temannya: "dasar monyet"!. Vikra balik nanya, "kalau dasar kura-kura, atau dasar kupu-kupu boleh nggak" ? Nah lo!!)