Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ke Turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ke Turki. Tampilkan semua postingan

Detail Aya Sophia Istanbul

Jepretan : Vandana Mernisi


Kubah tinggi dengan tulisan Allah-Muhammad.

Mihrab tempat imam.


Lorong-lorong bawah bangunan menuju balkon atas.

Eternit cantik dan suasana balkon atas

Aya Sophia, Gereja Menjadi Masjid dan Museum


by: Vikra Alizanovic (ditulis April 2007)

Setelah pulang dari Grand Bazaar Istanbul, kita istirahat sebentar di hotel. Sorenya ibu ngajak ke Aya Sophia. Sampai di aya Sophia hujan. Gak nyangka ternyata antriannya lumayan penuh juga. Cuma waktu itu gak terlalu penuh karena lagi hujan. Pertama masuk ke bangunannya disambut sama Mozaik Madonna(bunda Maria). Mozaiknya indah banget. Masuk kedalam lagi pertama kita baca penjelasan sejarah aya Sophia. Jadi aya Sophia itu dulu namanya Hagia Sophia. Aya Sophia itu udah pernah jatuh-bangun 4 kali. Jatuh pertama kali, kebakaran karena salah orang dalam, dan juga karna atapnya masih pakai kayu Timber dan dindingnya pake Basilica. Akhirnya dibangun lagi pada masa raja Theodosius II.
Kerusakan kedua disebabkan karena kebakaran lagi karena mereka masih menggunakan dinding basilica. Pada masa kerusakan 1 dan 2, aya Sophia masih berupa Gereja. Untuk merestorasi kerusakan ke 2 ini, raja mendatangkan arsitek2 terbaik dari penjuru dunia seperti dari Roma Italia dll. Kerusakan ketiga disebabkan karena gempa bumi dahsyat yang terjadi di Istanbul, banyak fresko2 dan mozaik2 yang tadinya ada belasan di bangunan itu, yang akhirnya rusak dan harus di-cover dengan semen untuk menyelamatkan bangunannya sendiri. Malah ada satu tiang yang dibalut pake lempengan besi. Kerusakan terakhir adalah kerusakan yang paling parah. Karena akibat perang salib, banyak harta2 aya Sophia seperti lempengan emas dan barang2 perak yang diambil oleh para crusader sebagai rampasan. Akhirnya, masalah bisa diselesaikan setelah Raja Suleyman The Magnificent muncul. Aya Sophia diubah jadi masjid. Jadi sekarang didalamnya ada kiblat imam, tulisan Allah dan Muhammad besar2 di langit2 Aya Sophia. Sampai sekarang oleh pemerintah turki, Aya Sophia resmi jadi museum.

Grand Bazaar Istanbul: Pasar Tua mengasikkan


By: Vandana Mernisi (arsip/ditulis April 2007)

Ladies and gentlemen,

Saya ingin menceritakan pengalaman saya pas di sana asik banget niatnya kita hanya mau liat2 tapi karena di sana barangnya unik2 kita belanja deh…
Vinda lihat2, kayaknya nyaris semua barang yang dijual disana lambang mata deh, karena lambang mata itu adalah lambang Turki (Istanbul)sorry…!!! Gak tau arti lambang itu.
Dari gantungan kunci,gelang,kalung,anting,pajangan dinding semua lanbang mata. Tapi gak cuma itu yang di jual ada yang lain tapi gak terlalu khas.
Terus kita masuk ke toko karpet karena ibu mau pake buat Mushala di rumah yang ada di Indonesia. Toko pertama kita masuk bagus2 karpetnya motifnya keren abizz!!! bingung pas lagi nikmatin2 indahnya karpet sana sampe lupa tanya harga (jadi deg-degan) 1…2…3… MAHAL…… biasa peraturan kebangsaan ibu…n-a-w-a-r tau kan??? Maksutnya?

Kita kelaperan, cari makan didaerah situ yang deket-deket, maksutnya didalam pasar itu. Biasa…nyari chicken Kebab kesukaan Vinda. Tiba-tiba…. ada cahaya ijo dari mata ibu, melihat surga didepan matanya yaitu toko karpet kedua. Akhirnya dapat sesuai dengan kriteria ibu yaitu tipis, kwalitas dan motifnya bagus, murah tapi nggak mau menyinggung penjualnya. Penjualnya udah senang, akhirnya ada yang beli. Karena kita bilang, kita kelaperan buru-buru dia si penjual karpet ngajakin makan bareng ditempat yang biasa ia tongkrongin. Tapi kita disuruh tunggu sebentar, sambil nunggu kita ngliat toko didepan toko karpet tadi. Ada catur bagus banget, tempatnya klasik, karakter-karakternya kuno, terbuat dari logam. Akhirnya kita beli ditawarin 60 lira jadinya 25 lira. Terus penjual karpet tadi yang janji mau makan bareng, balik nyamperin ketempat kita. Dia nunjukin rumah makan enak dideket-deket situ. Kita makan kebab, nasinya kayak nasi goreng, dikasih cabe guede bakar, sama salad. Ibu minum susu asam khas Turki kayak yoghurt katanya.

Vinda beli ikat pinggang untuk belly dancer kayak punya tante Erry yang dibeliin ibu. Terus Vinda juga beli tas khas Turki, gelang mata Turki. Vinda juga beliin oleh-oleh untuk guru-guru Vinda, ayat-ayat yang ada bacaanya dan mata Turkinya.

Udah ya..Vinda mau sholat isya dulu…

(tambahan dari ibu: Vinda sholat maghrib jam 10 malam, karena jam segitu masih terang kayak maghrib di Indonesia, jadi sholat maghribnya malam banget pas mau bobo….Oh ya, pasar Turki dibangun sejak th 1461 oleh Sultah Mehmet II dan diperluas oleh Suleyman I pada th 1701. Didalam pasar klasik itu ada 65 jalan dengan atap-atap lengkung berwarna kuning, total luas bangunan 30,702 m2. Pasar tutup sampai jam 7 malam. Sebelum ada listrik, pasar ini menggunakan lampu minyak, dan sempat terbakar /mengalami kerusakan berat 5 kali antara lain th 1546, 1651 termasuk kena gempa pada th 1894. Karpet yang diceritain Vinda adalah motif klasik yang dipakai disalah satu lantai istana Topkapi dan produk ini dibuat handmade oleh orang-orang Kurdi Turki dari serat.

Rambut, gigi dan pedang Nabi Muhammad di Istana Topkapi Turki

Kami secara khusus meminta izin kepada guru Viva di sekolah Belanda untuk pergi ke Turki, dengan alasan ingin belajar sejarah dari kunjungan langsung ke jantung sejarah kebudayaan Islam di Istanbul. Ini salah satu kota yang juga jadi impian ibu karena disana ada Harem yang dengat dengan study ibu. Ayah memprovokasi bahwa Turki bagus buanget ketika ayah trip kantor setahun sebelumnya. Istana Topkapi Sarayi ini letaknya persis dibelakang Hagia Sofia (atau terkenal dengan Aya Sofia) yang berseberangan dengan blue Mosque atau masjid biru magna karya arsitek Sinan.
Halaman tengah istana Topkapi dengan pohon berlubang sinyal ketuaannya. Viva membelakangi dapur istana Topkapi, menghadap Harem kerajaan Ottoman/dinasti Usmani yang berjaya di Turki ini.
Ini salah satu museum yang menyimpan kekayaan kerajaan saat itu. Pedang khalifah Usman termasuk disimpan di museum yang lebih terbuka. Vikra sibuk mendengarkan audio guide. Dibawah ini adalah koleksi benda-benda pusaka milik Nabi Muhammad SAW yang didapat kerajaan Ottoman waktu penakhlukan Mesir. Semua benda keramat ini diletakkan di ruang "holy relics" disalah satu ruang Istana Topkapi, yang dulunya tertutup untuk publik, dan hanya dipakai untuk ritual sultan saja. Tapi belakangan sudah dibuka untuk publik, tapi antrinya luar biasa dan dibatasi. Kami sendiri karena problem teknis tidak bisa mendekat. Jadi foto-foto dibawah ini bukan jepretan kami.
Ini pedang nabi Muhammad..mistis sekali merasakan dekat dengan sejarah Islam yang dulu hanya kita baca dari buku, dan sekarang kita ada disekitarnya.
Ini kasket tempat menaruh serpihan gigi nabi Muhammad waktu terdesak dan terluka saat perang Uhud...coba bisa dibuka ya. Boro-boro dibuka, memfoto saja tidak bisa...
Ini helai-helai jenggot nabi kita....luar biasa ya pentingnya museum......Good bye Istana Topkapi.
Istanbul, April 2007.

Harem! Harem! Harem Sultan Ottoman Turki

Istanbul, 18 Maret 2007

(Vikra rencana mau bikin tulisan tentang ini. Kita tunggu saja.. )

Gambar paling atas adalah singgasana sultan saat mengunjungi Harem (area tinggal istri-istri dan "perempuan-perempuan" yang disediakan untuk raja). Disini sultan biasa menyaksikan hiburan tarian sajian penghuni Harem sekaligus kesempatan untuk melihat/memilih perempuan yang disukainya.


Ini adalah kamar-kamar penghuni Harem yang jumlahnya bisa ratusan. Perempuan penghuni Harem bisa diambil sejak belum balig sekalipun. Harem ini sangat dikontrol oleh ibu dan permaisuri Sulthan, terutama ibulah yang punya otoritas untuk mendidik para penghuni Harem, khususnya yang potensial akan dijadikan istri-istri raja. Sedemikian dididik agar calon istri-istri tersebut "hebat", karena merekalah calon ibu para sultan penerus. "Untuk memenangkan perhatian sultan dan ibunya, kerap persaingan dilakukan dengan cara-cara sadis. Selat Bosporus salah satu saksi bagaimana perempuan Harem yang pemberontak harus diakhiri hidupnya dengan ditenggelamkan disana". (Demikian cerita turistik yang didengar jutaan pengunjung)

"Ini kamar mandi para penghuni harem. Harem ini juga dijaga oleh para bodyguard kulit hitam. Konon mereka juga dikebiri..."

Selalu kalau masuk space-space macam Harem begini, senang sekali menempel ke group-group turis bule sambil nguping apa yang tertransfer kekepala para pengunjung ini. Selalu sama bahwa raja/lelaki Islam hobi perempuan, bertumpuk kemewahan dan sadis...

Tapi bersyukur akhirnya tahu Harem bukan hanya dari tulisan orang, tapi bisa menyentuh sendiri dindingnya dengan tebaran kaligrafi cantik ayat-ayat Tuhan yang bertubrukan dengan nafas-nafas sesak perempuan, membayangkan belitan seumur hidup tanpa pilihan, menyedih bagaimana berhias raga dan mengkebiri hati, menghayati menghitung menit dan terbiar....

Leiden 5 Maret 2008

Yunich1@yahoo.com

Cari makan malam dan anting di Istanbul


by Vinda

Istanbul, 10 April 2007

Sampai di Grand bazaar kita beli kacang Kaastanjebakar atau kacang keju Turki, roti Pretzel (rotikeras) pakai wijen, trus beli jagung Rebus dikasih garam. (kalimat diatas ibunya yang nulis, tapi Vikra Vinda yang ngomong, kalimat berikutnya Vinda yang tulis sendiri).

Terus kita kelaperan di jalan. Akhirnya kita beli pizza di Domino pizza. Niatnya kita makan di taman depan masjid Blue mosque dan Aya Sofya. Sambil di perjalanan kita ngeliat liat. Niatnya mau liat gelang dan anting, tapi pas lewat dari toko itu langsung di panggil sama orang yang punya toko, jadi deh beli gelang anting.

(si_adik_vinda@yahoo.com)

City tour Istanbul: Blue Mosque, Bosporus

Istanbul 11 April 07.
Ikut bus Corendon dijemput jam 8.55. Pertama lewat bab Ali ke Sultanahmet area pusat turis. Di situ adaBlue mosque atau masjid Sultan Ahmad, aya Sofia, hypodrom dan hyroglip. Hyprodome dijelaskan oleh tour guidenya dengan bahasa Belanda, bahwa area ini dulu menjadi arena perang salib, lalu ada tugu obeliskyang bagian atasnya hancur karena logamnya sempat diambil para crussader (pasukan perang salib) untuk dijadikan uang logam. Ada penjelasan ttg hyroglipdari Mesir kuno yang diberikan kepada sultan dan satu lagi masih ada di Mesir.

Blue Mosque atau masjid Sultanahmet yang sangat megah dibangun pada th 1609-1616 oleh arsitek Mimar sedefkar Mehmed Aga. Masjid ini persis berhadapan dengan Aya Sophia, dan istana Topkapi. Masjid ini punya 3 pintu utama, 260 jendela. Di mihrab tempat imam juga dari batu marmer yang dihias dengan batu-batu dan satu buah batu dari ka’bah.

Masjid ini punya 6 menara atau minaret, karena di samping tidak boleh melebihi menara 7 di Mekkah, juga ada kepercayaan bahwa 7 hanyalah milik Allah. Hitungan hari dan banyak hal lagi yang digambarkan dengan angka 7. Wah kaya orang Jawa aja,othak-athik mathuk!

Masjid ini sangat indah dengan marmer abu-abu seperti warnamasjid Sultan Suleyman. Interiornya juga luar biasa dengan kubah-kubah penuh kaligrafi. Vikra Vinda sibuk jadi fotografer.

Memotong selat Bosporus

Setelah itu keliling melihatGalata brug/jembatan di selat indah Bosporus yang menghubungkan Asia dan Eropa dengan liuk biru air, sangat bening dan kontras dengan gedung-gedung padat yang bersusun menutup bukit. Mereka rela jelek mengalah untuk mengkontraskan indah dan birunya Bosporus. Makanya ayah pas ke Turkey pernah sms: “Ayah lagi di Bosporus. Thats great, kapan-kapan kita kesini sama-sama!!”.

Dari tour ini juga terlihat area golden horn dan Seraglio point, laut tempat menenggelamkan harem-harem yang tidak patuh.


(yunich1@yahoo.com)

Bermanja di Sultanahmet Hamami

Istanbul, 11 April 2007

Setelah bertempur untuk dapat visa schengen yang melelahkan. Urusan yang mestinya harus menunggu 2 minggu dengan setumpuk dokumen, dan kali ini bisa ditembus dalam hitungan jam…!

Perjuangan masih berlanjut untuk berburu tiket, ke bank, ke money changer bolak-balik..

Masih lagi harus wira-wira bawa bongkahan tas cari taksi dan cari info arah pulang dengan info yang nggak jelas dari orang-orang Turkey yang baik antusias mau menolong tapi terbatas bahasa Inggrisnya.

Akhirnya kami menginap di Sunshines lagi, sampai di hotel sekitar jam 15.30an. Anak-anak udah teller, habis maem doner kebab, kami main kartu Uno dan mereka asik sendiri dengan mainan yang habis dibeli sambil nunggu di kedutaan. Hadiah buat mereka yang udah sabar nunggu dan kooperatif.

Perlu relaxing. Kebetulan.. mimpi pingin mandi di Hammam Sultan, yaitu pemandian para sultan jaman dulu. Vikra sempat antusias mau ikut, karena memang ada arena mandi khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan, tapi akhirnya dia merasa kegelian sendiri dan memilih tidak ikut.

Hamam atau Turkish bath ini ada 2 tempat yang terkenal, satu Suleymaniye Hamam di Mimar Sinan Caddesi 20, yang didisain arsitek terkenal Sinan pembuat masjid Suleyman pada th 1490-1588. Yang satu lagi didaerah Sultanahmet depan Blue Mosque dan Aya Sophia, namanya Sultanahmet hamami yang dibangun th 1710. Turkish bath atau pemandian Sultan ini, salah satu yang digemari turis, karena orang masuk ke pemandian raja, dimanja bak Sultan dan permaisuri (pasaran banget istilahnya).

Bangunannya memang sudah sangat tua, dengan ruang tamu khas Turki yang unik dengan sofa beralas permadani sebesar sajadah dengan guling kecil dan bantal-bantal. Disitu ada kafe buat mereka yang menikmati kopi atau tea hangat setelah mandi.

Pertama tamu datang diberi pilihan mau ambil paket mandi saja (20 Lira), pijat (15 Lira), atau paket keduanya. Ya sudah, daripada selama ini cuma baca tentang kehidupan harem dan kemewahan sultan, lebih baik ngalami langsung. Tamu diminta ganti pakai kain kotak-kotak merah (sekilas seperti taplak meja) untuk kemben, dan dituntun ke arena hamam melalu lorong-lorong tua berbentuk huruf “n” yang agak rendah (mirip pintu-pintu masjid kuno di demak, Kudus, dll).

Temboknya tebal dengan cat-cat putih kusam yang dibiarkan tidak dilapis untuk memamerkan ketuaannya.

Hamam sauna seluas 5 X 5 meter, setengah dindingnya dilapis marmer abu-abu. Disetiap sisi dibuat anjungan naik sedikit 30 cm dengan luas 1 meter mengelilingi sisi dinding untuk arena duduk dan bersantai sambil menciduk sendiri air hangat dari bak-bak marmer yang mungil semacam pot tanaman.


Arena ini juga semacam sauna natural. Asik..menyiram badan letih dengan air hangat sambil melihat atap kubah yang berlubang-lubang dan ditutup dengan kaca warna-warni biar burung tidak mengintip sultan dan sultana yang lagi mandi.
Setelah rileks 15-20 menit di hammam sauna, tamu dipersilahkan masuk ke Hamam pijat, disuruh tidur di kasur mandi, dan masseurs/pemijat yang bahasa Turkinya tellaks, mulai memijat kita dengan cara lembut. Berbeda dengan pemijit Indonesia yang bertenaga enak, disini serasa mengelus mengaktifkan saraf kulit saja, tapi enak juga.

Asiknya, tellaks tidak membiarkan badan kita kedinginan, jadi selalu menutup bagian yang sedang tidak dipijit dengan handuk-handuk tebal. Dari ujung kuku kaki sampai kepala dipijit, enak banget. Setelah itu dipeeling/digosok dan dibiarkan relaksasi sejenak.

Sambil memijit, tellaks yang kebetulan separuh baya dan kayaknya mantan orang cantik kalau diperhatikan, punya service extra untuk tamunya dengan mendendang lagu-lagu Yunani dan Turki. Suaranya yang PD tambah mantap dibekam oleh dinding tebal Hamam, jadi serasa khusus dialirkan kekuping tamunya dan yang lain tidak boleh dengar. Wah..sedap sekali, kalimat-kalimat Yunaninya rada terkenali dari lagu-lagu Vasiliki pemenang peace award yang
sering menginterupsi asik saat kerja.

Tellaks dengan gesit menyiram ketubuh kita yang telentang. Kencang tapi tidak menyiprat ke muka sedikitpun. Professional sekali!! (walaupun sempat terfikir serasa adegan memandikan mayat). Siraman mengagetkan dia termaafkan, setelah Tellaks ini menyabuni dengan cara uniknya. Dia memasukkan sabun batangan dengan aroma klasik kedalam karung kecil putih, dikasih air sedikit, karung ditiup seperti membuat balon, lalu ditekan untuk mengeluarkan busanya sambil dibalur ketubuh. Sehingga kita bener-bener mandi busa yang ceria beterbaran kemana-mana. Asik memang!


Setelah itu kita disuruh duduk, dipijit kepala dan dikeramasi, dibilas sampai tuntas. Service berikutnya kita diberi kain kotak-kotak mirip tutup kepala Yasser Arafat, dibalut ketubuh untuk kemben bersih, dan kita dipersilahkan masuk ruang tengah. Setelah keluar melewati lorong-lorong menembus ruang tengah, kita disambut dengan diberi handuk lebar,
yang dibalut kebadan untuk menghangatkan tapi dililit lucu dibagian kepala. Tamu banyak yang rileks dulu minum-minum rempah, tapi rasanya sudah puas..waktunya pulang. Pasti anak-anak sudah nunggu.

Wow! rupanya mereka bobo pulas!

(yunich1@yahoo.com)

Hadiah cincin harem dari sultanku tercinta

Kesengsem cincin Istri ke-4..

Istanbul, 11 April 07

Setelah keliling Teksim area, gelora olah raga dengan Galatasaray, pasukan Corendon diajak masuk Stork Jewelry, pertokoan perhiasan yang cukup mewah.

Menariknya gedung ini dulunya bekas penjara perempuan. Pasukan diajak ke atas, disana ada galeri perhiasan dengan penerima tamu/penjaga stand yang elegan. Kami ditawari minum kopi dan teh Turki. Asik sekali.

Awalnya males nglihatin orang-orang yang mulai bergaya antusias mau beli ini itu. Tapi pas penjaga stand bercerita tentang satu bagian koleksi Harem Sultan Ottoman..mulai tertarik juga ndengerin. Rupanya Sultan Ottoman dulu memang punya banyak istri dan perempuan banyak dalam haremnya, tapi dia memberikan cincin tanda cintanya hanya kepada 4 istrinya.

Istri pertama mendapat design cincin sebaris horizontal deretan batu permata. Istri kedua dapat 2 baris, istri ketiga dapat 3 dan ke empat dapat empat baris dengan variasi warna bermacam-macam, ada merah rubi, hijau emerald, putih sirkoin dan hitam.

Rupanya untuk istri ke-4 bagus banget karena empat baris dengan variasi warna indah.

Gak kuat iman juga untuk beli karena sejarahnya menarik. Mau beli kok males karena harganya nyebelin, dan selain itu kami bukan type orang yang menunjukkan kemewahan macam begini untuk mengatrol status.

Akhirnya muncul ide ngrayu Sultan Muchlis sang suami untuk hadiah ultah 4 juni nanti…dan rupanya tidak ada perlawanan yang berarti seperti perang salib jaman Sultan Ottoman pemberi cincin itu.. misoa cukup ceria meng oke kan proposal fun ini.

Lha! Tapi kok beli design untuk istri ke 4 ya? Wis, pokoknya kali ini estetika lebih bicara dari ideology!! Thank honey..I love you…

(kata Sandra pas pamer cincin ini: Udah nggak apa-apa Yuni jadi istri ke-empat…istri pertama, kedua dan ketiga ya Yuni-yuni juga…).

(yunich1@yahoo.com)

Orang Kristen Boleh masuk Masjid..



Sholat dan foto bareng Imam Masjid Suleyman

by: Vikra Alizanovic

Istanbul Turki, 10-12 April 2007

Naik pesawat Corendon, berisik sama anak ABG Belanda rombongan mau liburan ke Istanbul, brkt jam 5.30 pagi dari rumah, mendarat di Sabiha Gokchen Airport yang ada di sisi Asia, karena Turki punya 2 wilayah di Asia dan Eropa yang dibelah oleh selat Bosporus yang indah.

Ayah pernah foto di Bosporus ini waktu kunjungan mendampingi menteri ekonomi Marie Pangestu keliling ke Istanbul, Angkara, Iran dan Mesir. Sabiha diambil dari nama anak Kemal Ataturk presiden Turki yang sangat maju berfikirnya untuk memisahkan agama dan Negara. Nama Sabiha juga diambil untuk menghargai emansipasi wanita.

Keliling Turki menuju hotel Sunshines, banyak sisa-sisa peninggalan Romawi dan Yunani, karena sejarah Istanbul dulu pernah menjadi wilayah Yunani dengan nama Bizantium dan dibawah Romawi dengan nama Constantin ople karena ditakhlukkan oleh raja Constantin I.

Sholat di Masjid Sulaiman

Setelah istirahat, sorenya masuk ke masjid Sulaiman yang indah sekali, dibangun pada th 1550-1557 oleh arsitek terkenal Sinan. Disitu ada makam Sulaiman The Magnificent. Makamnya sendiri ditaruh di satu bangunan. Karena udah tutup, kita nggak boleh masuk. Disamping makam sulaiman, ada makam Sultana Hurrem Roxelane. Sehabis itu kita masuk ke masjidnya untuk sholat. . Luasnya 69x63 ms. Kubah utamanya sendiri luasnya 53 ms. Dan tingginya 27,25 ms. Disana ada 32 jendela.

Dimasjid ini kami sholat jama’ah magrib. Interiornya indah sekali, dengan kubah yang megah, lampu-lampu . Orang Turki yang sholat datang terlambat (makmum masbuk), disiplin ngambil posisi paling ujung kiri.

Orang Kristen turis2 juga boleh masuk. Syaratnya harus wudhu dulu dan auratnya harus tertutup semua dahulu bagi wanita maupun pria. Disana Vikra sempat foto sama imam Odas, imam besar di masjid itu.

Pulangnya kita mau ke Grand Market tapi ga tahu jalannya. Akhirnya diantarin sama imam2 dari masjid Sulaiman itu dengan mobil mereka. Salah satu dari mereka ngomong pakai bahasa Arab sama ibu, nanya nama kita, dan mereka saranin ibu pakai kerudung, karena itu sunnah rosul.

Mereka sangat ramah dan kami bilang tasyakker atau terimakasih dalam bahasa Turki.

(vikra_gelap@yahoo.com)

Note: (Tulisan huruf miring, tambahan dari ibu)

Tertahan di Bandara Turki: Salut dari Sandra Moniaga-Martua

dear yuni, vikra dan vinda,

kami ikut bersyukur dengan semua ini. sejak dengar kabar dari lies, saya yakin kalian bisa mengatasi masalah ini. instinct tetapi juga pengalaman kita (dalam gerakan pro demokrasi) selama ini membuktikan itu. no news is good news, kalau perlu bantuan, pasti kalian menghubungi kami.

betul sekali: kita memang harus yakin kalau kita baik sama orang, pasti kita juga akan sering mendapatkan kebaikan... ditambah lagi kemampuan untuk negosiasi, informasil, jaringan kawan dan kerja serta 'persistensi. Yang lebih penting adalah keyakinan bahwa Tuhan selalu menemani dan memberi jalan bagi kita kalau kita mau usaha.

Kami salut dengan kalian. Selamat ya dan selamat kembali ke Leiden menjalankan rencana-rencana selanjutnya dengan gembira dan sehat Tuhan memang hebat, tapi kalian juga luar biasa hebat!

salam,
m-a-r-s

Orang Turki Baik-Baik..

Ber-enam didalam taksi..

Masih jam 4 pagi, belum ada kendaraan. Naik taksi jarak tempuh 1,30 menit cukup mahal kata Corendon, jadi disarankan pakai bus airport. Jadi sampai jam 7 nunggu diairport sambil tidur ayam dan menjelang berangkat anak-anak minum the hangat dulu. Bus Havas dijanjikan jam 7.30, tapi kami pas naik dan sudah santai didalalam dibangunkan lagi suruh ganti bus lain. Kasian anak-anak harus bangun lagi. 30 menit sampai diterminal, kami harus ganti taksi ke Taksim.

Untung ada 3 orang perempuan Turki yang menawarkan untuk bareng dan anterin ke wilayah Taksim karena sejurusan. Karena harga taksi mahal dan jarak masih jauh, mereka tawarin duduk uyel-uyelan ber 6 di taksi. Ampun! Tapi nggak apa-apa, fun juga. Dijalan mereka
cerita datang dari Denmark untuk ziarah Muhammad Ayyub Al-Anshary, karena mereka percaya bahwa Ayyub ini dulu sempat membiarkan nabi tinggal 12 hari dirumahnya di Madinah dan nabi bilang apapun yang diminta Ayyub akan ditolong Tuhan karena di penolong. Jadi Ayyub menjadi popular sekali mirip sunan-sunan yang kuburannya diburu orang.

Supir taksi kasih alternatif biar lebih murah dengan nyebrang boat dari Uskudar ke Taksim, karena kalau pakai taksi mesti ngelilingi bukit dan nyebrang jembatan. Mereka setuju. Ganti lagi naik boat lewat selat Bosporus, fun tapi capek juga. Setelah dari Taksim, naik taksi lagi ke Istiklal straat. Orang Turkey tadi care banget, Bantu sampai dapat taksi yang dipercaya dan tahu alamat, bahkan menawarkan untuk ngantar ke kedutaan, dia kasih nomor telp dan kami pisah.

Ini kesekian kali kami ditolong orang Turki yang baik banget. Sebelumnya kami sempat dapat kebaikan polisi bandara petugas X-ray untuk bisa mencharge HP dekat area Xray check bagasi.

Vikra sempat komentar melihat kenekadan ibunya: "Vinda begini rupanya nurun ibunya".

(yunich1@yahoo.com)

Berjuang Ngurus Visa di Istanbul

Tertahan di Istanbul (Dari ayah)

Tadi malem, sms istri tercinta: "ada cincin cantik ala permaisuri sultan..hadiah ultah ya.."Dilanjut teriakan lewat sambungan telpon.Hemm..Kayaknya jalan-jalan di Istanbul lancar-lancar saja..Syukur..Karena esoknya masih libur --meski harus tetep dateng ke kantor buat rapat news-gathering- - semalem nyantai..melek ampek pagi jabanin Liga Champion.Bangun udah agak siang. Jam 9-an. Gegas mandi. Cabut ke kantor. Telat 15 menit dari Jam 10, jam rapat. Sampek ruang rapat, baru sadar hp gsm ketinggalam!Wapemred yang minta rapat, malah gak ada. Mulai rapat tanpa wapemred..eh tiba-tiba agenda lain masuk. Utusan dari Star-tv Hongkong gabung ke rapat, nyiapin set up news room.Cabut dari kantor jam 3-an. Mampir ke Electronic City, ngecek Panasonic 3ccd GS 500. Hallahh..muahall. 9,4 juta! Padahal di mangga dua bisa kurang dari 8 juta. Langsung cabut lagi. Pulang. Ngejar badminton ama anak-anak PPIM jam 5 sore.Nyampek rumah jam 4.30 lewat. Ngecek kabar dari Istanbul. Ternyata ada beberapa sms. "Ayah, kita gak boleh msk belanda lg, krn cuma bolh msk schengen skali. Bs minta kontak temen ayah..Nahhh..!!Sms lain, minta dikirim segera dokumen jaminan dari KBRI Belanda, sponsor dari ISIM. Cari dokumen. Langsung cabut. Ke wartel, ngefaks. Gagal. Coba telepon langsung ke Istanbul berkali-kali gak bisa. Ada sms dari Bang Sur (Leiden), bilang juga gak bisa ngontak-ngontak.Habis badminton, langsung ke warnet. Cari kontak temen2 di Turki: Andrew Finkel (Time Istanbul), dan Mas Puguh (KBRI Ankara).Sambil nulis ini, terus berdoa.Mudah-mudahan urusan visa di Istanbul cepet beres..Love u all..Sunnnnnnnnnnnnn. ..


"Mungkin ini Hadiah dari Tuhan.." (Cerita Yuni)

Beberapa masalah sudah terlalui, uang yang tinggal minim di account sudah terselesaikan, dengan mentransfer dari saving account pakai internet banking nebeng dikantor Corendon tadi. Semua data alamat, fax kedutaan Belanda, kedutaan Indonesia, route, Hp orang itu, alamat corendon dll sudah lengkap ditangan.

Masalah berikutnya, pulsa habis! Gimana mau ngontak orang atau terima telpon. Ampun! Padahal waktu mau berangkat sudah mempersiapkan isi sekitar 45 euro di HP ibu, Vikra dan Vinda, pasti cukup untuk 2 malam di Turkey. Pulsa habis karena ada miscall masuk voice mail, report sms yang nyedot pulsa dll. Untung masih ada beberapa cent, untuk kontak suami minta fax dokumen,pak Muhajir attaché kebudayaan yang memberi calling visa untuk kirim file undangan yang dulu, minta bang Sur kirim pulsa, tapi sayang tidak bisa diisi dari luar negeri (baru malamnya dapat info bagaimana mencharge pulsa dari luar negeri).

Pikiran macam-macam muncul, incase nggak dapat visa, berarti anak-anak harus pulang ke Indonesia dari sini, sempat kefikir incase terjadi aku harus antarin anak-anak pulang. Kefikir juga kalau harus nunggu seminggu di Turkey ngapain aja? Karena Istanbul termasuk kota mahal nggak jauh dari kota Eropa lain.

Suami punya kontak wartawan senior BBC di Istanbul, dosen di Universitas Angkara, dan satu lagi diplomat tapi di Ankara.

Tapi pikiran negatif itu dikesampingkan dulu, pasti ada jalan!! Apalagi anak-anak harus dilatih bahwa jangan mengeluh kalau ada masalah, tapi konsentrasi untuk menyelesaikan. Dahulukan solusi dari expresi!! Jangan kayak di sinetron, kebakaran atau mau diperkosa nangis-nangis dulu, tapi bukan berfikir tenang untuk cari jalan keluar!!

Dengan gotong-gotong tas kami masuk kekedutaan, ditanya sudah ada appointment belum? Dicek tas dll, akhirnya bisa masuk dan bicara dengan bagian visa yang cantik mirip Isabella Rosselini muda tapi cerdas, bahasa Inggrisnya bagus dengan logat Turkeynya yang
masih kental. Dia mendengar semua penjelasan dan dengan lembut tegas bilang bahwa harus mulai apply visa baru, dengan menunjukkan dokumen : undangan, asuransi, surat dari sekolah Viva di Indonesia, jaminan keuangan, copi passport, foto, Keterangan keluarga, akte notaries suami boleh bawa anak, keterangan dari institusi, bikin janji dulu dengan
datang ke bank, telp dulu lewat mesin, bayar ke bank, dapat Pin baru apply, dll…paling cepat besok/jumat dapat jadwal janjian tunggu kamis depan (seminggu) untuk dapat visa lagi. Di Indonesia biasanaya malah 2 minggu. Oh my God!! Semua dokumen itu ada dirumah tapi kunci rumah dibawa semua, sebagian dokumen ada di komputer kantor (sebagian ada di email sih), pak Muhajir dan suami belum kirim jawaban bisa fax atau tidak.

Setelah nego ngeyel pokoknya ceriwis (jurus-jurus negosiator keluar semua, masak menulis buku tentang advokasi, kok nego begini gak bisa). Pokoknya semua argumen keluar, termasuk jelasin ini situasi upnormal, dimana anak-anak dibawah umur tergantung secara formal pada orang dewasa, juga pakai argumen bahwa mereka di Belanda sudah sekolah, visa masih berlaku, ke Turkey cuma untuk trip 2 hari dengan group tour. Dia tetap bertahan harus apply dari awal dengan setumpuk dokumen itu. Argumen berikutnya minta dia untuk check dokumen ke kedutaan Belanda di Indonesia, karena visa ini masa berlakunya masih Mei,dan kami punya dokumen valid disana, kecuali masa berlakunya sudah habis.

Logikanya, kami dapat visa 3 bulan dengan persyaratan semua. Dan minta dia mengerti, dokumen itu tidak mungkin didapat dalam sehari incase fax bermasalah. Dia juga masih belum bisa terima, tapi dari matanya dia serap sesuatu. Setelah itu pakai argumen untuk
mengkontak attaché kebudayaan Indonesia di den Haag, pak Muhajir yang dulu berbaik hati memberi calling visa, sebagai penjamin. Dia sempat tanya soal calling visa itu. Dan sekali lagi minta dia untuk cek semua dokumen di kedutaan Belanda di Indonesia. Sempat juga nyodorin nomor KBRI Den Haag untuk ngontak pak Muhajir (nomor-nomor itu tak buka dari HP sambil nyuri-nyuri biar nggak ketahuan, karena di kedutaan HP musti
mati), juga minta ke dia nama bosnya, biar KBRI yang kontak dari Belanda. Dia kasih nama bosnya, tapi akhirnya dia mau bicara sama bosnya dulu dan kami disuruh nunggu dibawah. 30 menit kemudian kami dipanggil, dia bilang bahwa bosnya sudah mengkontak kedutaan Belanda di Jakarta untuk cek dokumen itu semua.

Akhirnya dia bilang bahwa akan berikan single entry lagi untuk anak-anak. Oh my God! Tangan emas Tuhan bicara melalui lidahku. Vikra Vinda antusias ikut naik turun tangga mengikuti semua percakapan, dan mereka sibuk klarifikasi kalau tidak faham. Vikra
bahkan ikut nimbrung meyakinkan.

Kami diminta isi form ke bawah lagi, beres! Pas mau serahin, dia minta foto anak-anak, akhirnya kami keluar foto dulu, pas mau nyerahin lagi, dia bilang minta uang 230 Lira untuk visa, ya ampun, mbok ya sekalian tadi bilang to mbak…...biar nggak keluar
lagi! Tapi nggak masalah, kami jalan lagi ke bank dan money changer di Istiklal straat yang jalannya nanjak.

Semua dokumen akhirnya beres, sambil nunggu kami cari sarapan jam 11 di restoran sebelah. Anak-anak kasihan, tapi mereka nggak mau ditawarin berkali-kali untuk sarapan waktu di Uskudar tadi.

Tahap berikutnya cari pesawat dan hotel, padahal tidak punya pulsa. Pemilik restoran ramah, dan cerita sama dia situasi kami, dan minta kerelaan dia untuk pinjam pakai dan terima telphon restoran ini, dan kami mau bayar untuk itu semua. Dia dengan ringan membolehkan dan bahkan tidak mau dibayar. Aduh baik sekali, terharu!

Ya sudah, telp Corendon, karena kami ikut paket tur dan juga siapkan cancellation insurance. Corendon baru ada pesawat tgl 22, lalu minta mereka carikan pesawat lain, ada Pegasus tgl 18. Masak harus nunggu seminggu lagi. Telp lagi mereka, minta dicarikan pesawat group lain, tapi harganya melangit, ada Turkish air ber 3, oneway 850 euro, Luftansa 1100 euro dan KLM 3000 euro untuk penerbangan besok. Ok, pertolongan Corendon tidak berarti. Mau cari sendiri di internet atau travel agent. Karena pakai dan terima telp dari pemilik restoran sudah cukup lama, dan merepotkan rasanya, walaupun pemiliknya masih ok. Udah nego lagi mau bayar biar nyaman, tapi dia tetep nggak mau, suruh pakai aja. Akhirnya pemilik restoran kasih tahu toko foto sebelah barangkali tahu info travel agent.

Kesitu akhirnya, tapi pemiliknya tidak bisa bahasa Inggris. Orangnya baik, jadi dia kasih nomor HP seseorang, dia nyodorin telp dan minta kita nelp sendiri. Vikra Vinda kasihan, mereka biar rileks, nunggu aja di toko mainan, vinda beli kartu Uno dan Vikra beli mobil2 mini Hot wheel untuk koleksi.

Akhirnya, bicara via telp dengan orang yang namanya Ahmet Karyagdi dengan HP 05552890969, dia bisa bantu cari sky tur (02126392153) dan dapat pesawat yang harganya 540 euro ber3. Ya sudah, ini rasional dibanding yang lain. Tiket baru dipesan setelah bayar cash dengan euro. Sempat nego ini itu untuk memastikan bahwa ini bukan penipuan dan ada garansi. Jadi sebelum bayar, minta dulu nomor telp agent , nama kontak orang, nama pesawat, dan nanya juga ke pemilik restoran apakah orangnya bisa dipercaya. Akhirnya nanjak lagi keluar tukar uang lagi dan tiket beres, agak deg-degan dikit sih waktu nunggu tiket belum
ditangan.

Jam 2 siang, visa bisa diambil..alhamdulillah!! Sekarang cari hotel. Kepikir balik ke Hotel Sun Shine di Sultanahmet, tapi juauh dari sini, karena pulau sebrang. Tanya orang nggak bisa bahasa Inggris dia tapi ngasih tahu sekitar 55 Lira. Tapi nggak apa-apa, anak-anak capek. Nyari taksi dengan nggotong tas begini lama juga. Cari wartel juga nggak nemu untuk nanya hotel sun Shine masih ada nggak kamar. Tapi tadi sempat minta Corendon untuk cariin hotel sih, walaupun Corendon tidak telp balik ke restoran itu sampai kami pulang. Pokoknya berangkat saja ke Sultanahmet, di sana sudah familiar dan orang-orang di hotel Sun shine juga sudah akrab, pasti mereka bisa bantu atau cari sendiri hotel diwilayah itu.

Akhirnya naik taksi, dan rupanya harganya tidak mahal, bahkan kembali Tuhan kirim supir taksi orang Turkey yang baik, kami bayar uang gede nggak ada kembalian, uang kecil masih kurang 2 lira. Dia relakan 2 lira itu dengan ramah, karena kami di taksi sempat ngobrol enak. Sempat bilang ke anak-anak, kita hari ini dapat keajaiban, ditolong banyak orang dan dimudahkan urusan. Ibu percaya, kalau kita baik sama orang, pasti orang juga akan baik sama kita. Mungkin ini hadiah Tuhan, selama ini kita berusaha untuk buka kuping buat teman-temen yang ngadu persoalan ini itu, yang nangis kerumah, yang ngungsi ke rumah karena ada problem dengan suami, orang tua atau keluarganya. Atau terima email, sms dengerin cerita ini itu dan mungkin menawarkan sedikit solusi yang nggak berarti. Bisa jadi sekecil apapun yang kita lakukan, menjadi bermakna dan bicara pada saat kita
memerlukannya.

Terimakasih Tuhan…

(yunich1@yahoo.com)

Gawat!! Ga Bisa Pulang ke Leiden!

Visa vikra-vinda Cuma Single Entry!

by: Vikra Alizanovic

Kita dijemput sama bus dari agentnya jam 02.25 pagi. Tidur di bus. Pesawat berangkat jam 04.35. sampai di airport pas lagi check-in, orangnya bilang kalo vikra and vinda nggak bisa balik ke belanda. Kalo visa ibu sih oke2 aja, soalnya ibu udah dianggap warga Negara
belanda, tapi vikra vinda visanya katanya cuma buat bolak-balik Negara schengen, grup negara2 eropa kayak belanda, prancis, spanyol, jerman, dll. (ditulis di restoran samping kedutaan Belanda di Istiklal strat)

Pas kita ditolak visa, ibu ngomong ribut sama orang dari pesawat Corendon. Ibu mohon-mohon bahwa kita itu anak kecil, kita nggak bisa pergi tanpa orang tua. Orang Corendonnya bilang; "saya tahu bahwa mereka anak kecil, tapi kita ini Corendon, kita punya aturan,
walaupun anak kecil tapi punya passport sendiri, tidak ada pengecualian sama sekali dan Corendon bisa didenda 15 ribu Euro kalau nggak salah". Akhirnya kita tenang dulu duduk, terus kata orang Corendon suruh ikut dia, kita dibawa kekantor Corendon yang di airport situ.

Pokoknya ribet lah..yang kita nungguin lama. Katanya solusinya kita harus apply buat visa baru.

Pertama kita nyari transportasi ke kedutaan Belanda, soalnya kalau mau apply visa harus kekedutaan Belanda yang ada di Istanbul, padahal kita lagi ada di bandara Sabiha Gokchen yang kalau mau kekedutaan Belanda jaraknya jauh banget

(ditulis di Bandara Attaturk Istanbul, vikra_gelap@yahoo.com)