Tampilkan postingan dengan label Pengalaman hidup di Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman hidup di Belanda. Tampilkan semua postingan

Unik !! Puasa dan Sholat di Negeri Orang

Puasa di Eropa saat musim dingin uenakkk. Bisa sangat pendek waktunya, sahur jam 6 masih gelap, dan buka jam 4 sore... tapi juga siap-siap kalau puasa pas musim panas, sahur jam 1 pagi, buka jam 10 malam bisa terjadi.

Masjid banyak yang bekas gereja. Salah satunya masjid Al-Hikmah Den Haag ini, dulunya dibeli konglomerat Indonesia, dan gereja disulap jadi masjid.

Kalau winter, sholat paling rumit, karena kita harus pakai mayo (stocking tebal yg berbentuk celana sekaligus kaos kaki ), wah kalau wudhu harus dibongkar semua... tantangan.

Waktu ibu di mekkah, ada nenek2 satu group yang terheran dengan sholat mengitari ka'bah di masjidil haram, "neng, sholat di mekah mah acak-acakan nya....kalau di Indonesia teh rapi, menghadap ke barat semua, lamun disini teh kunaon atuh orang menghadap ke tengah semua, tidak rapi". Tidak sadar bahwa arti menghadap kiblat ya artinya menghadap ka'bah yang guede didepannya. Pemahaman kiblat adalah barat ini , juga menjadi kebingungan orang Suriname yang aslinya orang Indonesia yang dibawa belanda ke negeri di ujung atas Amerika selatan ini. lalu orang2 Suriname ini sekarang banyak yang tinggal di Belanda. Karena pindah-pindah ini walopun beda generasi, mereka masih bersikukuh kiblat ala Indonesia. Waktu di Indonesia berkiblat ke barat, pas di suriname, mustinya kiblat kan ke timur laut, tapi mereka ngotot ke barat juga. Lalu pas orang Suriname ini pindah ke Belanda, kiblat kan harusnya ke tenggara, tapi mereka bersikukuh ke barat juga. Menarik kan? sampai ada satu teman bilang, kenapa pusing dengan kiblat, dunia bulat, jadi menghadap kemanapun akan sampai kiblat juga.


Sholat pakai mukena putih, rasanya hanya sebagian kecil negara Islam macam Indonesia salah satunya. Kebanyakan sholat negara2 muslim lain yg penting menutup aurot. COba amati waktu ke Mekkah, orang Marokko pakai kain panjang warna-warni, orang Arab pakai abaya dan kerudung yang dipakai diluar atau kain yang diubel-ubel. Waktu di Michigan sholat Ied, juga orang Afro-Amerika (jangan pernah pakai kata negro, karena itu sensitif dan merendahkan) pakai penutup kepala untuk menutupi sanggul menggunung seperti tumpeng. Dan sholat jadi warna-warni seru...

Dari riset ibu ttg ABG muslim Indonesia yg ada di Belanda, banyak yang minum wine, dan wine diluar kan banyak yag kadar alkoholnya rendah tidak memabukkan. sholat bolong-bolong, tetapi puasa sangat rajin dan sangat disiplin tidak makan babi. jadi itu penerjemahan muslim yang paling enteng. Pas ditanay kenapa masih minum wine? jawabnya, karena itu bagian dari etika..setiap pesta dan ceremoni atau dinner, selalu disediakan dan gak nyaman menolak katanya. tetapi negeri seperti Belanda memang memberlakuan masyarakatnya rasional, minum dan mariyunana dibolehkan tetapi kadar dan pemakaiannya sangat ketat. Jadi ABG mabuk sangat jarang.. pemabok kebanyakan homeless (mereka yang tidak punya rumah) lemparan imigran dari negeri tetangga.


Yang juga unik, saat idul Fitri tahun lalu, ada anak ABG bule muslim bawa anjing ke masjid. tadinya mau dibawa masuk, tapi dikasih tahu tidak boleh, dititip diluar dan begitu salam langsung lari ngambil anjingnya....

Banyak bule yang masuk Islam karena perkawinan, dan asumsi laki-laki muslimlah yang boleh mengawini non muslim biar bisa masuk Islam, ternyata tidak selalu benar. Dari forum-forum bule muslim, justeru masuk Islam karena istrinya. bahkan ada mubalig bule terkenal, menjadi muslim yang baik karena terbimbing istrinya.

Greenery of Leiden rivers

Photographer: ci ibu manis.















Ini jeprat-jepret ibu saat bersepeda atau jalan kaki di seputar Leiden untuk menghibur diri pas Vikra Vinda ayah sudah pulang. Ini bukan hobi, walaupun oleh temen-temen photographer dikomentari sayang kalau tidak dikembangkan. Foto 1: jalan sungai dekat Molen kalau lagi ke arah stasiun CS. Foto 2: Zoete Woudsingel, sungai arah rumah tante Sandra kalau diajak maem bareng. Foto 3 + 4: Witte Singel sungai yang tiap hari disusuri kalau mau ke kantor atau ke kampus.

Beres-beres & Daur sampah di Belanda



Yang jelas barang seabreg, disortir, dibagi mana yang bisa dimanfaatkan temen, mana yang dipakai kalau nanti kesini lagi (pas wisuda, moga-moga), mana yang dibawa pulang..mana yang dibuang. Ini baru baju-baju, kain-kain... yang kertas-kertas belum...kertas lebih banyak butuh waktu karena harus dibaca.




Mbuang sampahnya juga mesti diklasifikasi anatara botol/kaca, plastik, kertas, pakaian dan sampah biasa.... Wilayah tertentu enak, setiap malam tertentu dijawal bisa taruh sampah didepan pintu dan tukang sampah akan angkut pagi buta. Juga ada jadwal hari lain kalau mau taruh barang yang tidak terpakai tapi bukan sampah juga ada harinya..sehingga orang lain bisa memanfaatkan barang tersebut. Ada kasur, ada meja belajar, alat-alat bayi atau mainan (karena anaknya sudah gede-gede) , bahkan piano atau kursi-kaca keren juga bisa diambil. Ini cara orang Belanda mendaur ulang dan saling memberi manfaat buat orang lain. Bisa juga barang-barang ini diberikan ke pengelola/pedagang second hand, yang biasanya lembaga philantrophy (kedermawanan) dan dana penjualannya bisa ditranfer ke negara dunia ketiga.

Lebaran di Belanda 2008


Allohu akbar, Allohu akbar walillahilhamd. Syahdu juga mendengar takbir dibalik mukena.

Sholat Ied di masjid Al-Hikmah Den Haag. Berangkat bareng Raisa, tante Lies, om Suryadi dll. Ketemu keluarga tante Sue Heersink- Anabelle, Danielle yang pake kebaya dan baju bodo lucu. Juga ada tante Erry om Marco. Termasuk kawan-kawan student Indonesia, ada Fike, Imma, saras, Ella, Aan, Widi, Anda, dll.

Halal bil Halal dengan komunitas Indonesia dan pencinta Indonesia di wisma Dubes RI Wassenaar, Den Haag Belanda. KBRI bikin open house, semua makanan free tersedia. Ada lontong, lodeh rebung pete, gulai kambing, opor telur, ayam goreng, sambal, kerupuk...

Anjangsana ke rumah mbak Meira (kakak Oneng Rieke) di Leiden. Kayak lebaran di Indonesia, ada opor, sambel goreng ati, acar, lodeh/besengek tempe-tahu... sedap...











Flower parade Lisse Holland 2007

Pictures by: Vikra Alizanovic











(note : Semua foto diatas jepretan Vikra, kecuali 2 foto yang rame-rame dan ada gambar Vikra didalamnya. Kami nonton bareng-bareng sama tante Erry, Raisa, Rugun, Vinda, Ahimsa, tante Lies, Om Suryadi, tante Sandra, ibu dan Vikra. Lisse ini dekat dengan Keukenhoff taman Tulip, dari Leiden 20 menit).

Menghirup udara Maastricht - Breda

Ini cerita hari Minggu jalan dengan sobat seperjuangan Sandra Moniaga (Viva manggilnya tante Sandra) yang lagi sama-sama terengah-engah nyelesaiin disertasi. Tapi minggu ya harus break!! Tadinya mau ke tempat kawan yang habis menikah di Eindhoven, tapi akhirnya memutuskan ke Maastricht dan pulangnya ke Breda nengok ponakannya yang ultah dan keluarga besarnya. Diatas adalah foto suasana Maastricht, wilayah berbukit Belanda Selatan, arah tenggara dari Leiden. Kalau hari biasa, ke Maastrich tiketnya 40,60 euro, kebetulan ada tiket anbieding (sale) 14 euro untuk seharian mau kemanapun di Belanda. jadi murah banget kan?

Ini gereja Basiliek van sint servaas (saint Servatius) salah satu icon Maastricht dengan serambi Vrijthof square yang sedang punya gawe menggelar summer festifal makanan Preuvenemint setiap 27-31 Agustus di kota ini. Suasananya seperti pasar Tongtong. Kami mengelilingi gereja klasik ini, dan tak sengaja dibalik gereja ini tante Sandra menemukan susteran Carolus Boromeus, tempat tinggal suster mantan kepala sekolahnya yang tadinya ingin kami kunjungi. Kami persis didepan pintunya. Sayang ini bukan Indonesia yang mengetuk dan spontan dibuka. Disini harus janjian dulu, lagipula susternya sedang sakit sepuh yang sulit untuk menerima tamu.

Istirahat sebentar ke warkop (kerennya kafe), capek jalan, pingin capuccino dan meramahi perut yang belum sarapan. Wafel jadi pilihan, karena ini khas limburg-Maastricht selain pie-nya. Kita ngafe ini didepan gereja yang direcom teman karena gereja ini sudah disulap menjadi toko buku yang besar dan asik....sayang nyaris buku-bukunya bahasa Belanda semua. Hampir mbeliin buku music kakak, tapi kayaknya di Leiden juga ada. Tapi yang menarik, gereja jadi toko buku, rumah Tuhan tidak untuk nunduk-nunduk menyembah Tuhan saja, tapi umat harus cerdas dan pintar, jadi Tuhan mengalah...


Suasana dalam gua Sint Pietersberg, gua buatan penambang yang mengkorek perut gunung menjadi lorong-lorong seperti liang semut. Tinggi gua ini sekitar 10-12 meter, lebar antara 3-4 meter. Ini menarik, mengambil batu alam tanpa memugar gunung seperti yang kita lihat di Palimanan atau Lamongan yang tergerogoti tiap hari dan tahu-tahu gunung lenyap. Para penambang membiarkan 30 meter permukaan gunung utuh menyembul tak tersentuh. Didalam gua banyak lukisan amatir atau tulisan yang mentattoo dinding, salah satunya konon huruf yang dibuat raja Batak. Informasi dan atraksinya luar biasa. Guide melucu tapi cerdas menjelaskan dengan data-data scintifik. Lalu pengunjung diajak beradventure, si guide menyembunyikan lampu, lalu meminta pengunjung memejam mata dalam gulita, meminta tangan kiri menyentuh dinidng, berjalan dan selalu ikuti belokan kiri. Wah..serem banget, kebayang ada binatang di dinding, atau tiba-tiba tertabrak dan ditabrak benda atau kawan kita...ujung-ujungnya cuma berputar...


Ini jembatan Sint Servaasbrug jembatan tua Maastrict. Dari tepi sungai Maas-boulevard ini bisa naik kapal Rederijk Stiphoud menuju St Pietersberg gua raksana diatas. Jembatan ini sudah tidak dipakai mobil, khusus untuk jalan kaki. Beginilah cara Belanda mengkonservasi sejarah. Jadi paralel dengan jembatan ini, dibangun Wilhelmina bridge yang kokoh, modern, ramping yang dari kejauhan seperti busur panah untuk jembatan yang lazim..











Nyampai Breda sudah ada Leonie/Onie, ponakan tante Sandra dengan 2 ikat bunga buah tangan ala Belanda untuk 2 keluarga mereka yang mau dikunjungi. Yang juga asik, Onie sudah menggenggam ice capuccino dingin yang dipesan tante Sandra untuk orang yang lagi ngidam sejak sejam lalu...sedaaap. Hangat sekali cengkerama dengan keluarga besar Manado-Belanda ini, rasanya langsung merasa menjadi bagian dari mereka. Kami main kerumah tante Tilly dan suaminya Om Hans Bolte yang masak macem-macem, ada ayam goreng kesukaan Onie yang lagi ultah, ada lodeh ala Jawa yang pas banget, ikan Cakalang Manado, tahu-tempe, kentang kacang kering, dan tak ketinggalan chap cai Kak Regi. Semua yang terhidang sedap dan nikmat...pulang rasanya masih nempel di lidah. Makasih banyak.


Sebelum ke Stasiun diantar tante Tilly mampir ke sepupu tante Sandra, tante Lieke ibunya kak Regi, yang masih cantik dan rapi. Setelah itu, segera kembali ke Leiden dan kembali ke chapter. Bedank tante Sandra to have this nice idea...

Gaya usil 3: Balita kita

Ya begini ini, badan sudah segede alaihim, tapi masih main volly pake balon sama adiknya di dalam kamar yang super sempit. Tapi rupanya ada logam pengunci tangga yang tumpul tapi keinjak kencang sama kakak, jadi luka sebesar koin. Kasihan....ini harus dibalut pakai plastik pas mau mandi..kikil! kikil!!


Kalau yang ini, ada yang ingin jadi bayi lagi, nekad duduk di dorongan Raisa. Ya sudah sama tante Lis dan Vinda gantian diusilin lagi!!

Karya Sekolah Vinda: Kenangan

Kuda zebra karya Vinda umur 6 thn di Northside School Ann Arbor 2002. Aduh, zebranya lucu ya? Karya ini dibikin berdasarkan tema. Mrs McGarty dan Mrs Moss mengajak berkarya dengan tema Afrika. Jadi semua murid-murid diajak masak ttg makanan Afrika, diajak nonton video, membaca buku-buku, berpakaian Afrika dan membuat binatang khas benua ini. Kreatif!

Topeng keramik ini dibuat Vinda waktu di sekolah Lucas Van Leiden 2007. Mr Jaap guru Vinda minta murid berkreasi apa saja. Rata-rata pada buat pot bunga. Vinda bosan ah! Jadi Vinda buat topeng ini. Mirip siapa ya?

Karya Sekolah Vikra: Kenangan!

Ini salah satu kenangan tulisan Vikra th 2002, waktu baru sebulan di sekolah Nortside School Amerika. Nyaris karya-karya Vikra bertema binatang. Vikra juga pernah nulis tentang walrus yang harus dicari dari berbagai perpustakaan atau searching dari website untuk menghasilkan tulisan ilmiah. Tapi sayang, cuma ada satu karya ini yang tersimpan.

Nah kalau ini kenangan karya art Vikra di Davinci College Belanda th 2007. Karya seni lain terbuat dari logam untuk denting gantung. Burung ini masih dipasang dikamar ibu Leiden, kalau pas kangen Vikra bisa diayun-ayun seakan burungnya mengangkasa.


Jakarta Muacet!! Ancurrr!!


Sedapnya bebas kemacetan...ayah lagi menikmati kenyamanan berkanoe di sungai witte Singel Leiden, melewati Universitet Bibliotheek (gambar atas), KITLV dan Botanicus Garden....cerah dunia kalau transportasi lancar, aman dan tenang begini...Holland April 2007.

ANTV-Building Jakarta , 2 Nov 07
Gambar-gambar dari kontributor untuk topic petang udah masuk semua..baru bisa napas dikit..Tapi mendung gelap bangettt, alamat 2,5 jam lagi nyampek rumah. Ancur dan macet semua. Mau lewat mampang..mau lewat pejompongan..mau lewat radio dalam.. Sudirman lancar dikit..tapi mampet di radio dalem..Lagi ada pembangunan busway dimana-mana..jalur gatot subroto diambil setengah..permata hijau..pondok indah..semua baru dimulai. Baru dimulai aja udah macet ampun ampunan..Lewat buncit juga ancur..Setelah tol naik berlipat-lipat..arteri ragunan lebak bulus..macet..cet. Pengendara mobil tetep gila, karena gak ada alternatif.. Orang depok..pamulang..bintaro..ciputat..mau naik busway darimana? Jalur lbk bulus akan ada lewat Pdk Indah, kedoya..dan mogot..ke harmoni. Via Fatmawati-Blok M gak dibikin, sempit. udah gak mungkin. Dari gang jambu gak ada. Kalau ada pasti bang saar tertarik ama projek itu..dan udah siap-siap nyaloin tanahnya.. eh..mendung dah gluduk-gluduk..kalo gak pulang sekarang..bisa ampek malem..gimana dong? Cunnnnnnnnnn (2-11-07).
(Tulisan diatas hasil chatting record dari kalimat-kalimat ayah jelang pulang kantor di Kuningan)

Pasar Malam Kermis di Molen De Valk Leiden


By: Vinda

Leiden, 5 April 2007.
Hari jum’at mulai libur Easter. Vinda, kakak, Ibu
sempat ke Kermis atau pasar malam di depan Molen De
Valk, kincir angin Leiden. Ada gurita,funhouse, komidi
putar,bombomcar, DLL asik banget…

itu baru permainannya, belum hiburannya.

Vinda.

Vikra Dapat Pasangan di Artist Zoo Amsterdam

Amsterdam, 15 April 07
Ini semua hasil photography Vikra di Artist zoo Amsterdam. Pas dapat moment sobat-sobat Vikra lagi bermesraan. Ada kambing gunung, monyet dan kura-kura..semua berpasangan!

Selama di artis zoo ini giliran Vikra yang pegang kendali kamera, sampai kamera sempat jatuh. Tapi nggak apa-apa, yang penting Vikra Vinda berkarya.
Di Kebun binatang ini, Viva ibu jalan-jalan sama keluarga MARS (om Martua, Ahimsa,Rugun, dan tante Sandra).