Tampilkan postingan dengan label Hobby-Creativity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobby-Creativity. Tampilkan semua postingan

Kucing Berbaju

Kalau ke pet shop, pasti koleksi baju kucing nggak banyak. Kalau ke butik kucing, selain mahal kok berlebihan amat rasanya. Jadi memang kreatifitas itu mahal rupanya. Nah, karena si Kuba (Teni) nurut banget dan menikmati dibajuin, mulai deh nafsu mendisain dan membuat baju untuk Kuba jadi tersalur (karena ibu gak suka nonton TV, jadi relaksasinya ya bikin beginian). Cakep kan?



Sampah indah : daur ulang

Lilin minyak goreng: Punya gelas kecil souvenir? atau gelas yang pasangannya pada pecah, atau botol kratingdaeng? Saat mati lampu, benda-benda ini bisa dimanfaatkan., Cukup dengan isi minyak goreng, beri sumbu dan pengait sumbu yang mengapung dan tahan bakar. Jadi deh lilin atau lentera alternatif. Kalau gelasnya transparan, bisa diisi dengan batu kerikil, kelereng warna warni atau benda menarik lain yang tahan api. Listrik boleh mati, tapi rumah jadi romantis hangat.


Tudung makanan dari kain bekas: Baju kesayangan rusak salah setrika? marah dan nyesal tak ada guna. karena bahannya masih bagus dan menarik, dibuatlah tudung makanan ini. Jadi tudung keranjang plastik yang sederhana, dengan diberi cover ini menjadi berbeda. Apalagi kalau di neci/wallsum yang serasi, pasti tambah menawan. keuntungan lagi, serangga kecil dan debu juga tidak bisa masuk (pas difoto ini belum selesai, karena idenya jambul atas itu berbentuk bunga yang dineci warna kontras).

Baju kucing dari kaos bekas: Ketika kaos sudah melar, berubah warna atau leher sudah keriting, paling banter buat lap pel dan turun derajad jadi gombal. Tapi gombal juga bisa naik derajad jadi sesuatu yang fun. Ini gombal kaos yang disulap jadi baju kucing lengkap dengan celana yang didisain sendiri. Baju kucing kalau beli di petshop harganya minimal 40-50 ribu. Dg buat sendiri ini tinggal di obras/neci dan disulam/bordir dengan nama kucing Kuba, jadi sporty dan seru. Cukup dengan 8 ribu sudah jadi baju kucing yang cantik. Bahan kaos juga bisa dipakai untuk boneka. Asal kreatif mendisain..jadi benda menarik juga. Kalau punya kaos kesayangan oleh-oleh dari travelling luar negeri atau kado kenangan, walau rusak lehernya,salah setrika atau sobek kecantol, selamatkan dg gunting bordir/sablonnya lalu tempel di kaos baru yang lebih berkwalitas. Kalau sablon sudah memudar, bisa dibordir ulang di tukang bordir.


Alas piring "Batik": Kertas kado yang sepele juga bisa jadi alas makan. Kebetulan ini dapat kertas kado motif batik, lalu dibuat dua sisi dan dilaminating, hasilnya sering menipu mata, dikira dari kain batik. Kalau mau kreatif lagi juga bisa dari daun atau bunga yang dikeringkan, atau cap tangan, foto dan dilaminating. Dijamin cantik asal kreatif.

Tempat pernik dari kardus bekas: Kardus dibuang? sayang!! Manfaatkan untuk tempat pernik, surat atau box file dari dokumen-dokumen kita. Lalu bungkus dengan kertas kado yang menarik dengan diberi pernik. Hasilnya? Ini buah prakarya Vinda untuk recycle.

Jadi ketika minggu sambil ngumpul ngobrol atau nonton TV, tangan jangan diam...buat sesuatu!! Alam juga tersenyum karena tidak dipaksa menelan sampah menggunung tiap hari. Tapi sayang di gang jambu ini sebagian ada yang kreatif, tapi ada satu orang yang penikmat dan cukup bilang "bagus..bagus...enak..enakkk".

Foto "Neko-Neko": Lomba sekeluarga

Ini foto lain dibalik liburan kemarin, lomba foto aneh-aneh. Siap jadi model dan siap mengklik suka-suka. Lucu itu baik dan perlu.

"Ludruk Rama Shinta", karya Vinda dengan model Jody Foster dan George Clooney. Beginilah korban kekerasan dalam rumah tangga, orang tua menjadi korban anak. Tapi lumayan kan model dan fotografernya?


"Anti Grafitasi": karya kakak dengan model adiknya. Berkali-kali ci adek lompat.. "tunggu Vin, kakak aja yg hitung, satu..dua.. tiga.. baru lompat ya". Lalu pas jadi, kepalanya kepotong. Diulang lagi kakinya kepotong, diulang lagi cuma separo badan sisi kiri... susahhhh !! ini salah satu hasilnya, sosok yang tak menginjak tanah dan tak berwajah....



"Patung Pancoran", karya ayah. Pokoknya kita masing-masing berhak bergaya sesukanya, dan ini gaya kakak, hasil maksimal dari usaha minimal. Selamat memindahkan patung ini dimanapun anda suka.


"Pithecantropus errectus" by ibu. Awalnya ayah sendiri yang milih model begini, lalu 3 penonton saling berceloteh ngatur suka-suka mereka, lalu fotografer mengarahkan dan mengembalikan seperti habitat aslinya.

Lomba Foto kembang pisang

Vinda
ayah
Vikra
Ibu



Ngisi wiken sederhana, menunggu makan siang, estafet kamera bergantian ngeklik kembang pisang di halaman. Syarat lomba: masing- masing ngeklik 2 kali, tidak boleh lihat karya pemotret sebelumnya, setelah selesai baru boleh lihat, kalau sama boleh diulang. Hasilnya: 2 karya ayah dan Vinda ambil sudut yang sama (tp yg diupload yg beda)... selamat bantu menilai!!

Weekend: Belajar Bertaman






Istirahat adalah perpindahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Menerjemahkan weekend dengan semangat itu, ayah ibu bertekad merombak taman belakang tanpa tukang. "Bener nih yah kuat nyangkul-nyangkul?". "Bisa-bisa!!" begitu yakinnya ayah pas ibu tanya (walaupun esok harinya kami ler-teler). Yang jelas pohon pisang rimbun belakang, separuhnya kami bongkar karena Vinda sering komplain kegelapan dan terlalu lembab sampai boleh dikatakan gelap.
Pas sabtu kami mulai cari kembang sekitar rumah gang Jambu, karena memang Sawangan adalah centra tanaman. Tips mencari tanaman/bertamandari pengalaman kami; 1. Ini tips lucu, tapi boleh dicoba... survei dulu harga kembang yang kita inginkan, kalau pas survei kami menghindari pakai mobil, karena tukang tanaman sendiri (tetangga) bilang: "kembang ini kalau dijual ama yang bersedan bisa 50 ribu", padahal kami beli dengan motor cuma 10 ribu. 2. Tips berikutnya, kalau sudah tahu harga, kami memilih tidak beli pinggir jalan, kami biasa beli ke petaninya langsung yang notabene tetangga. Petani untung karena dapat harga lebih tinggi dibanding dijual ke pedagang, dan kitapun juga bisa dapat harga miring. Kalau pembaca gangjambu mau cari tanaman, kami bisa recomend petani-petani yang kami kenal dan ada di dalam-dalam. 3. Pilih tanaman yang ramah bumi; penyerap pollutan (macam sanxieviera), tidak manja dan haus air, juga pilih yang daunnya tidak mudah menyampah. 4. Idealnya pilih yang bisa untuk apotik hidup, misalnya kumis kucing, sirih untuk rambat, pandan, daun honje/kunyit/jahe/..sayang kami baru bisa koleksi beberapa, karena memanfaatkan tanaman yang sudah ada. 5. Bagus dalam pot, sehingga moveable, kalau bosan bisa ganti posisi.

Alhasil taman belakang beda tampilan, dan puasnya karena dikerjain sendiri sampai disain landscapenya-pun sendiri. Vikra sibuk jadi supir pembawa tanaman, Vinda buat cake yang uenak yang disantap sesudah melahab baso buatan sendiri juga. Hmmm...keep creative for your weekend and enjoy your happiness from a little thing !!

Disain Ringan yang Meringankan

RUANG PEMBUGAR: Idenya ingin bikin taman dalam, tapi sejujurnya ruang ini belum ideal disebut sebagai taman dalam, karena air kami keringkan dan tanaman kami minimkan. Kolam tengah ruangan ini biar sejuk, tepinya bisa untuk duduk-duduk dan serasa diluar padahal didalam. Walaupun sementara ini kolam tengah ini kami keringkan, tetapi ada fungsi-fungsi lain yang barangkali menginspirasi. Perhatikan eternit transparant itu. Tujuannya ingin mencuri matahari supaya sampai senja jelang maghribpun masih terang. Lumayan kan hemat listrik? Lalu kami memasang neon diatas eternit itu yang memberi efek cahaya berbeda. Sekarang perhatikan lantainya yang terbuat kerikil batu sikat sebagai varian lantai yang menyehatkan, karena seperti dipijit refleksi saat mau ke kamar mandi. Kalau bibir kolamnya sih jelas untuk kursi extra saat bosan bersofa ria diruang keluarga. Jadi sehat dan ringan kan?


DAPUR EFISIEN: Sering kan cucian gelas piring pecah gara-gara ditumpuk di ember/baskom seteh dicuci untuk mengeringkan? Atau bagian bawahnya tersisa air kotor padahal gelas-gelas tengkurap dan siap-siap air kotor baskom itu pindah ke bibir? Atau perlu serbet dan dilap satu-satu untuk siap dimasukkan ke kitchen set-pantry? Atau beli rak yang ditenggerkan samping cucian? Ini ada sedikit ide untuk dapur " belakang/kotor/berat" , agar cucian piring tersimpan dan terkeringkan sekaligus karena air menetes ke atas kitchen sink. Jadi tak perlu mengelap, rapi dan sehat. Untuk pantry (dapur bersih) mungkin kurang rapi..tapi bisa dicoba. Pastikan dapur kotor terbuat dari bahan awet dan mudah dibersihkan...alumunium dan kaca bisa jadi pilihan! Lalu ada apa dengan lantai catur itu? Moga-moga sudah pada tahu bahwa ini cara natural untuk mengusir lalat..konon lalat mudah pusing dengan bentuk catur. Tapi memang kayaknya terbukti deh... jadi emang jarang ada lalat! Buang daftar bahan kimia dari belanjaan kita. Coba setiap belanja hitung berapa persen belanjaan kita untuk bersih-bersih kita dan rumah kita?

JEMURAN TRANSPARAN: Teringat waktu kecil, Yune (panggilan kami untuk PRT) mendesis ngeluh berulang kalau musim penghujan karena alamat jemuran tidak kering. Atau kerap kali cucian basah kuyup karena telat mengangkat saat hujan mengamuk. Juga masih lekat bau apek pakaian tdak kering seperti bau "kopok" kuping kawan SD yang kena infeksi akut. Berdasarkan sederet pengalaman itu, maka waktu disain rumah, bikin kriteria jemuran: 1. Atap harus transparan dimana panas dan angin masuk tapi anti hujan. 2. Anti menjemur didepan rumah...paling sebel liat rumah bagusbagus, jemuran membentang semramut didepannya! Duh, kumuh dan kesan tak berbudaya banget! 3. Dekat dari akses mencuci baju. Jangan sampai pinggang rusak gara-gara mengangkat cucian untuk dijemur. Walaupun sekarang pakai mesin cuci dan pengering, tapi lokasi dekat sangat penting. Jadi mau hujan mau panas...kami tidak gedabak-gedebuk kebingungan untuk menyelamatkan cucian.

Bunga halaman-nya

Photografer: VANDANA MERNISI (diambil pas ashar masih pake seragam skul )


Juragan Tanaman Hias


Selain buah rambutan, ada banyak penghuni baru di Gang Jambu. Jumlahnya ratusan. Mereka berbaris rapi mengeliling kolam depan. Sebagian sudah berdaun banyak, sebagian baru berdaun tiga atau empat. Sebagian, seperti foto di atas, baru tumbuh.

Adenium-adenium ini hasil kerja bareng ayah, kakak, om gofar. Vinda? Ikut gak ya? Kata kakak, vinda pernah bantuin nanem, tapi tangannya gak mau nyentuh tanah. Bayangin aja gimana tuh. Dan itu ada yang diturun loh...

Kakak Vikra dan Vinda sering heran. "Ayah, kok bisa sih?"
"Alah, apaan..paling juga dari google," kata Vikra.

Proyek penyemaian adenium ini memang hasil googling ayah. Di rumah ada beberapa adenium tua yang berbiji. Nah, gimana biji itu dimanfaatkan, gimana cara nanamnya, gimana bisa tumbuh jadi adenium baru, ya bergurunya ke pakde google.

Adenium ini hanya salah satu tanaman yang dibiakkan sendiri keluarga Gang Jambu. Sebelumnya, sudah banyak tanaman yang dicoba kami biakkan sendiri. Untungnya tinggal di Sawangan, kami dikelilingi banyak sentra tanaman hias. Ada Godong Ijo, pusat bisnis adenium terbesar ---harga koleksi adeniumnya bisa nyampek ratusan juta rupiah!!. Ada Bang ini, ada Bang Itu, tetangga-tetangga kami yang sebagian buka "lapak" di pinggir jalan Sawangan. Jadi, banyak tempat berguru, bertanya.

Kami punya bambu air (katanya dari Jepang), yang kini jadi 5 pot, dari cuma 1 pot. Pohon pisang hias, yang tadinya satu lobang, sekarang sudah berbiak. Ada di halaman belakang, juga ada di sepanjang pagar samping.


Lalu ada juga jamia, yang tadinya kami beli satu pot, sekarang jadi enam pot.
"Pokoknya, jangan macem-macem. Kita punya ayah "juragan" tanaman hias," kata ci ibu.

hehe..


Daun

Jepretan Ayah (Muchlis A. Rofik)







Ini tanaman hasil otak atik bertanam dan bertaman ayah... dari sedikit jadi buanyakkk... tangan ayah dingin, kalau menanam selalu hidup.

Tips Cantik Remaja Cilik

By Vandana Mernisi

Vinda tadi sempet masak sayur asem, tongkol rica-rica, lalapan, tempe dan ikan asin goreng...(mbak Tuti pulang kampung sebentar). Sekarang Vinda lagi masker tomat n' timun... Vinda liat dr majalah.. Caranya tomat dipotong-potong tipis, trus getahnya diolesin dimuka deh... Trus timunnya buat relaksasi mata... Gunanya biar mukanya g kering.. ( 9 oct 08)

Recycle - Small Art at Home

Keluarga gang jambu memang perlu belajar lagi untuk merecycle sampah seperti keluarga teman lain yang disiplin sekali memisahkan sampah organik dan non-organik. Kami belum disiplin sekali soal ini, perlu belajar! belajar! Tetapi ada budaya kecil-kecil yang kami terapkan, misalnya stereo foam selalu kami cuci ulang untuk bisa dipakai lagi dan lagi (sampai ditertawakan PRT, awalnya dikira pelit). Misalnya untuk mengirim makanan ke tetangga atau untuk tempat wadah benda kering, atau memberi makan binatang. Lalu botol-botol juga kami organisir dikasih pemuda kampung buat diuangkan untuk kas masjid atau desa. Sampah yang bisa dibakar dan dikomposkan kadang kami buat (tetapi belakangan pengelolaan sampah oleh pemuda kampung, jadi sampah diambil banyak-banyak untuk menguruk legokan yang dalam katanya. Mestinya kami mulai bisa intervensi untuk kebijakan kampung ini, selama ini kami memastikan jangan dibuang disungai.
Sampah-sampah yang kira-kira bisa kami daur ulang menjadi karya seni selalu kami kumpulkan. Misalnya:
1. Kok badminton bisa dipakai lampion seperti gambar diatas



2. Kaleng-kaleng juga bisa disulap, tinggal dipilog (cat semprot), sudah bisa jadi asbak, tempat pernik, dll. Bahkan kepikir waktu kemarin ke IKEA, kaleng begini dijajar banyak-banyak diatas papan, lalu diberi tutup bisa untuk tempat bumbu. Wah, ide menarik...tapi masangnya miring lho ya...kalau masang telentang sudah biasa. Atau kalau malas bikin tutup, bisa buat tempat foto...dijejer banyak...cantik. Atau bisa juga wadah koleksi aneka bumbu/rempah dari jaman kuno atu berbagai negara... jadi puluhan! Asik kan bisa jadi museum bumbu juga (tapi makan kaleng emang jarang sihh... tidak sehat kan?). Oh ya... kalau untuk wadah satuan, badan luar bisa dihias macam-macam... yang digambar ini asal-asalan.. tebak apa? itu karet gelang!! tetap dipasang atau diangkat setelah disemprot jadinya cantik kayak guratan lukisan.Atau bisa ditempel kertas yang bersketsa saat disemprot, dan dilepas setelahnya juga cantik... Silahkan berkreatif ria deh..

3. Botol kaca kecil minuman (kratingdeng,C1000) kami pakai untuk lentera/lampu kecil kalau pas ngumpul-ngumpul dijejer pinggir kolam atau pagar rumah..lumayan bikin romantis (tapi selama minyak susah...jarang lagi kami pakai)
4. Botol besar kami pakai untuk pot bunga hydroponic (harusnya banyak..tapi baru beberapa biji taruh tembok depan jendela Vinda..tidak berlanjut. Padahal kalau dijejer ditembok dengan kembang menjuntai..cantik lho...gak capek nyiram lagi!
Jadi bumi juga tersenyum...karena tidak kembung menelan sampah tak terkunyah, tapi juga senang karena dipercantik...

Kamar mandi alami

Cerita bikin kamar mandi ini lucu, ayah nggak setuju kamar mandi dari batu alam awalnya, entah apa alasannya. Ibu bandel banget, pas ayah sedang keluar kota, ibu ngebut kongkalikong sama tukang, dan sms ayah minta dibawain kerang (buat dekorasi list atas itu). Kenapa ngeyel?Ayah sering punya bayangan sendiri nanti akan jelek, sementara ibu sudah bayangin pasti cantik. Selain itu pertimbangannya sederhana, pingin kamar mandi yang natural, sejuk, gampang perawatan, karena tidak perlu zat kimia apapun untuk membersihkan, cuma disikat saja. Memang pembuatan awal bahannya lebih mahal sedikit dan karena perlu expertise yang rapi, maka biaya tukang juga lebih tinggi.

Ini rak-rak kaca, selain memberi efek transparan luas, juga membersihkannya mudah dan pemasangannya juga simpe, tinggal dijepit disela nat batu alam. Kaca-kaca ini sudah afkiran (kaca sisa), jadi amat sangat murah (tetapi pilih yang ketebalannya memadai). Kamar mandi juga bisa jadi etalase koleksi yang berhubungan dengan permandian. Toples-tople kecil itu idenya untuk menaruh perlengkapan mandi orang jaman dulu, misalnya merang bakar untuk sampoo, batubata merah bubuk untuk odol, lerak untuk cuci dll. Selain itu koleksi botol-botol shampoo hotel juga lucu lucu kan? Tapi ya tambah satu, hilang satu...Salah satunya karena sering dipakai buat renang dan lupa bawa pulang.

Penggunaan batu alam perlu beberapa tips:
- Kenali batu alam yang tahan air dan tidak, pastikan bagian yang selalu basah, dipasang batu alam yang tahan air.
- Buat komposisi yang pas, antara terang dan gelap. Misalnya bagian sempit, pastikan dipasang batu alam terang, sehingga bisa lebih terkesan lapang.
- Cukup cahaya dan ventilasi, sehingga batu alam tidak berjamur dan sehat. Kami menggunakan genteng kaca untuk mencuri cahaya, sehingga sorepun masih tampak terang. Hemat energi kan?

Inilah kreasi kami, alhasil, Vikra paling menikmati berlama-lama baca di toilet. Memang sejuk dan privat. Apalagi mandi pakai jambangan dengan ciduk batok....serasa di kampung Gedawung atau Drajad 30 tahun lalu... Akhirnya ayah menikmati juga (dan pasti diam-diam memuji..he..he..)




Lampu semak bambu

Ngisi wiken kali ini ngomongin soal bikin-bikin cahaya yuk....Ini dua capil/caping (topi petani ) yang disusun dan diberi pembatas pipa bambu 20 cm untuk kabel. Jadi cantik menggantung dirumah kita. Kreasi ini kami gantung didepan pintu samping, efek cahaya malamnya kayak matahari terbenam, ada lengkungnya. Tapi bagus juga ditaruh diatas meja makan yang kesan country. Kalau mau kesan klasik, pernis dengan warna antik/coklat tua. Capil ini jug akan tambah kenes (kalau punya waktu) tambah dengan rumai-rumbai kecil natural atau gantungan klinting-klinting mengelilingi capil ini (bisa dari tali knor, manik warna kayu, biji-bijian, kerang atau gemerincing yang tipis-tipis).
Berwiken ria jalan pagi sekeluarga ke setu/danau, cari ilalang atau kembang/ranting kering. Tetangga sering nanya? "buat apa ntu sampah? ada-ada bae", begitu mereka meledek. he..he..
Cantik kan sinarnya? Ide begini sangat cocok untuk orang yang suka hal-hal natural dan suka gonta-ganti suasana. Selebihnya juga ingin ngajak anak-anak bahwa kreatif itu bisa menyulap sampah menjadi indah, kreatif itu jangan apa-apa cuma bisa beli, kreatif itu bangga dengan buatan sendiri. Kalo bosen, segera ganti ! bisa ranting kering, bisa bilah daun pisang. Efek cahayanya keren lho kalau pas gelap (pilih lampu hologram yang kecil ya).













Kalau lampu duduk ini, sengaja didisain biar batangnya bisa untuk pot kembang hydroponic. Jadi sinar dari atas mantul kedaun menjuntai kan unik (difoto waktu belum jadi dan ampe sekarang juga belum dipernis. Tadinya pingin ditutup pakai kain organdi india, atau kasih coin-coin/kancing, atau dikasih penjuntai melingkar. Pokoknya bisa disulap apa aja deh).
Lampu pipa bambu itu sederhana kan? ini yg buat omacan. Bambu besar dipotong, sisi atas pastikan tersumbat ruas untuk pelindung dari air dan sisi bawah potong memegas. Efek cahaya malamnya bagus, apalagi menyemburat dari balik daun-daun bambu air. Ini kami pasang berderat 4 atau lima titik disepanjang dinding samping. Asik kan?