Disain Ringan yang Meringankan

RUANG PEMBUGAR: Idenya ingin bikin taman dalam, tapi sejujurnya ruang ini belum ideal disebut sebagai taman dalam, karena air kami keringkan dan tanaman kami minimkan. Kolam tengah ruangan ini biar sejuk, tepinya bisa untuk duduk-duduk dan serasa diluar padahal didalam. Walaupun sementara ini kolam tengah ini kami keringkan, tetapi ada fungsi-fungsi lain yang barangkali menginspirasi. Perhatikan eternit transparant itu. Tujuannya ingin mencuri matahari supaya sampai senja jelang maghribpun masih terang. Lumayan kan hemat listrik? Lalu kami memasang neon diatas eternit itu yang memberi efek cahaya berbeda. Sekarang perhatikan lantainya yang terbuat kerikil batu sikat sebagai varian lantai yang menyehatkan, karena seperti dipijit refleksi saat mau ke kamar mandi. Kalau bibir kolamnya sih jelas untuk kursi extra saat bosan bersofa ria diruang keluarga. Jadi sehat dan ringan kan?


DAPUR EFISIEN: Sering kan cucian gelas piring pecah gara-gara ditumpuk di ember/baskom seteh dicuci untuk mengeringkan? Atau bagian bawahnya tersisa air kotor padahal gelas-gelas tengkurap dan siap-siap air kotor baskom itu pindah ke bibir? Atau perlu serbet dan dilap satu-satu untuk siap dimasukkan ke kitchen set-pantry? Atau beli rak yang ditenggerkan samping cucian? Ini ada sedikit ide untuk dapur " belakang/kotor/berat" , agar cucian piring tersimpan dan terkeringkan sekaligus karena air menetes ke atas kitchen sink. Jadi tak perlu mengelap, rapi dan sehat. Untuk pantry (dapur bersih) mungkin kurang rapi..tapi bisa dicoba. Pastikan dapur kotor terbuat dari bahan awet dan mudah dibersihkan...alumunium dan kaca bisa jadi pilihan! Lalu ada apa dengan lantai catur itu? Moga-moga sudah pada tahu bahwa ini cara natural untuk mengusir lalat..konon lalat mudah pusing dengan bentuk catur. Tapi memang kayaknya terbukti deh... jadi emang jarang ada lalat! Buang daftar bahan kimia dari belanjaan kita. Coba setiap belanja hitung berapa persen belanjaan kita untuk bersih-bersih kita dan rumah kita?

JEMURAN TRANSPARAN: Teringat waktu kecil, Yune (panggilan kami untuk PRT) mendesis ngeluh berulang kalau musim penghujan karena alamat jemuran tidak kering. Atau kerap kali cucian basah kuyup karena telat mengangkat saat hujan mengamuk. Juga masih lekat bau apek pakaian tdak kering seperti bau "kopok" kuping kawan SD yang kena infeksi akut. Berdasarkan sederet pengalaman itu, maka waktu disain rumah, bikin kriteria jemuran: 1. Atap harus transparan dimana panas dan angin masuk tapi anti hujan. 2. Anti menjemur didepan rumah...paling sebel liat rumah bagusbagus, jemuran membentang semramut didepannya! Duh, kumuh dan kesan tak berbudaya banget! 3. Dekat dari akses mencuci baju. Jangan sampai pinggang rusak gara-gara mengangkat cucian untuk dijemur. Walaupun sekarang pakai mesin cuci dan pengering, tapi lokasi dekat sangat penting. Jadi mau hujan mau panas...kami tidak gedabak-gedebuk kebingungan untuk menyelamatkan cucian.

Tidak ada komentar: