New Year Trip: 1 week Itinary

24-25 Dec : 2 nights in Bandung

  • Exploring Ciwidei White Volcano and Strawberry garden
  • Cihampelas and Ciwalk Outlet shopping
  • Reunion with 3 close hard friends and Pabelan Alumni of West Java at Cileunyi
  • Exploring west Javanese Culinary

27 Dec : Trip To Solo and Enjoying Traditional North Coastal Culinary

  • Nasi Jamblang Cirebon, Garang Asem Masduki Pekalongan, Tegal Resto Ambarawa
  • Pick up Om Daris family in Solo and go together to Baturetno (akung/grand pa’s house)

28 Dec : Enjoy Akung’s House and garden

  • Hunting Nasi Kuning Giriwoyo
  • Visiting big family in Kampung
  • Harvesting fresh Corn and barbeque
  • Catching gurame fish from Akung’s pool and barbeque for dinner

29 Dec : Big Family gathering to Pacitan East Java

  • Breakfirst wit Soto Kwali Pagersari
  • Kiddy Board surfing at Teleng Beach
  • Sight seeing at pacitan city (place of birth of SBY,current Indonesian president)
  • Lunch with Nasi Tiwul (Cassava rice) buffet
  • Adventure at Gong Cave (the greatest Cave of Asia)

30 Dec : Exploring Southern Coastal Beach of Jogja

  • Hunting Shell at Kukup Beach
  • Lunch with fresh shrimp and coconut water at the beach
  • Swimming at Drini white sand beach
  • Visiting adik Pinaris Sekarbumi (Omacan’s baby)



31 Dec: Learning Javanese Cultural Heritage in Jogja (courtesy of Omacan family)

  • Visiting Old Javanese Kingdom Museum of Ulen Sentalu (in the middle of the jungle)
  • Brunch with Javanese burger (Jadah Bacem) mbah Carik Kaliurang
  • Canoe with gethek, feeding giant carnivora Koi fish and singing with live music at Boyong Kalegan resto
  • Mirota "ritual" (batik and souvenir shop)
  • Learning old Javanese kids game and learn to do batik at Sogan Village Tourism
  • Struggling to reach Alun-alun Square to celeb new eve (traffick and give up)
  • Celebrate new eve with the neighbourhood of Purilaras

1 Jan: Relaxing

  • Individual program (dad with Siatsu massage, Mom hanging around with tante Fatra and tante Yanri, Vikra with laptop, Vinda with friends)
  • Enjoying Great Indonesian Pianist concert “Ananda Sukarlan Pianississimo”at Cultural centrel Hall Taman Budaya Jogja
  • Dinner with nasi Kucing at Alun-alun Square

2 Jan : Trip back to Jakarta

  • Visiting dad's friends (Ungaran Semarang, tegal, Pekalongan)
  • Pekalongan batik Shop and lunch with PPIP Soto tauto (Aired at bondan Winarno Culinary TV program)
  • Hunting favorite oleh-oleh at Magelang (getuk trio, wajik nyonya week, geplak, selondok, nopia, etc

Nice holiday...


Kenangan Sekolah di Leiden




By : Vandana Mernisi (arsip Feb-April 2007)

Easter (paskah) di Sekolah Untuk ngrayain Paskah (easter) Vinda makan (brunch) di sekolah Lucas Van Leiden Leiden, bikin bunga kertas,lavender, mawar dibagi keliling toko dan dapat sumbangan dari toko-toko itu. macem-macem ada kue, daging, jeruk,dll. kalo vinda dapet daging tapi sayang, dagingnya daging babi jadi aku gak makan deh aku kasih aja temanku. He…he…he…

Perpisahan terakhir kali sekolah.
Hari ini adalah hari terakhir kali aku sekolah, pertama kali aku masuk kelas teman2 pada ngomongin vinda gak tau kenapa?…
Pas vinda ngeliat programa/program hari ini, kok aneh ada program yang khusus buat vinda. pas vinda Tanya Hanna (teman) itu artinya say good bye to vinda

Teman-temanku Dari Berbagai Belahan Dunia





By Vikra Alizanovic


Aku punya temen nyaris dari berbagai belahan dunia. Di kelas bahasa belanda ku di Davinci College di Leiden Belanda, ada 2 abang-adik dari Nigeria, namanya Terry dan Osazee. Dua2nya cowok. mereka anak baru, masuknya sekitar 1 bulan stelah aku. Bareng sama mereka ada satu anak dari maroko, dia cuma ngomong bahasa prancis dan bahasa maroko. Ada juga 2 abang adik dari Colombia. Yang 1 Andres dan Alejandra. Alejandra lumayan juga ceweknya. Kita berdua lumayan akrab. Ada lagi John, dari Inggris. Anaknya troublemaker. Ada juga Ananiya, dari Ethiophia, terus ada juga Ernestine dari Ghana, ada juga Marcin, dari polandia. Ada juga banyak temen lain yang bukan sekelas. Aron, dari ethiophia; Wazir, Grilla, dari Arab; Aron, dari portugis; Mateus, dari Brazil; Peter, dari Irlandia; Abdelaziz, Abdelkarim, dari Maroko; Steve, dari Karibia; Esmatullah, Maria, Wali, dari Afghanistan; Magdalena, Marius, Tomick, dari Polandia; Top, Ka, dari Thailand; Kin, Nurto, dari Somalia; Josselyne, dari El Salvador; Jesua, Kenneth, dari Puerto Rico; Alex, Dianne, dari Cuba; Vladik, dari Ukraina; Vijuta, dari Sri Lanka; Kailu, dari China.


(ditulis April 2007, arsip dalam laptop yang rusak tapi bisa diperbaiki).

Naris Sekarbhumi Lahir











By : Omacan family (Yasir Ahsani*, Laras Komalasari and Pinaris Sekarbhumi)

doaian ya aku sehat dan cepet gede biar bisa nemenin mbak inda main. aku lahir hari senin, 08 desember 08 pukul 20:00 malem pas idul adha. ayahku kasih nama "Pinaris Sekarbhumi" artinya " putri yang dikodratkan/digariskan tuhan untuk menjadi mahkota/bunga di jagad/ bhumi". awalnya mau dikasih nama depan "Chandani" tapi gak jadi, akhirnya pake kata pinaris dari bahasa jawa kawi.Ayahku jg nyediain nama laki-laki, karena belum ada kepastian aku lahir cewek ato cowok. kata ayahku kalo aku lahir laki-laki namanya "Cakrabhumi Herjendrajeningrat" artinya "senjata yang memusnahkan kebiadaban di bhumi" ayah ibuku seneng banget, ayahku tiap hari sial-siul terus, nyanyi2 ngalor ngidul padahal suaranya jelek nganggu aku bobok aja. bude,pakde lotis,mas pika,mbak inda ditunggu ya maennya ke jogja..

* Omacan/Yasir Ahsani adik ibu paling kecil.

Buat yang mau kasih ucapan silahkan klik komentar dibawah ini. Ini ucapan-ucapan kami:

Bunis (Bude manis Yuni ch): Panggilannya Pinar atau Naris atau Nais/Ness nih?? Bude mau panggil Naris atau Nais aja deh... Selamat bergabung meramaikan cucu cucu akung uti ya... Pasti uti disana bahagia banget tambah cucu dan pasti menjaga dik Naris dengan kasih sayangnya. Dan pasti klau uti ada 40 hari akan ditungguin terus,dimandiin, ditemenin bobo malam2. Gak usah sedih nggak ditungguin akung uti ya..mas Vikra juga nggak sempat ditungguin keburu gak sabar ingin cilukba lahir. Sehat, cerdas, putih hati dan budi ya nak...

Mas Vikra: semoga nggak mirip bapaknya (omacan), nggak mirip embaknya (vinda), nggak mirip budenya (Ibu), jadi anak yang baik, berbakti pada mas Vikra. Kok namanya pake Bumi, kesannya keras..omacan mau kalau gede jadi jegger kayak Vinda?

Pakde Lutis (Muchlis, paggilan ponakan tercinta sebelum fasih mengeja): Seneng jenenge...PInaris pasti cah'e uayu, uapik. Nek oleh usul, pakde luwih milik diwalik dadi Sekar Pinaris. Rasah nganggo Bhumi.

Mbak Inda (Vinda): Slmt Ya Om..Cie..Pny ank baru..Namanya direvisi lg dong , biar bgs...hehehe.

Special Guests from Montreal

Wendy, Joan,Vikra, Vinda, Muchlis Yuni.. a simple dinner at gang jambu.


Ladies smiles: Joan, Wendy, Ida Ahdiah, Yuni Vinda.


Dear Yuni ....(email fromWendy, sent Dec 11, 08)

The demo was a dramatic final chapter and so much fun to go to with you. I was happy for Sutanto that it got on the front page of the Jkt Post and the Globe. I wonder if there was a Human Rights Day event that matched that anywhere in the world.

Wendy and Ibu attended long march fo 60st Anniversary of Human's Right.


Yuni, I feel really lucky to have been able to have seen you three times while I was there. Having you show up at the door at Ella's was a great welcome, dinner at your house a big treat and then the demo. I was glad that Daphne and Joan got to meet you too. Joan mentioned several times how much she appreciated talking to you. (I think she has sent you an e-mail). I look forward to reading your dissertation. It'll be a good way to keep in touch and for me to learn more.

It's a bit of a shock being back. Minus 10, dark at 4:30. I am all bundled up even inside the house. I think of you sitting beside your pond and your fountain looking at green leaves and feeling the warmth of the tropics. Maybe you are listening to Vinda ( is it Finda?) playing the piano or chatting with Fikra or Muchlis. Great memories of you all.


Luv


Above letter is from Wendy Allen, former director of Indonesia-Canada project (Mc-Gill-UIN). She and Mommy (yuni) have worked together in this wonderfull project, warm working atmosphere, lifely and lovely team with her. Even we are not connected in the same work anymore, but we try to treat and keep the history as a needle of the clock, never stops..continues...

Happy B'day tante Wendy, keep young in heart and mind..indeed you look so young and fresh.
Tante Joan, thank to visit us, even you were so tired and only had couple hours for sleeping.
Tante Dahpne, we are still waiting for you.

Love from us: Vikra, Vinda, Yuni and Muchlis (your Obama's cryer club).

Detail Aya Sophia Istanbul

Jepretan : Vandana Mernisi


Kubah tinggi dengan tulisan Allah-Muhammad.

Mihrab tempat imam.


Lorong-lorong bawah bangunan menuju balkon atas.

Eternit cantik dan suasana balkon atas

Aya Sophia, Gereja Menjadi Masjid dan Museum


by: Vikra Alizanovic (ditulis April 2007)

Setelah pulang dari Grand Bazaar Istanbul, kita istirahat sebentar di hotel. Sorenya ibu ngajak ke Aya Sophia. Sampai di aya Sophia hujan. Gak nyangka ternyata antriannya lumayan penuh juga. Cuma waktu itu gak terlalu penuh karena lagi hujan. Pertama masuk ke bangunannya disambut sama Mozaik Madonna(bunda Maria). Mozaiknya indah banget. Masuk kedalam lagi pertama kita baca penjelasan sejarah aya Sophia. Jadi aya Sophia itu dulu namanya Hagia Sophia. Aya Sophia itu udah pernah jatuh-bangun 4 kali. Jatuh pertama kali, kebakaran karena salah orang dalam, dan juga karna atapnya masih pakai kayu Timber dan dindingnya pake Basilica. Akhirnya dibangun lagi pada masa raja Theodosius II.
Kerusakan kedua disebabkan karena kebakaran lagi karena mereka masih menggunakan dinding basilica. Pada masa kerusakan 1 dan 2, aya Sophia masih berupa Gereja. Untuk merestorasi kerusakan ke 2 ini, raja mendatangkan arsitek2 terbaik dari penjuru dunia seperti dari Roma Italia dll. Kerusakan ketiga disebabkan karena gempa bumi dahsyat yang terjadi di Istanbul, banyak fresko2 dan mozaik2 yang tadinya ada belasan di bangunan itu, yang akhirnya rusak dan harus di-cover dengan semen untuk menyelamatkan bangunannya sendiri. Malah ada satu tiang yang dibalut pake lempengan besi. Kerusakan terakhir adalah kerusakan yang paling parah. Karena akibat perang salib, banyak harta2 aya Sophia seperti lempengan emas dan barang2 perak yang diambil oleh para crusader sebagai rampasan. Akhirnya, masalah bisa diselesaikan setelah Raja Suleyman The Magnificent muncul. Aya Sophia diubah jadi masjid. Jadi sekarang didalamnya ada kiblat imam, tulisan Allah dan Muhammad besar2 di langit2 Aya Sophia. Sampai sekarang oleh pemerintah turki, Aya Sophia resmi jadi museum.

Grand Bazaar Istanbul: Pasar Tua mengasikkan


By: Vandana Mernisi (arsip/ditulis April 2007)

Ladies and gentlemen,

Saya ingin menceritakan pengalaman saya pas di sana asik banget niatnya kita hanya mau liat2 tapi karena di sana barangnya unik2 kita belanja deh…
Vinda lihat2, kayaknya nyaris semua barang yang dijual disana lambang mata deh, karena lambang mata itu adalah lambang Turki (Istanbul)sorry…!!! Gak tau arti lambang itu.
Dari gantungan kunci,gelang,kalung,anting,pajangan dinding semua lanbang mata. Tapi gak cuma itu yang di jual ada yang lain tapi gak terlalu khas.
Terus kita masuk ke toko karpet karena ibu mau pake buat Mushala di rumah yang ada di Indonesia. Toko pertama kita masuk bagus2 karpetnya motifnya keren abizz!!! bingung pas lagi nikmatin2 indahnya karpet sana sampe lupa tanya harga (jadi deg-degan) 1…2…3… MAHAL…… biasa peraturan kebangsaan ibu…n-a-w-a-r tau kan??? Maksutnya?

Kita kelaperan, cari makan didaerah situ yang deket-deket, maksutnya didalam pasar itu. Biasa…nyari chicken Kebab kesukaan Vinda. Tiba-tiba…. ada cahaya ijo dari mata ibu, melihat surga didepan matanya yaitu toko karpet kedua. Akhirnya dapat sesuai dengan kriteria ibu yaitu tipis, kwalitas dan motifnya bagus, murah tapi nggak mau menyinggung penjualnya. Penjualnya udah senang, akhirnya ada yang beli. Karena kita bilang, kita kelaperan buru-buru dia si penjual karpet ngajakin makan bareng ditempat yang biasa ia tongkrongin. Tapi kita disuruh tunggu sebentar, sambil nunggu kita ngliat toko didepan toko karpet tadi. Ada catur bagus banget, tempatnya klasik, karakter-karakternya kuno, terbuat dari logam. Akhirnya kita beli ditawarin 60 lira jadinya 25 lira. Terus penjual karpet tadi yang janji mau makan bareng, balik nyamperin ketempat kita. Dia nunjukin rumah makan enak dideket-deket situ. Kita makan kebab, nasinya kayak nasi goreng, dikasih cabe guede bakar, sama salad. Ibu minum susu asam khas Turki kayak yoghurt katanya.

Vinda beli ikat pinggang untuk belly dancer kayak punya tante Erry yang dibeliin ibu. Terus Vinda juga beli tas khas Turki, gelang mata Turki. Vinda juga beliin oleh-oleh untuk guru-guru Vinda, ayat-ayat yang ada bacaanya dan mata Turkinya.

Udah ya..Vinda mau sholat isya dulu…

(tambahan dari ibu: Vinda sholat maghrib jam 10 malam, karena jam segitu masih terang kayak maghrib di Indonesia, jadi sholat maghribnya malam banget pas mau bobo….Oh ya, pasar Turki dibangun sejak th 1461 oleh Sultah Mehmet II dan diperluas oleh Suleyman I pada th 1701. Didalam pasar klasik itu ada 65 jalan dengan atap-atap lengkung berwarna kuning, total luas bangunan 30,702 m2. Pasar tutup sampai jam 7 malam. Sebelum ada listrik, pasar ini menggunakan lampu minyak, dan sempat terbakar /mengalami kerusakan berat 5 kali antara lain th 1546, 1651 termasuk kena gempa pada th 1894. Karpet yang diceritain Vinda adalah motif klasik yang dipakai disalah satu lantai istana Topkapi dan produk ini dibuat handmade oleh orang-orang Kurdi Turki dari serat.

happy ied adha


dari pojok gang jambu, sawangan..
kami ucapkan selamat ied adha..
kepada seluruh handai tolan..kawan-kawan pengunjung blog ini..

Happy Eid Mubarak
Wish you all happy and healthy life..

sawangan, dec 8, 08

from us:
yuni, melon (cat), vikra, muchlis, benzo (cat), vinda
(ket. foto, dari kiri ke kanan)

Enjoying a Reggae Concert at a Charity Case Event



By Vikra Alizanovic

Just last Saturday night, me and family decided to go out to town. There was an event happening in the Proclamation Statue Park, in central Jakarta. The event consist of sundanese traditional act, called ‘Calung Sunda’, which commence at 19.00 o’clock, and we have almost no interest in watching at all. I think, almost all of the people who came there only come to watch the show after the Calung. There’s a reggae concert, by Tony Q. Rastafara, who is quite well-known around the rastaman(it’s what they call people who enjoys reggae music, and commonly, rastaman are peoples who are oppressed and in a poor community). Tony Q’s songs are usually always talks about human rights, love, freedom, peace, etc. That is why he would be invited to such event.
When we arrived there, the Calung is still commencing. We take the time to look around at the conventional stands. At the first stand there was a miniature statue of the victims of ‘Lumpur Lapindo’ made from the actual mud from ‘Lumpur Lapindo’. Sadly, it wasn’t for sale, because it was poisonous.
The second stand was called the Green House. Next to it, it sells productive plants, or eatable plants, like pepper, cabbage, cucumber, etc. Inside, it sells a lot of spices from all over Indonesia. It also sells drinks made from a spices called ‘secang’ and ginger. It tastes almost like ginger ale, only, they didn’t add sugars to it. The taste was a little bit spicy, sweet, and warming.
Finally at 20.30 ‘clock, the real show starts. At first, they didn’t bring out Tony Q just yet. First, they bring out this guy called ‘Mbah Surip Van Der Saar’. Probably just a nickname. He sings all this funny songs spontaneously. He is covering for Tony Q while Tony is tuning his guitar backstage.
Then, after waiting for a while, Tony Q is finally out. Most of the crowds were standing up and most of them stand right in front of the stage and dance. We stayed back, because it might get dangerous. We just dance slowly in the back,but we really enjoyed it. The songs were after all really nice. It really spoke. I really enjoyed it. We all enjoyed it, except for my sister. While a live concert is going on, she just sat there and play a game on her phone. She’s the only one that’s really bummed out. I hate for bein’ like that.
We stayed for only a couple of songs, then we head out. We go look for dinner. We go to Blok M, and have dinner at Grilled Chicken Ganthari. It was really lively. It was a great night.

Sekolah Negeri Tak Mau Kalah

"Uhh..sebel, Vinda harus presentasi lagi besok. Hampir semua pelajaran presentase kedepan kelas, sampai soal asma'ulhusna juga presentasi ke depan". Hari berikutnya, Vinda sibuk ngajak ibunya ke toko benang, selain untuk membuat prakarya sekolah, rupanya dia belanja banyak-banyak benang Maulin (benang sulam). "Ini tugas dari guru Matematika, buat latihan bisnis, jadi murid disuruh latihan jualan apa saja. Vinda mau jual benang, Vinda mau jual seribuan ah". Wah,rupanya ada business day juga disekolah negeri, yang dulunya hanya dikembangkan di sekolah swasta saja. Esoknya dia cerita kalau dagangannya laku keras, dengan modal Rp 800,- perbiji. Dia cerita strategi bisnis dia, kalau beli 3 benang dapat bonus 1 jarum. Lalu dia juga buat gradasi warna yang serumpun, jadi temen-temennya tertarik beli beberapa biji dengan warna menarik akhirnya. Ketika benang tinggal 1 biji dia bilang " ini tinggal satusatunya warna di toko itu, bagus lho..". Kontan pembelinya langsung tertarik lah. Penjualannya ekspansif ke kelas lain juga rupanya. Ibunya ngledek..jadi adik jualnya sambil teriak "benang...benang....benang seribuan!! gitu dek??". Dia ngakak sebel diledek. Belakangan dia ngrayu kakaknya untuk membantu menguntai benang Mauline ini untuk gelang, dan dia mulai denganbikin sample yang dia pakai sendiri. Beberapa temannya pesan gelang seperti yang dipakainya. Jadi dengan gelang ini bukan hanya benang dagangannya yang laku tapi setiap satu gelang untung 1000,- untuk jasa memilin. Kakaknya bilang, 2000 dong...

Itu potret dinamika yang menarik dari sekolah negeri. Belum lagi ada tugas membaca buku populer bahasa Inggris untuk bahan presentasi. Vinda membaca tentang kucing dengan temuan-temuan menarik (menyusul). Hal menarik lagi, bias gender juga sudah diminimalisir. Kegiatan ketrampilan termasuk menyulam dan menjahit sudah tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Jadi murid laki-laki juga belajar menjahit dan menyulam untuk tata busana.

Hal menarik lain, pelajaran IPS juga pakai metode kreatif. Murid diminta menyebar menginterview orang-orang diluar kelas. Vinda cerita kelompoknya mewawancara satpam sekolah, yang cerita pernah jadi TKI kerja di Arab. Setelah itu dipresentasikan di kelas.

Untuk Vinda, kadang sampai malam dia sibuk menyiapkan program kerja untuk OSIS. Kebetulan di kelasnya ada 2 orang yang terpilih duduk di OSIS. Program kerja yang dia buat yang berhubungan dengan ekskul: 1. Mendokumentasi dan mempublikasi kegiatan ekskul di mading. 2. Menghadirkan tokoh penting untuk ekskul dan pengembangan profesi dengan melibatkan orang tua. Misalnya mengundang presenter terkenal, kartunis, penyanyi dll untukberbagi pengalaman.

Yang juga menyenangkan dari sekolah SMPNegeri I Pamulang, kebetulan mendapat juara I kebersihan se Banten. Jadi makanan yang dikonsumsi siswa di kantin dan jajanan sekolah sangat dikontrol oleh sekolah. Jajanan yang berbahaya dan tidak higenis dilarang. Orang tua lumayan merasa aman.... walaupun ada satu peraturan yang asik nggak asik,karena dilarang bawa HP ke sekolah. Ini positif untuk tidak mengundang konsumtifisme ke sekolah, tetapi yang repot, keamanan anak-anak jadi agak sulit terpantau oleh orang tua yang bekerja. Tetapi akhirnya ada solusi juga, boleh bawa tetapi dititipkan. Oh ya, ayah Vinda juga jadi anggota asosiasi wali murid SMPN I juga lho..walaupun tidak seaktif di sekolah Aviccena kakaknya yang sangat akomodatif dengan ide-ide orang tua.

Sekolah negeri cukup menggeliat... menyenangkan. Bravo Slank (Nama keren SMPN I Pamulang) dan moga-moga sekolah negeri lain bahkan di pelosok-pelosok sekalipun.

Bunga halaman-nya

Photografer: VANDANA MERNISI (diambil pas ashar masih pake seragam skul )


Karaoke Inul Vista


Salah satu ritual weekend adalah untuk katarsis. Jadi ngumpul dengan teman-teman, makan-makan asik atau ber-nyanyi ria adalah pilihan yang pas. Salah satunya karaoke dengan teman-teman fun juga menghibur. Keluarga gangjambu paling sering kalau karaoke dengan om Fauni-tante Neng, pernah coba aneka tempat, dari yang kelas Parung sampai Fatmawati, BSD atau di Inul Vista. Joged? pasti! Apalagi kalau ayah sudah nyanyi dangdut dengan backing vocal dan dancer kami semua. Paling anak-anak yangbermuka masem sebel lihat orang tua-tua yang lupa usia.
Kali terakhir jama'ah lebih banyak, ada om Ace calon anggota dewan kita dengan istrinya tante Ita dengan 2 artis Cerah dan Pancar yang jagoan nyanyi Laskar Pelangi berulang-ulang. Vinda hobi nyanyi lagu Rihanna yang ngebeat, Vikra semi pop rock, tante Neng Ibu yang slow-slow..ayah dangdut, om Ace tante Ita berpop mutakhir, nah om Fauni sibuk cari lagu word...yang bikin kita penasaran. Ujung-ujungnya...rupanya lagu "iso ngliwet". Mesakke...

Tapi puas berrame ria setelah menikmati makan malam di resto jepangHanamasa rame-rame traktiran tante Neng. Karaokeannya gantian ayah yang traktir.... Lagi yuk...