Tampilkan postingan dengan label Trip Ayah-Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip Ayah-Ibu. Tampilkan semua postingan

Masjid Menawan di Medan

Yang paling nikmat kalau datang ke sudut-sudut nusantara khususnya bekas kerajaan Islam tua, adalah mengunjungi masjid, bersimpuh didalamnya beberapa saat dan menikmati cantiknya rumah Tuhan yang penuh sejarah ini. Masjid raya Medan, yang dibangun th 1906 jaman kejayaan kerajaan Deli, jangan pernah terlewatkan untuk dikunjungi. Ini salah satu view mata elang tempat hotel ibu ber-acara. Sedap juga, saat magrib mencuri waktu berkelebat menyelinap menyudut di masjid ini.


Ini mihrob dan mimbar khutbah yang sangat artistik. Saat pembangunannya oleh pemerintah Belanda didatangkan ahli-ahli dari Italy untuk mendekor detail interiornya. Ini sangat menarik, rupanya demi keindahan, tak jarang pemerintah kolonial turun tangan untuk mempercantik. yang unik kalau datang ke keraton salah satunya di Kasepuhan Cirebon, di dinding bisa dilihat keramik blue Delf bertuliskan asmaul husna yang khusus dipesan dari Delf Belanda. Entah sebagai upeti atau bentuk toleransi. Yang jelas, kapal-kapal VOC dulu berangkat membawa keramik (salah satunya) dan pulang membawa rempah2 yang pada masanya sangat mahal. Hanya keluarga kerajaan dan orang kaya yang bisa beli lada dan rempah lain, itupun untuk obat-obatan pada awalnya.


Amati detail masjidnya. Luar biasa..kubahnya sangat tinggi dan cantik. Tangga belakang itu juga sangat menarik. Dan selalu di masjid-masjid tua, tangga berpanggung ini selalu ada. Apa ya fungsinya....(lagi di cari-cari jawabnya). Atau ada yang tahu?.

Spiritual Journey ke Negeri Mandela

Nelson Mandela? Pasti tahu! Icon bapak bangsa Afrika Selatan pelopor gerakan anti apartheid yang menghabiskan 35 tahun di penjara. Di gereja Regina Mundi inilah gerakan anti apartheid bersembunyi dan melakukan resistensi. Sisa-sisa bekas tembakan dan perusakan yang dilakukan polisi kulit putih masih utuh diabadikan. Mengunjungi Afrika Selatan (untuk conference) memang suatu perjalan spiritual tersendiri.
Museum Hector Pieterson, bocah 13 tahun yang tewas dalam aksi menentang Apartheid (pemisahan kulit hitam dan putih). Hector dan teman-temannya demostrasi menentang pewajiban penggunaan bahasa Afrikaan, yang dianggap sebagai pembodohan terhadap murid kulit hitam agar tidak melek bahasa Inggris atau Belanda sebagai bahasa elit kulit putih. Ibu dan panitia sobat-sobatdari Afsel.

Ini salah satu gambaran gerakan anti apartheid yang direkam dalam museum di gereja Regina Mundi (lantai atas). Menariknya foto-foto andil gerakan perempuan juga ditonjolkan, ada Black Sash, and Violet pemimpin trade union juga diapresiasi.

Bunda Maria berkulit hitam: Black Madonna, Black bunda Maria. Madonna adalah bahasa Italy yang artinya perempuan, tetapi dalam tradisi gereja juga untuk menyebut bunda Maria. Di Regina Mundi, bunda maria digambar berkulit hitam, menarik sekali, bentuk perlawanan kulit hitam terhadap dominasi kulit putih dan akulturasi kristen untuk membumi.

Aceh, Aceh

Saat participant conference diundang ke pendopo gubernur untuk dinner dengan makanan lezat khas aceh dan disuguhi tari Saman yang kompak energik dan elok.Kebudayaan Aceh sangat kaya, peace effort bagian dari upaya mengkonservasi kebudayaan yang luar biasa ini. Suasana belakang istana gubernur sangat klasik, mengingatkan kejayaan kesultanan pada abad 15-an. Konon pernah suatu masa seorang istri gubernur justeru sibuk menjual bendabenda ornamental bersejarah dalam istana ini. Masuk ke istana birokrat selalu penuh tumpukan pertanyaan dan dakwaan. Tetapi masuk ke hulu istana Aceh tambah lagi deretan rasa... ada darah dibalik kursi-kursi ini, ada tsunami dibalik kegagahan ini, ada tangis dibalik tarian lincah ini, ada marah dibalik masakan nikmat ini..
Disela acara selalu menyempatkan ketemy sobat lama, ini Indri sahabat sejak di SP, yang biasa naik kereta bareng, cerita dari A sampai Z, seorang sobat yang lahir dan terlahir selalu untuk orang lain... Kopi Ulee Kareng Solong dengan kue Asokaya, membuat kekangenan pada Aceh dan kawan-kawan tambah lekat. Disini juga ketemu cek War (Azwar Hasan) dan EKa Sri Mulyani sobatdari Belanda yang bergiat untuk bangunkan Aceh.
Ini sekilas suasana konferensi ibu ttg Lokal, Outsider and konflict. Inisiator dari konferensi ini adalah orang-orang dibalik perdamaian Helsinski. Kenapa akhirnya Aceh jadi tempat penyelenggaraan, karena untuk monument moment. Aceh..Aceh..

Record International Trip Gang Jambu Family

Benua Amerika

Family trip ini dilakukan karena dibawa ayah waktu sekolah di USA datang th 2002, dan programnya mewah banget, keluarga menjadi bagian yang difasilitasi untuk trip kemana-mana



1. Michigan-Detroit (Kami tinggal di Ann-Arbor).
2. Chicago (Trip family 2003, kalo ayah trip kantor 2002
dengan MJF fellow en family, tapi kami ber-3 masih di Indonesia. Jadi trip ini pas kami libur. Kota kota yang kami lalui Battle Creek, Jackson, Kalamazoo)
3. New York (2003, kota yang kami lalui Toledo, Cleveland, Pensylvania, menginap di New Jersey. Ayah pernah kesini sebelumnya untuk journalism program th 2002)

4. Ohio Colombus (Kami lalui kota Canton, Toledo, Sandusky, Delaware, Dublin, Colombus, menengok karib keluarga Saiful Mujani)
5. Canada, Amerika Utara (2003, ini sebenernya trip official ayah tapi keluarga difasilitasi untuk diajak. Kami stay di Toronto, kota yang kami lalui Sterling Height, Sarnia, London city, Bradfort, Hamilton. Pulangnya lewat Air terjun Niagara. Th 2007 ibu ke Montreal MESA conference)
**. Argentina Amerika Selatan (Semua MJF fellow program ayah berangkat ,difasilitasi bawa keluarga, tapi sayang ayah tidak dapat visa dan Viva sama ibu masih di Indonesia nunggu uti yang sedang sakit).

Benua Eropa


Family trip 2007 ini sambil nemenin ibu waktu sekolah di Belanda.
6. Belanda ( Rotterdam, Den Haag, Amsterdam, Lisse Keukenhof, Delf, Haarlem, Volendam,dll )
7. Italy (Milano, Venezia, Roma, Vatican, Florence, Pisa)
8. Spanyol (Barcelona, Madrid, Cordoba, Granada, Malaga. Th 2000 ibu juga sudah pernah ketempat yang sama dengan tante Eka).
9. Perancis (Paris, Disney area, lewat Belgia. Kota Belgia yang kami nikmati dari atas kereta: Gent, Brussel,Antwerpen, Lille).
10. Jerman (Tujuan utama Koln, Bonn. Kota di Jerman yang kami lewati/dilihat dari atas kereta Oberhuisen,Duisburg, Dusseldorf)
11. Turki Eropa (Istanbul)

Trip ibu pas wiken ama sobat-sobat selama ibu sekolah di Belanda (lewat jalan darat)
12. Inggris (london lewat tunnel, terowongan bawah air laut)
13. Cekoslovakia (Praha, lewat Jerman melalui kota Hannover dan Leipzig)
14. Swiss (Zurich. Luzern lewat Jerman via Frankfurt)
15. Luxemburg

Official trip
16. Belgia-Brussel (ibu konferensi peace building Common Ground 2003), Paris (diundang KBRI Perancis 2000)


Benua Asia
17. Singapore (Trip family 2001 dan ayah official trip undangan dari Singapore airlines 2004)
18. Jepang (Family trip, tapi cuma transit beberapa jam th 2003, istilahnya cuma ngintip, nggak explorasi, sayang!!)
19. Thailand (ayah konferensi AMAN Bangkok 1996, ibu konferensi Human's righ education 1995 di wilayah Selatan Thailand)
20. Philippines (ibu AAFLI exposure 1996 di Manila, 2002 British embassy for conflict transformation Mindanau).
21. Malaysia (Kuala Lumpur, konferensi ttg media and migration 1997)
22. Korea (ibu Hapchong 1992 dan Seoul 2005 ttg migration network, AMC)

Timur Tengah (Asia)

23. Iran (Ayah, antara lain bertemu Presiden Khatami, di istana kepresidenan di Teheran, official trip metro-tv dengan delegasi perdagangan RI dan menteri perdagangan, 2005)
24. Saudi Arabia (Ibu Jeddah, Mekah, Medinah, Riset dan umroh)
25. Turki asia(Ayah, Angkara 2006, official trip Metrotv, 2005)
26. Lebanon (ayah meliput perang 2007 di Beirut, Baalbek,Tyre,dll)
27. Syria (ayah, zona untuk start tim liputan perang Lebanon, 2007)

Benua Australia
28. Melbourne (ibu conferensi AAWL 1993, transit Sydney. pertama kali ibu keluar negeri)

Benua Afrika
29. Mesir (Ayah, Cairo, official trip Metro-tv, 2005). Sms ayah waktu ditepi sungai Nil kurang lebih begini: "sungai Nil indah, bening banget, suatu kali kita akan kesini sama-sama". Moga-moga doĆ” ini terkabul.....

30. South Africa, ibu diundang menteri intelegent bicara ttg migration, di Palace, Johannesburg (sekalian nengok jejak Nelson Mandela di Regina Mundi)

Yang khas yang masuk tas

Luxemburgerli, si-imut manis seperti kue sagu lembut diisi slagroom (cream) yang enak kalau baru keluar kulkas. Ini susah untuk masuk tas, karena mudah lumer.Ini sangat khas dari Swiss.

Coklat Swiss tak usah ditanya, pasti siapa saja mau bawa. Sebetulnya kalau sudah di Belanda, tidak usah beli di Swiss, karena produk terkenal mereka mudah didapat dibelahan dunia sekalipun. Lindt? pondok Indah mall ada. Tobleron? Terminal manggarai juga ada.Dan ironisnya, kita Indonesia exportir coklat kedua terbesar didunia..tapi harga coklat yang jelek-jelek saja mahal sekali. Huhh..sedih!!

Cuckoo clock. Jam dinding unik...setiap 15 menit keluar burung kukcoo..cukcoo, dan bandulannya aneka ragam dari gadis berayun, atau bandul artistik macam-macam dan jumlahnya juga macam-macam. Harganya, juga macam-macam, dari yang 26 FR (250 ribu yang termurah, kecil segede weker) sampai yang raksasa tidak masuk dalam tas kita. Terserah mau memilih yang mana...

Ini si mungil-mungil khas Swiss. Logo Swis itu palang merah (untuk bendera), sapi karena banyak sapi (penghasil susu,daging keju super), bunga edelwise, gunung bersalju, danau, dll. Memang travelling begini untuk komunitas Indonesia yang suka mengungkapkan cinta dengan oleh-oleh, menjadi menarik. Satu sisi ingin mengangkut banyak-banyak, ingat si A sampai Z, tapi kok ya harga pulpen aja 50 ribu keatas....emblem juga 50 ribuan! gantungan kunci juga bisa 100 ribuan keatas..... Jadi silahkan siapkan tas dan kas sebelum berangkat....tas lupa nggak apa-apa, tapi jangan sampai lupa kas!!

* Foto luxemburgerli & jam cukcoo dari browsing

Museum and glass factory Hergiswil

Note: 2 foto (view area factory dan blowing glass) repro dari leaflet.
Hergiswil nama kota kecil 10 menit dari Luzern, berdiri glass factory "Glasi Hergiswil" sejak 1817, tertua kedua setelah Murano Italy. Area factory ini dipagari gunung tinggi persis seperti benteng natural buatan Tuhan, lalu digenangi telaga cantik dibelakangnya. Di area factory ini juga dibangun museum gelas/kaca, open factory yang bisa ditonton proses produksinya, phanomenales glass (area interaktif ttg kaca yang bisa disentuh), area main labirin kaca, kafe pinggir danau dan show room produk mereka.

Ini salah satu sudut museum, Glasarchiv (arsip glass) rak penyimpan produk ratusan tahun. Setiap satu model selalu disimpan satu untuk dimuseumkan. Sehingga kita dapati yang terkuno awal abad 20 sampai th 50-an karya Roberto Niederer penyentuh seni Hergiswil setelah pabrik ini hancur kena perang.

Museum ini kecil tapi efisien, semua gelap, dan pengunjung digerakkan oleh spot-spot sinar. Misalnya spot di foto ini adalah siluet cahaya untuk menjelaskan ttg awal ditemukannya gelas/kaca dari Mesir, yang pada waktu awalnya untuk piala atau gelas. Lalu berikutnya menjadi tradisi Italy di Murano dengan kekhasan warna-warni. Yang menarik jaman awal perintisan kaca di Murano, siapapun yang membocorkan rahasia pembuatan kaca akan dihukum mati.

Roberto Niederer dengan kreasi-kreasi artistiknya. Dalam museum itu juga ada sejarah perbudakan/eksploitasi pekerja di pabrik ini, perbedaan hidup feodal pemiliknya dengan pekerjanya, kontrol dan punishment yang direkam dalam buku "dosa" yang bisa kita lihat, suara demonstrasi para buruhnya, dan aneka visual yang simple tapi menarik.

Setelah keliling museum, kita diajak keluar dan rupanya sudah sampai balkon dengan tontonan dibawah pabrik gelas yang bisa kita lihat prosesnya dengan detail. Kalau membuat benda ber-rongga selalu dengan tehnik tiup. Misalnya bikin pot, gelas, botol, dll.Kita juga bisa meniup sendiri karya gelas/kaca kita dengan 15 FR (120 ribu) dan bisa kita bawa pulang hasilnya.Caranya persis seperti meiup balon dengan pipa.

Silahkan klik video dibawah ini untuk melihat pembuatan karya seni kaca termasyur di Swiss ini. Di video ini memakai tehnik cetak, simple dan sebentar banget, tapi harganya hampir 200 FR (2 juta rupiah). Dan ini salah satu karya orisinil Robert Niederer.Selamat menyaksikan...
>

Kenangan kecil dari Hergiswil buat mencerahkan gang jambu.

Yang tua yang jelita: Luzern

Luzern adalah kota kecil, 50 menit dari Zurich. Kalau yang hobi naik gunung, dari sini bisa lanjut ke gunung Pilatos dan Tiglis sekitar sejam lagi. Dalam foto ini tampak icon Luzern dengan Water tower dan chapel bridge terlihat dari kejauhan. Water tower ini dulu tempat penyiksaan, penjara, tempat arsip dan harta karun yang dibangun abad ke 13.

.








Chapel bridge dari dekat jadi unik...karena jembatan kayu yang sudah purba dibalut dengan kembang meriah, mengapit sepanjang jembatan. Di atas jembatan banyak lukisan-lukisan abad 17-an ttg sejarah Swiss dan biography st Mauritus

Horree!! dapat juga akhirnya oleh-oleh untuk manusi-manusia tercintaku. Background foto ini adalah Spreuer brigde abad 14 bagian dari benteng kota, penuh dengan lukisan "dance of death".

Di Swiss ada masjid? He..he.. mirip masjid kan? dengan kubah dan menaranya? Apalagi si hijau pakai kerudung? mau pengajian mbak?? he..he.. ini adalah Jesuit church abad 16. Di Luzern banyak tempat menarik lain, ada concert hall raksasa, patung singa tersedih di dunia, benteng kokoh asal siap menanjak, dll.

Zurich: surga si kaya dan siapa saja

Ini suasana biru Zurich..sepertinya bangunan-bangunan ini berenang diatas air.Dimana-mana kita akan lihat sungai, danau..semua biru dan konservasi lingkungannya hebat sekali, sampai air dasar sungai yang 2 meteran bisa terlihat.
Ini view Zurich dilihat dari bukit kecil taman Lindenhof.Persis seperti mangkuk berbibir gunung dan bukit. Disinilah tokoh-tokoh besar hidup, ada filosof Karl Gustav Jung lahir dan meninggal disini. Vladimir Lenin dan Tina Turner juga tinggal disini termasuk pemilik Ikea. Karena Swiss terkenal dengan pajak termurah untuk para konglomerat. Swiss juga masuk dalam indeks 5 besar negara tersejahtera didunia, dilihat dari harapan hidup, harmoninya alam dan manusia, sedikitnya pengangguran (2,5 %), nyaris tidak kita dapati pengemis di jalan, dan kesadaran konsumsi makanan sehat (mereka selektif import daging, tidak makan makanan laut dari laut dangkal, dll). Budaya "aman"ini secara kultural sering bikin tidak nyaman dengan para migran, mudah merasa tidak aman. Misalnya Euro cup 08 kemarin, menurut privat guide, pengamanannya over, hanya boleh bawa bendera 20 cm, payung tidak boleh, kamera besar dll. Soal makanan, misalnya pengalaman kawan disana, orang Swiss cenderung menolak diberi oleh-oleh makanan, atau sibuk bertanya terbuat dari apa makanan itu, dll. Satu hal lagi, mereka jadi jarang travelling keluar karena merasa semua serba ada disana.

Bahnhofstrasse, adalah jalan nadi tempat para konglomerat membuang recehnya. Mau cari choppard jam tangan bertatah berlian yang dibuat hanya beberapa gelintir per-edisi? Mau Omega yang harganya ratusan juta? Rolex? Atau mau jam swatch yang tipisnya bersaing dengan coin? Semua ada!! Swiss memang raja segala raja jam tangan. Tapi juga tempat para raja membuat kerajaan kekayaannya.

Tapi juga jangan salah, disudut-sudut kemewahannya, Zurich juga menyisakan ruang luas Lindenhof untuk bermain murah meriah, salah satunya permainan La petanque, permainan tradisional asalnya dari Perancis, seperti bermain kelereng dengan bola besi sebesar bola kasti. Lindenhof ini area perbukitan dengan taman luas dan view bebas, biasa tempat orang-orang santai istirahat, sekedar duduk merenung, pacaran, main catur raksasa atau tempat para orang tua melihat "jam".


Kita juga bisa menikmati kemewahan alam yang murah.Zurich lake adalah danau terbesar di Zurich, tempat lalu lalang kapal/perahu untuk santai, tempat berenang dan tempat multi aktifitas. Banyak kafe-kafe semacam de-Floss untuk ngumpul-ngumpul (termasuk temen-temen Indonesia), ada tempat ekhibisi kultural, seperti pasar second hand, dll. Hallo..haloo..Ini pertama kali seumur hidup ibu berenang didanau....pemberani kan? (biasanya kalau diajak ayah renang di laut, ibu hobi teriak-teriak panik).


Jalan nanjak bergunung-gunung? Ini solusi orang Swiss untuk menyediakan transportasi "polybahn", semacam kereta dengan gerbong mini yang lalu lalang tiap 3 menit sekali untuk jarak 300 meter (?) tapi dengan kecuraman 90 derajad.Tiket 2,50 FR (20 ribu). Transport di Swiss relatif mahal dibanding Belanda. Tapi ketepatannya 99,9999, bahkan kata tante Ratna dalam situasi badai salju sekalipun akan tepat,pattt!!

"Stealing time" 2 Nights in Zurich-Swiss

Dikejar deadline thesis, kerja sampai malam-malam, menahan kedip didepan laptop.... Ok, konsentrasi mulai memburuk. Izin misoa dan anak-anak (ini tradisi, kalau kemana-mana kami selalu saling memberitahu),cari tiket night trein (harganya antara 29-200 euro), ngebut kerjaan... berangkat bismillah!! Sampai Zurich minggu pagi (3 Agt) dan balik Selasa 5 Agt 08. Yess, 3 days (2 nights)there is enaugh. Ya...cukuplah waktu segitu untuk tetirah pikiran sejenak, untuk memenuhi niat yang sudah 2 tahun nggak jadi-jadi.

Ratna, sobat karib sejak di Leiden inilah yang membuat acara ke Swiss jadi asik. Dia sedang PhD farmasi di Zurich Swiss, dan sejak dulu mengundang untuk datang. Dia bela-belain cuti untuk menemani explorasi Swiss ini. Kami bukan hanya wisata mata, tapi sepanjang puluhan jam, sambil jalan menanjak terengah-engah..curhat dan diskusi nano-nano yang bikin pikiran lebih nyaman. Pokoknya datang disambut dengan prakarya bikin tuts laptop (tutsnya sudah tidak berhuruf,padahal perlu ngimel ke Viva dan ayah, jadi bikin huruf-huruf dulu:). Makanan asik-asik sudah dimasak koki cantik ini, ada sambal goreng pete, telur balado, tak ketinggalan Luxemburgerly (snack manis khas Swiss). Yang jelas, sobat dalam foto ini selalu jadi guide penuh "nalar".

Explorasi universitas Zurich dan ETH (semacam ITB-nya Swiss, kampus Ratna). Bangunan megah!! Univ ini jadi icon Zurich, boleh dikata paling megah dari gedung lain, diletakkan di puncak bukit dan dikelilingi halaman luas dengan kafe dan spot menarik, interiornya klasik dan kharismatik.

Ini salah satu sudut rumah-rumah Swis,, jalan menanjak, gang-gang kecil, rumah berdempet cantik dan centil yang membuat orang justeru merasa seperti main labirin di dunia fantasy (gambar terakhir ini di crop dari postcard untuk ayah dan Viva).