Menang Undian; Sekali Seumur Hidup

By Vikra Alizanovic

Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup sejak lahir hingga sekarang, keluarga kita ga pernah dapat atau menang yang namanya undian atau sebagainya. Kayanya keluarga kita ga pernah lucky dalam bidang begituan.
Tapi, kini sejarah itu telah berubah. Beberapa minggu yang lalu ada surat dari English First – tempat les bahasa inggris vikra vinda – yang ditujukan kepada Vikra Alizanovic. Aku kepikiran, “ada urusan apa EF ngirim-ngirim surat? Jangan-jangan gw di D.O, gara-gara pernah beberapa kali gak masuk?”. Tapi kayaknya ga mungkin ah! Aku kan murid teladan.
Lalu, kubuka suratnya.


Disitu tertulis ‘Dear Vikra, Selamat! Kami dari EF Indonesia selaku penyelenggara Program I BeliEF English First menginformasikan bahwa anda telah memenangkan Sony Portable Playstation. Tolong bawa kupon anda ke EF tempat anda mendaftar dan klaim hadiah anda paling lambat Selasa, 8 Juli 2008.’
Aku bingung, kaget, heran, senang, girang, tegang. Jelas aku senang, dapat PSP tanpa ngeluarin duit sepeser pun! Aku kaget, karena seumur hidup belum pernah menang beginian. Aku bingung dan heran, karena EF belum ngasih aku kupon yang disebut tadi.
Setelah itu, aku langsung telepon EF pusat. Aku kasihtahu mereka masalah aku. Mereka bilang, hadiah untukku sudah tersedia. Tinggal diambil saja oleh EF pamulang. Mereka juga bilang bahwa semua anak pasti dapat kupon, karena kupon itu diberikan berdasarkan tranksaksi pembayaran. Nah, masalahnya aku belum pernah melakukan tranksaksi secara langsung. Ayah selalu tranksaksi lewat bank.
Setelah itu aku telepon EF pamulang, tempat aku les. Mereka bilang aku harus bawa suratnya dulu ke mereka. Sorenya, aku kesana sekaligus les. Mereka bilang mereka harus menge-cek keaslian surat tersebut dahulu. Setelah aku selesai les, mereka bilang hadiahnya bisa aku klaim sekitar 2-3 hari lagi. Lalu mereka minta kupon yang mereka kasih. Aku kasih tahu problem-nya. Mereka menyela.
Nah, aku baru inget, waktu itu mbaknya memanggilku untuk mengambil kupon tersebut tapi aku dengan cuek bilang, “Gak usah mbak, aku gak perlu begituan! Palingan juga ga menang!” . Sekarang aku ketawa-ketawa sendiri mikirin itu. Tapi akhirnya, 3 hari kemudian hadiah itu bisa ku-klaim. Tapi, setelah kudengar dari teman harga game-nya dan perawatannya terlalu mahal. Jadi kupikir, It’s not worth it. Kusuruh ayah untuk menjual PSP tersebut, dan uangnya untuk modifikasi motor Astrea Grand. Harga jualnya lumayan. Dapat 1,75 juta. Lagipula, aku udah punya PS2 yang lebih asik. Gak perlu game console lain lagi. Itu aja aku udah jarang mainin.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hai....ibu tulis ini di Zurich, baca tulisan kakak bareng ama tante ratna..kita ketawa-ketawa baca tulisan kakak.Asik banget. Jadidapet undian masuk moment penting nih? Kata tante Ratna, dia heran, kenapa jarang main gamenya? Ibu juga mau tanya .....apa iya??? he..he..he...Zurich udaranya sejuk,gunung-gunung hijaum nirip Jerman tapi agak centil...ntar geritanya ibu tulis. Cun bertiga,