Mbak-mbak kami: Kilas (tutik) balik

1. Mbak Yah Parwiyah: Januari 2008-sekarang
2. Tutik : 2003-2008 (5 tahun) dan sekarang balik












"Tadi pagi Mpok Minah (tukang sayur tetangga depan) ke rumah . Dia bilang Tutik katanya pengen kerja lagi. gimana?" (Email ayah ke ibu, 25 Agt 08)

Masih ingat tulisan ttg "mbak Tutik pulang"? PRT lama kami yang sudah sejak 2003-2007 (hampir 5 tahun ikut kami), tapi pas tahun baruan pulang kampung (Des 07) keterusan sebulan nggak ngasih tahu dan nggak bisa dikontak. Akhirnya pas kami udah cari orang lain, dia mau balik. Rupanya sejak tidak kerja dengan kami, dalam 3 bulan sudah ganti 3 majikan. Nggak krasan. Katanya majikannya pelit makan tahu aja dihitung, yang ini, yang itu. Terakhir dia kerja ditempat orang dengan 1/2 gaji, karena orang ini sudah punya PRT dan sekedar nolong tinggal sementara. Beberapa kali via tetangga atau teman dia, katanya dia minta mau balik ke kami, tapi kami juga udah terlanjur cocok sama mbak Yah,dan mbak Yah juga sudah betah. Mbak Yah baik, rajin dan nJawani. "sugeng tindak nggih bu.." sambil berkaca-kaca dia cium tangan ibu waktu mau berangkat ke Leiden. Dia juga sopan dan sensitif , nggak disuruh langsung ngrawat kalau kita agak sakit. Tapi sisi lain, Tutik juga kasihan)
Jadi dua hari ini ayah ibu ngobrolin via email dan bertelepon ria dengan anak-anak untuk memutuskan masalah ini. Ini obrolannya boleh diintip..karena ada lucunya, sedihnya, bingungnya...

Imel ibu ke ayah: "Soal Tutik, dia mau kerja sementara atau seterusnya? Mbak Yah habis lebaran mau balik gak? Kalau sementara mbak Yah pulang diganti Tutik gak masalah (sukur kalo lebaran tutik mau dirumah). Kecuali mbak Yah gak balik, ya gak apa-apa Tutik yang gantiin. Nggak enaknya mbak Yah emang jauh kampungnya (Temanggung), tapi secara piskologis nyaman sih ama dia. Kalau anak-anak gimana??

Ayah: Entar ayah tanya anak2 lagi. Dulu sih mereka pengen tutik kerja lagi, krn masakannya lebih jelas. anak2 bolak balik nyebut tongkol bikinan mbak tutik uennak bener. maksudnya dibanding mbak yah.. hehe.ya udah kalo anak2 ok, ayah ntar ngomong ama mpok minah...

Ibu telphon Vikra, dan ini pendapat Vikra: "mom, I am ok with mbak Yah, but we need some one to cook (dia pake bahasa Inggris sambil suara dipelankan takut kedengaran mbak Yah), masak Vikra minta masak Balado atau Rawon, malah balik nanya, "bumbunya apa kak?". "Mana Vikra tahu kan?" . Udah gitu tiap hari kalau masak tongkol, cuek, tongkol, cuek melulu".
Obrolan ibu sama Vinda: "Dua-duanya aja suruh kerja bu. Mbak Yah tuh baik, tapi kalau masak itu-itu melulu. Yang bener aja, semua masakan bumbunya sama, mau lodeh, capcai, semuanya sama! . Tapi dia bilang..dik, ini rica-rica..padahal itu lodeh! namanya aja yang dia ganti. Bosen Vinda". (jadi dikantor ibunya nahan tawa sampai sakit perut tapi juga bingung. Susah juga ya, mbak Yah matanya bermasalah, jadi walaupun kami buatkan resep, mungkin susah kebaca...idealnya punya PRT SMA, pintar...tapi perempuan tua, nggak bisa baca, yang tiap hari kita perjuangkan diluar, agar tak terpinggirkan....masak kita akan mengelak enak sendiri).

Imel Ayah ke ibu (26 Agt): Tau nama asli mbak yah?
Tadi pagi, dia minta dibeliin tiket.
"Nanti di tiket ditulisa nama siapa mbak," tanya ayah.
"Ya.. Yah!"..
"Yah doang?"
"Yah..tarwiyah."
Hehe..

Tutik ternyata sudah di rumah anaknya Mpok Minah (tetangga depan rumah). Ayah suruh ke rumah. Dia bilang majikannya keluar negeri. Ayah nanya, lebaran siap gak pulang. Dia bilang gak papa. Asal ngasih tahu dulu ke kampung.

Ayah diskusi ama Mbak Yah. "Mbak, ini ada Tutik. Dia akan ngganti selama mbak Yah akan pulang. Sekarang Mbak Yah mau pulang kapan? Terserah Mbak Yah. Mau menjelang lebaran, gak papa. Tutik bisa pulang dulu. Tapi, kalau mepet lebaran, tiket pasti susah.Terserah Mbak Yah.."

"Iya Pak. Saya denger sekarang tiket juga sudah susah." Terus dia pinjem telpon. Nelpon Tia anaknya gak diangkat. Terus nelpon saudaranya.

"Pak, saya pulang hari ini boleh? Bisa beliin tiket? Nanti siang bisa nganter?"..

"Ya udah. Bapak beliin tiket. Nanti yang nganter biar Tutik." Ayah kasih gajinya bulan ini. Ayah tambah ..... buat kawinan Tia. Plus ayah beliin tiket bus eksekutif.

Mau puasa, dia minta dimaafkan semua kesalahan. Ayah bilang, kita juga minta dimaafkan. Ayah bilang, nanti habis lebaran, baliknya juga gak usah buru-buru. Nunggu transportasi sudah normal saja.

Jadi, siapa nama Yu Yah?
Tar wi yah!
hehe..
Ibu: Soal mbak Yah... nama aslinya tahu lah..(tahu waktu beli tiket dia dulu). Coba tahu nggak nama asli mbak Mar-tua (prt kita dulu), kalau tahu tak traktir di Camoe-camoe (masakan Manado favorit) yah...
Btw, ayah yakin mbak Yah nggak apa-apa? Dia tuh orang Jawa yang gampang "ngroso"... Kasihan ngebayangin kalau dalam posisi dia, jangan sampai dia merasa gimana-gimana, dia harus kasih makan anak-anaknya. Kalau Tuti single. Ya udah...lihat Tuti dulu juga deh....in case Tutik lanjut, kayaknya kita harus bantu mbak Yah dapat kerjaan lain....nanti coba kita lacak telp mbak Yati-nya Irwan.

Mbak Mar-tua : 1997-2003 (6 tahun)

Entah kenapa, kami pernah berturut-turut punya doble M, alias 2 mbak Mar. Foto diatas mbak Mar yang lebih tua. Nama aslinya rapat dia sembunyikan. Dia memperkenalkan diri ke tetangga Maryani. Tapi kami tahu dari kampung aslinya Soginem :). Dia ikut kami sejak 1997-2003 (6 tahun), sejak Vinda bayi sampai Vinda SD. Orangnya unik, rada labil emosinya, tidak menikah (saat ikut kami mungkin sudah 45 tahun). Dia betah dengan kami, rasa-rasanya kami seperti yang momong dia, kami ngalah terus, padahal aslinya kami berdua bukan type orang sabar, kadang capek-capek dia ngambek. Aduh... tapi karena lama-lama dia agak kasar sama anak, kami harus ambil sikap, jadi kami berniat mau berhentikan dia. Tapi tidak tega... jadi kami putuskan cari Hannah untuk mengasuh anak-anak. Mungkin karena bingung apa yang mau dikerjain, akhirnya mbak Mar memutuskan pulang kampung. Hannah sejak awal sudah bilang hanya akan 6 bulan kerja di rumah, "uangnya mau buat kursus menjahit", katanya. Dia PRT yang pintar dan berplanning. Hannah adalah PRT favorit Vikra karena halus dan sopan. Selain itu dia cerdas, kami ajari bahasa Inggris, komputer "bu, di cancel atau ok (maksudunya dikansel atau oke, tapi dibaca leterlijk kan lucu). Dia juga pernah kami suruh ngojek nyusulin dokumen ke kedutaan Amerika. Cerdas sekali. Sebetulnya sudah kami tahan kerja dirumah, nanti bisa dikursusin jahit, tapi dia mau lebih maju hidupnya. Akhirnya Hannah dan Eva temannya membantu mencarikan tetangganya, (si Tutik diatas) untuk menggantikannya.

Mbak Mar-muda : 1993-2007 (4-5 tahun)

Kalau yang ini mbak Mar muda, nama aslinya Markamah, pengasuh Vikra sejak bayi sampai Vikra umur 4 tahun dan Vinda berumur setahun, 1993-1997 , jadi sekitar 4 tahun lebih menjadi bagian kami. Sebelah kiri Vikra adalah suaminya mas Yudi. Mereka ketemu saat mbak Mar kerja dirumah kami, ceritanya suka main volly dan ketemulah si jodoh yang suka main volly juga. Mereka akhirnya menikah dan kami dapat pengganti mbak Mar-tua diatas. Mereka sekarang masih rajin main kerumah, mereka tinggal di Ciputat, suaminya penjual koran, anaknya dua; Yuli dan Purwogiri. Masakan mbak Mar enak, sayur asemnya mak nyusss, kata ayah sayur asem pathak (lempar), maksudnya cara ngasih garem dan masukin isinya persis nglempar batu. Orangnya nggak halus, tapi baik dan pintar.

Selain mereka ber-4, kami punya tetangga-tetangga yang kami panggil kalau pas PRT pulang kampung atau nggantiin sementara kalau belum punya yang baru. Jaman ibu hamil dan Vikra lahir beberapa hari ada mbak Yati di Ciputat. Di gang Jambu ada mpok Nur. Sempat juga ada PRT dari kampung ibu yang hitungan hari pulang karena nggak tahan pisah sama anaknya, ada mbak Ponirah, mbak Tri yang pulang mendadak karena anaknya ketabrak sepeda. Inilah kilasan sejarah PRT yang menjadi bagian dari kehidupan kami. Sejak nenek moyang, tidak pernah tidak selalu ada rewang dirumah uyut, rumah akung uti juga...bahkan sering 2 orang sambil mereka bersekolah. Bingung juga antara tradisi feudalistik manja begini dan sisi lain juga misi humanistik mbantu mereka.

Tidak ada komentar: