Camping di Cipanas dengan Teater Semut
Bersalju ria di Halaman
Bu, Apa beda Imperialisme dan Kolonialisme?
Dari sebrang ada gadis cilik yang sms: "tesssttt.Ibu gipain? beda kolonialisme dan imperialisme apaan sih? ayah masak gak tahu". (begini nih ayahnya hobi ngerjain ibunya! bilang nggak tahu! Padahal karena capek pulang kantor aja! Maklum berangkat subuh, dijalan menyebalkan..jadi sesekali dilempar ke ibunya. Tapi biasanya ok sih, bahkan hasil raport Vinda kemarin memuaskan sekali.
Dari Leiden sms: "Ciadek nggemesin... Ayah cerita nilainya bagus-bagus. Kalau ibu dekat situ pasti dah ibu peluk, sun 3 jam gak lepas-lepas. Ibu ayah bangga nak, sama kegigihanmu! Selamat ya princessku! (29,3,08).
Udah mesra-mesra sms, yang disana jawab santai: "Vinda sendiri aja sampai skr belum nglihat. Soalnya Vinda sama temen-temen Vinda lagi njengukin temen yg sakit".
Balik soal imperialisme dan kolonislaime. Ibu minta beberapa teman untuk bantu cari dan membahasakan dengan sederhana untuk anak kelas 6 SD. Ya sudah, buka wikipedia, akhirnya ibu jawab: Kolonialisme menjajah dg nguasai langsung pemerintah, wilayah, ekonomi. Imperialisme nggak harus datang secara fisik ke wilayah tertentu, tapi nguasai dengan ngontrol negara lain. Kayak Amerika nguasai negara lemah dengan Mc Donal, Coca cola!
Sms berikutnya: "Jadi kolonialisme juga bisa imperialisme, tp imperialisme bisa terjadi tanpa punya koloni atau wilayah jajahan langsung. Ayah tuh tahu! tapi pasti gara-gara marah-marah sama supir angkot dijalan tadi jadi lupa" :)
Dari Leiden sms: "Ciadek nggemesin... Ayah cerita nilainya bagus-bagus. Kalau ibu dekat situ pasti dah ibu peluk, sun 3 jam gak lepas-lepas. Ibu ayah bangga nak, sama kegigihanmu! Selamat ya princessku! (29,3,08).
Udah mesra-mesra sms, yang disana jawab santai: "Vinda sendiri aja sampai skr belum nglihat. Soalnya Vinda sama temen-temen Vinda lagi njengukin temen yg sakit".
Balik soal imperialisme dan kolonislaime. Ibu minta beberapa teman untuk bantu cari dan membahasakan dengan sederhana untuk anak kelas 6 SD. Ya sudah, buka wikipedia, akhirnya ibu jawab: Kolonialisme menjajah dg nguasai langsung pemerintah, wilayah, ekonomi. Imperialisme nggak harus datang secara fisik ke wilayah tertentu, tapi nguasai dengan ngontrol negara lain. Kayak Amerika nguasai negara lemah dengan Mc Donal, Coca cola!
Sms berikutnya: "Jadi kolonialisme juga bisa imperialisme, tp imperialisme bisa terjadi tanpa punya koloni atau wilayah jajahan langsung. Ayah tuh tahu! tapi pasti gara-gara marah-marah sama supir angkot dijalan tadi jadi lupa" :)
Label:
Cerita Keseharian Kami
Keliling Dunia di Kota Bunga Puncak
Puncak, 2003. Ini dimana? Melbourne atau Sydney? Ingin merasakan tinggal dirumah Australi? Cukup main kekota Bunga Puncak saja..tidak usah jauh-jauh naik pesawat! You can find everything in Indonesia, even Australia! we have it here! (Tapi sejujurnya pusing lihat orang Indonesia mabok kepayang, kenes, genit, nonjolin kota dunia! Kapan dong Baturetno atau Drajad dimunculkan?)Bertani dan Beternak Yuk: Little Farmer Bandung
Happy Good Friday : Pluralism from Home and Heart
"Ayah, ibu..kata guru Vikra, ngucapin natal nggak boleh?". Itu kegelisahan Vikra waktu SD. Hal yang mirip pernah ditanyakan Vinda: "emang yang masuk surga orang Islam aja ya"?. Kontan saja pertanyaan ini membuat kami tancap gas menemui kepala sekolah anak-anak untuk mendiskusikan soal ini. Memang tidak sederhana menjembatani pandangan sempit guru disekolah, yang kita fikir sekolah bagus, dengan semangat pluralis yang kita coba tanamkan dirumah dan kami pelajari dari hidup disana sini.
Ann Arbor, 2002.
Kami waktu di Ann Arbor, pernah ngajak anak-anak ikut merayakan easter dengan menggambar telor di rumah Prof Linda Liem.
Ann Arbor, 2002.
Lalu kami juga bergaul,makan bareng dan main sama temen-temen Yahudi. Di Eropa coba keluar masuk gereja dari Dom Koln sampai St Peter Vatican untuk mengenal agama lain. Natalan kami coba selalu mengingatkan anak-anak untuk sms sobat-sobat yang merayakan...
Tapi, semua itu tidak mengurangi spiritualitas dan religiousitas kami. Kami tetap ingin menjadi Muslim yang santun, kami masih berusaha rutin jamaáh magrib lalu dilanjut dengan ritual teduh membaca qurán. Anak-anak juga masih menikmati sekolah Islam, punya kakek haji dan ayah-ibu santri...(walaupun bukan santri "alim").
Jumát 23 Maret kemarin, pas paskah coba ngirim ucapan ketemen-temen yang merayakan:
"Selamat menghayati Good Friday kawan-kawan. ..Aku nggak ngerti apakah diantara temen-temen di Leiden saat ini masih saling mangayu bagyo saat temen lain merayakan hari agamanya? Aku ingat dulu ada satu masa, pas Ramadhan temen-temen non Muslim sibuk membuatkan buka puasa, pas lebaran juga masak sama-sama. Lalu pernah saat natalan kamarku juga dipakai untuk merayakan (Eric, Veny masih ingat?). Yang agak melekat dan lucu, karena nggak ada cemara, pakai bunga plastik seadanya, aku nyobekin kapas buat menghias dan pakai boneka buat sinterklasnya. ..Saat acara usai...kembali aku menggelar sajadah sambil bersyukur damai sekali dunia....".
Keesokan harinya, mas Amiq Ahyad (IYL dan sobat ayah Gontor) posting di milist :
"Duh yun, such a beatiful and peaceful message makes my tear drops. Happy good friday and great holiday dear friend who celebrate it. Amiq".
Kami waktu di Ann Arbor, pernah ngajak anak-anak ikut merayakan easter dengan menggambar telor di rumah Prof Linda Liem.
Lalu kami juga bergaul,makan bareng dan main sama temen-temen Yahudi. Di Eropa coba keluar masuk gereja dari Dom Koln sampai St Peter Vatican untuk mengenal agama lain. Natalan kami coba selalu mengingatkan anak-anak untuk sms sobat-sobat yang merayakan...
Tapi, semua itu tidak mengurangi spiritualitas dan religiousitas kami. Kami tetap ingin menjadi Muslim yang santun, kami masih berusaha rutin jamaáh magrib lalu dilanjut dengan ritual teduh membaca qurán. Anak-anak juga masih menikmati sekolah Islam, punya kakek haji dan ayah-ibu santri...(walaupun bukan santri "alim").
Jumát 23 Maret kemarin, pas paskah coba ngirim ucapan ketemen-temen yang merayakan:
"Selamat menghayati Good Friday kawan-kawan. ..Aku nggak ngerti apakah diantara temen-temen di Leiden saat ini masih saling mangayu bagyo saat temen lain merayakan hari agamanya? Aku ingat dulu ada satu masa, pas Ramadhan temen-temen non Muslim sibuk membuatkan buka puasa, pas lebaran juga masak sama-sama. Lalu pernah saat natalan kamarku juga dipakai untuk merayakan (Eric, Veny masih ingat?). Yang agak melekat dan lucu, karena nggak ada cemara, pakai bunga plastik seadanya, aku nyobekin kapas buat menghias dan pakai boneka buat sinterklasnya. ..Saat acara usai...kembali aku menggelar sajadah sambil bersyukur damai sekali dunia....".
Keesokan harinya, mas Amiq Ahyad (IYL dan sobat ayah Gontor) posting di milist :
"Duh yun, such a beatiful and peaceful message makes my tear drops. Happy good friday and great holiday dear friend who celebrate it. Amiq".
Langganan:
Postingan (Atom)